Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5[ImagesOnly]

Style6

Banyak lahan garapan di Indonesia bagian timur. Termasuk lahan dakwah untuk umat Islam disana. Banyak desa di pulau tersebut, yang warganya berstatus mualaf. Pembinaan melalui sarana dan prasarana yang disediakan syariah Islam, masih sangat dibutuhkan. GlobalQurban (GQ) melihat wilayah Indonesia bagian timur sangat tepat dijadikan pilihan sasaran program GQ.

Idul Adha 1435 Hijriah yang lalu, GQ beruntung bisa menyapa saudara-saudara di Kabupaten Pulau Seram Bagian Timur (SBT), Pulau Seram, Provinsi Maluku. Hasan Rumata, yang didapuk sebagai implementator GQ disana, sangat berbahaia melihat saudara-saudara seiman tahun yang lalu bisa menyantap daging qurban yang berasal dari para pequrban berbagai penjuru negeri.

Di Kabupaten SBT, ada tiga kecamatan yang warganya menjadi penerima manfaat (benefisiaris) GlobalQurban. Tiga kecamatan itu Kecamatan Bula Barat, Bula dan Teluk Waru. Di tiga kecamatan itu, 20 ekor sapi dengan berat minimal 200 kilogram per ekornya berhasil dipersembahkan bagi saudara-saudara muslim di SBT. Hewan-hewan qurban tersebut merupakan amanat dari  berbagai pihak, yakni dua ekor dari Lembaga Amil Zakat Yaumil Bontang, satu ekor dari Global Islamic School Condet, Jakarta, lima ekor dari sebuah lembaga LAZ Turki, Hayrat, dan 12 ekor dari pequrban perorangan.

Kecamatan Bula sendiri mendapat jatah enam ekor, Bula Barat 12 ekor dan dua ekor untuk warga Teluk Waru. Distribusi hewan qurban tersebut tentu saja berdasarkan rasio jumlah warga di masing-masing kecamatan.

“ Untuk menyukseskan pembagian daging qurban tersebut tak kurang dari 15 relawan lokal ACT dikerahkan untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil di tiga kecamatan tersebut. Jangan membayangkan kecamatan di Indonesia bagian timur sama dengan wilayah kecamatan di Indonesia bagian barat. Wilayah kecamatan disana sangat luas,” ungkap Hasan Rumata.

Hasan Rumata berharap, GlobalQurban tahun ini kembali bisa menyapa kaum muslimin di pelosok-pelosok Indonesia bagian timur, termasuk di Pulau Seram.

“ Kontinyuitas komunikasi melalui sarana ibadah sosial yang disyariatkan oleh Allah subhanahu wata’ala sangat penting. Hal ini selain untuk menjaga  aqidah umat, melalui silaturahim di momen-momen hari raya, seperti hal Hari Raya Qurban, juga menebar bahagia di saat kondisi ekonomi warga yang sangat mungkin masih dalam keadaaan sulit, akibat berbagai faktor, baik faktor internal, seperti rendahnya tingkat pendidikan, lapangan kerja yang terbatas, atau kondisi eksternal, seperti gejolak rupiah yang terus melemah yang menyebabkan inflasi terus terjadi, berujung pada lonjakan harga-harga yang dibutuhkan warga kebanyakan.” ujar Sri Eddy Kuncoro, yang kali ini diberi amanat menggawangi suksesnya program GlobalQurban tahun 1436 Hijriah, kepada GlobalQurban.com, Selasa, 11 Agustus 2015.


Mau Qurban Buat Mereka, BACA SELENGKAPNYA DISINI 
 

Tentang admin

Admin adalah orang-orang yang peduli terhadap kemaslahatan umat, terutama dalam menghadapi tantangan zaman berupa hujatan, fitnah, dan upaya-upaya lain yang mendeskriditkan dunia Islam. "Biodata Penulis".
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment