Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5[ImagesOnly]

Style6

Oleh : Ust Buchori Muslim

Fakfak, adalah nama sebuah Kabupaten di Papua Barat.  Dari Wilayah ini diperkirakan menjadi wilayah pertama masuknya Islam di Bumi Cendrawasih. 

Hal ini bisa terlihat di antaranya dari peninggalan masa lampau yang tersisa,  berupa Al Qur'an raksasa asli tulisan tangan buah karya Fenomenal yang saat ini tersimpan rapih di Salahsatu Rumah Raja.  Belum lagi situs lainnya yang bertebaran di Seantero Tanah berbatu penghasil buah Pala ini.

Tradisi keislaman yang unik dan khas juga postur dan face "wajah" bernuansa Arab bahkan dari keluarga kalangan Habaib sudah sangat menyatu dan lekat dengan Ummat dan Rakyat di Negri satu tungku tiga Batu ini. 

Berderet nama atau marga Habaib begitu menyatu dan tak bisa dipisahkan dari Tanah Nuu Waar ini.  Misalnya Attamimi,  Al Hamid,  Al Idrus dan masih banyak lainnya,  bahkan Bupati Fakfak yang Muslim,  juga Wakil Gubernur adalah turunan Keluarga besar At Tamimi. 

Masjid,  sebagai simbol utama Kaum Muslimin berjejer bagai cendawan yang tumbuh di musim hujan,  bahkan itu terlihat sejak transit di Spring. 

Masjid Agung Baitul Ma'mur Fakfak adalah icon istimewa kota Pala ini.  Masjid Agung yang dibangun di masa Bupati Dr H Wahidin Puarada,  punya bentuk Istimewa dan artistic menawan yang terletak di bukit dengan pemandangan indah berlatar lautan nan teduh.

Tanah berbukit lagi berbatu ini,  masih tersisa ada bangunan Indah menawan di tepi Pantai Kampung Merapi,  Distrik (kecamatan)  Fakfak Tengah ini ada Masjid An Nuur yang berdiri sejak tahun 1883 dan telah beberapa kali renovasi. Terakhir direnovasi tahun 2012 dengan bentuk yang asri man mempesona.  MaasyaAllah Tabaarakallah.

Masjid indah dan megah ini menampung sekitar 600an jamaah Shalat,  dan Masjid Agung Baitul Ma'mur menampung 1500an jama'ah.

Kerukunan hidup antar ummat beragama sangat harmonis, dengan icon satu tungku tiga batu yang juga tergambar dari bangunan kantor Bupati melambangkan harmoni antara Islam, Katolik dan Protestant,  tiga Agama yang dianut masyarakat. 

Ketika Al faqir didaulat menjadi penasihat pernikahan dari Keluarga Wakil Gubernur, Muhammad Lakatoni, SH, M.Si dan Bupati Drs Muhammad Uswanas, M.Si saya merasakan dan menyaksikan nuansa dan aroma khas yang sangat mental warna Islamnya seperti di Kampung halaman Al Faqir di Lohayong Solor,  Lewo Kota - Lewo Si'a no Apu ( Kampung Garam dan Kapur).

Di saat Resepsipun sangat Islami,  di mana sang pengantin putri yang terbalut busana muslimah juga yang amat penting dan istimewa adalah,  pesta yang dihadiri ribuan orang di Gedung Tenis ini,  semua makan dengan minimal duduknya  di kursi,  sesuatu yang jarang kita jumpai pada pesta di Kota-Kota besar.

Intinya,  Papua itu Indah dan menawan.  Sang Bupati dengan suara khas "Brury Pesolima" yang telah menjabat untuk periode kedua ini,  sempat berbisik pada Al Faqir,  Pa Ustadz,  tolong do'akan dan bantu kita akan adakan seminar Nasional tentang Masuknya Islam di Papua dan akan segera membangun Universitas Islam bertaraf International di atas lahan waqaf seluas 100 hektar. 

Selamat berkarya buat Pa Mocha Bupati Fakfak,  Pak Mola Wakil Gubernur Papua Barat,  Juga saudara dan Sahabatku Ustadz Ahmad Nausrau Ketua MUI Provinsi termuda se Indonesia,  semoga Allah عزوجل selalu membimbing dengan hidayah-Nya menuju Papua yang berdaulat dan bermartabat.

Tentang admin

Admin adalah orang-orang yang peduli terhadap kemaslahatan umat, terutama dalam menghadapi tantangan zaman berupa hujatan, fitnah, dan upaya-upaya lain yang mendeskriditkan dunia Islam. "Biodata Penulis".
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment