Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5[ImagesOnly]

Style6


SEDEKAH ISTERI
Oleh: Ahmad Yani

Judul              : 100 Kisah Seputar Keluarga
Penulis          : Drs. H. Ahmad Yani
Tebal              : 327 Halaman
Ukuran           : 11 x 17 cm
Harga             : Rp 40.000+ongkir
Penerbit         : Khairu Ummah (HP/WA 0812-9021-953)

Kisah-kisah menarik dari kehidupan Nabi dan para sahabat sangat penting untuk kita kaji, salah satunya  dari sisi keluarga. Banyak pelajaran yang akan kita peroleh untuk menjalani kehidupan keluarga pada masa sekarang dan yang akan datang.

Belajar dari Kisah-Kisah Nyata yang tertuang dalam sejarah Nabi, para sahabat serta pengikutnya memberi makna bahwa antara ajaran dengan kenyataan hidup bukanlah sesuatu yang berseberangan, termasuk dalam konteks kehidupan keluarga. 

Oleh karena itu, ketika kita membaca kisah-kisah yang mengagumkan dari berbagai sisi kehidupan Nabi dan para sahabat serta pengikutnya yang setia membuktikan bahwa ajaran Islam memang bisa diamalkan meskipun terasa berat, dibutuhkan keikhlasan dan kesungguhan. Keikhlasan membuat sesuatu yang berat akan terasa menjadi ringan dan kesungguhan membuat sesuatu yang dianggap tidak mungkin menjadi mungkin untuk diwujudkan.

Buku ini mengungkapkan kejadian-kejadian menarik, menggugah, mengharukan sekaligus lucu yang ada hubungannya dengan kehidupan keluarga. Pelajaran yang berharga dalam membangun kehidupan yang Islami, amat baik menjadi ilustrasi dalam dakwah yang biasa penulis lakukan dalam menyampaikan ceramah dan khutbah serta memotivasi kita untuk menata kehidupan yang ideal dalam konteks kekinian.

Daftar Isi
Kata Pengantar.
  1. Mencari Jodoh (1).
  2. Keharusan Menikah (3).
  3. Menjodohkan Pembantu (4).
  4. Memilih Taqwa Ketimbang Harta (7).
  5. Faktor Keshalehan (9).
  6. Mas Kawin (11).
  7. Mas Kawinnya Masuk Islam (13)
  8. Resepsi Pernikahan (15).
  9. Isteri yang disenangi (16).
  10. Mitra Perjuangan (18).
  11. Isteri Yang Panjang Tangan (20).
  12. Calon Penghuni Surga (21).
  13. Saling Memaafkan (22).
  14. Berhias Untuk Istri (24).
  15. Kunci Penyelesaian Masalah (25).
  16. Menghadapi Rasa Cemburu (27).
  17. Berpisah Dengan Suami Demi Iman (28).
  18. Sedekah Isteri (30).
  19. Kerjasama Suami Isteri (31).
  20. Suami Yang Kikir (33).
  21. Duka Isteri Yang Tergantikan (34).
  22. Tugas Ibu Rumah Tangga (36).
  23. Taat Pada Suami (38).
  24. Pulang Mendadak (40).
  25. Lama Meninggalkan Isteri (41).
  26. Cerita Hubungan Seks (42).
  27. Menutupi Duka (43).
  28. Berkeluarga Sampai di Medan Perang (46).
  29. Nafkah Batin (48).
  30. Sedekahkan Harta Suami (49).
  31. Mengutamakan Orang Lain (50).
  32. Sibuk Tanpa Pembantu (52).
  33. Kehangatan Suami Isteri (53).
  34. Menyiapkan Mental Keluarga (54).
  35. Konsultasi Keluarga (56).
  36. Teguran Kasih Sayang (59).
  37. Keadilan Suami (61).
  38. Tidak Emosional (62).
  39. Hak Isteri (63).
  40. Fitnah Keluarga (65).
  41. Tidak Mengganggu Isteri (68).
  42. Ketaatan Isteri Pada Suami (70).
  43. Tetap Gembira Meski Lapar (73).
  44. Calon penghuni Surga (74).
  45. Duka Cita (76).
  46. Sayang Anak (77).
  47. Dialog Orang Tua Dengan Anak (78).
  48. Menghukum Anak Sendiri (79).
  49. Menerima Kritik Anak (80).
  50. Menyayangi Anak Angkat (82).
  51. Durhaka Pada Orang Tua (84).
  52. Menyayangi Anak (86).
  53. Momong Cucu (87).
  54. Mencintai Anak Dan Orang Tua (88).
  55. Bermain Dan Bercanda (90).
  56. Anak Dan Majelis Ilmu (91).
  57. Dakwah Kepada Orang Tua (92).
  58. Utamakan Orang Tua Daripada Perang (94).
  59. Berbakti Pada Orang Tua (95).
  60. Menyenangkan Anak (96).
  61. Teladan Ibadah (98).
  62. Tidak Mencela Keluarga (99).
  63. Keluarga Dermawan (100).
  64. Mempersiapkan Generasi Pejuang (103)
  65. Tidak Berdusta (104).
  66. Adil Terhadap Anak (105).
  67. Mengakui Anggota Keluarga (106).
  68. Anak Pejuang (107).
  69. Kebahagiaan Orang Tua (109).
  70. Orang Tua Yang Sakit Hati (111).
  71. Anak Yang Dibanggakan (113).
  72. Ayah dan Anak Jadi Mujahid (116).
  73. Canda Anak Kecil (118).
  74. Bukan Tidak Mau Taat (119).
  75. Membenahi Keluarga (121).
  76. Menyampaikan Pesan Dakwah (124).
  77. Memperebutkan Anak (125).
  78. Tidak Taat Dalam kebohongan (126).
  79. Balas Budi (128).
  80. Mendorong Anak Berjihad (130).
  81. Istiqamah Penyebab Keluarga Masuk Islam (133).
  82. Adik Membebaskan Kakak (135).
  83. Keluarga Pejuang (137).
  84. Tidak Menganiaya Pembantu (139).
  85. Sederhana Tapi Dermawan (140).
  86. Berdakwah Kepada Keluarga (142).
  87. Menghias Diri Dengan Kedermawanan (144).
  88. Bahagia Setelah Istiqamah (146).
  89. Gembira Setelah Menderita (148).
  90. Berjuang Bersama Anak-Anak (150).
  91. Pelopor Kedermawanan (152).
  92. Tabah Meskipun Mendapat Dua Musibah (154).
  93. Keluarga Tahan Menderita (156).
  94. Menjaga Rahasia (158).
  95. Senang Didoa’kan (159).
  96. Menghormati Tamu (160).
  97. Mengutamakan Tamu (163).
  98. Membantu Kesulitan Keluarga (164).
  99. Suka Memberi (165).
  100. Bayar Utang (166).
Salah satu kisah yang ada di buku ini berjudul: SEDEKAH ISTERI, silahkan dibaca.

SEDEKAH ISTERI

Salah satu persoalan keluarga yang sering terjadi adalah kesulitan ekonomi. Abdullah bin Mas’ud mengalami hal itu.

Suatu ketika, Zainab, isteri Abdullah bin Mas’ud mendengarkan ceramah Rasulullah saw sehabis shalat subuh berjamaah dihadapan jamaah wanita. Diantara isi ceramahnya adalah bahwa banyak ahli neraka yang terdiri dari wanita, karenanya para wanita harus terus mendekatkan diri kepada Allah swt sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Setelah mendengarkan ceramah, Zainab langsung pulang ke rumah dan mengambil perhiasan emasnya untuk disedekahkan. Ibnu Mas’ud kemudian bertanya: “Mau kemana engkau membawa pperhiasan itu?”.

Zainab menjawab bahwa ia mau mensedekahkannya sebagaimana pesan yang baru saja disampaikan oleh Rasulullah saw dalam ceramahnya.

“Sudah, sedekahkan saja untuk saya dan anak-anak”, pinta sang suami.

“Tidak, aku harus menemui Rasulullah saw terlebih dahulu”, tegas Zainab.

Kepada Rasul, Zainab mengatakan: Ya Rasul, tadi aku dengar tausiyah darimu, saya langsung pulang dan mengambil perhiasan ini untuk saya sedekahkan sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah swt, namun suami saya justeru ingin agar sedekah ini diberikan saja kepadanya dan anak-anak kami, karena ini juga tempatnya bersedekah”.

Mendengar hal itu, Rasulullah saw menjawab: “sedekahkan saja untuknya dan untuk anak-anak kalian, bahkan kamu akan memperoleh dua pahala, yakni pehala sedekah dan memperkokoh hubungan kekeluargaan.

Dari cerita di atas, pelajaran yang harus kita ambil adalah:

1. Suami isteri idealnya bisa saling bahu membahu untuk bisa mengatasi persoalan.
    2. Menafkahi keluarga termasuk sedekah yang harus diutamakan.

Tentang ahmadyani.masjidasia

Admin adalah orang-orang yang peduli terhadap kemaslahatan umat, terutama dalam menghadapi tantangan zaman berupa hujatan, fitnah, dan upaya-upaya lain yang mendeskriditkan dunia Islam. "Biodata Penulis".
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment