Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5[ImagesOnly]

Style6

Di masa depan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) harus terus menyampaikan fatwa dan program rintisan untuk mencerahkan bangsa dan mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Harapan ini disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI), Bidang Sarana, Hukum dan Waqaf, Drs. H. Muhammad Natsir Zubaidi, dalam rilisnya kepada DMI.OR.ID pada Sabtu (22/8) pagi.
“MUI akan melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) ke IX pada Senin (24/8), hingga Kamis (27/8) di Surabaya. Hendaknya MUI tetap konsisten menyampaikan fatwa dan program-program rintisan, unggulan dan strategiknya dalam mencerahkan bangsa dan mengawal NKRI,” tutur Natsir pada Sabtu (22/8).
Menurutnya, sesuai dengan jatidiri ulama sebagai waratsatul ambiyaa, maka MUI harus konsisten dalam menjaga perannya sebagai pewaris dan pembawa Risalah kenabian.
MUI, lanjutnya, juga harus konsisten dalam menjaga perannya sebagai Majlis Mufti. pembimbing dan pelayan umat, serta pelopor pemikiran Tajdid dan penggerak perbaikan umat dan bangsa (ishlahul ummah).
“Saya mengapresiasi tema Munas MUI, yakni Islam Washatiyah untuk Indonesia dan Dunia yang berkeadilan dan berkeadaban,” paparnya.
Sebagai negeri Muslim terbesar di dunia, lanjutnya, sudah sewajarnya jika berbagau organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam yang menjadi pilar utama MUI memberikan kontribusi pemikiran kepada dunia internasional, khususnya dunia Islam.
Guna mempersiapkan agenda besar itu, tuturnya, ke depan, MUI harus menggunakan pendekatan kompetensi (profesionalisme) dalam merekrut pengurus-pengurusnya di komisi-komisi dan lembaga-lembaga, di samping tetap mempertahankan sistem keterwakilan ormas-ormas Islam.
“MUI sepatutnya melibatkan kalangan Perguruan Tinggi (PT) dan Pesantren, sesuai dengan bidang keahlian dan kemampuannya, dalam merekrut pengurus di lembaga-lembaga dan komisi-komisi yang ada, dengan pendekatan profesionalisme,” ujarnya.
“Apalagi MUI sebagai wadah para ulama, zuama dan cendekiawan Muslim senantiasa menghadapi tantangan yang berubah-ubah sesuai dengan zamannya,” ucap Natsir.
Sebagai salah satu ormas pendiri MUI, jelasnya, Dewan Masjid Indonesia (DMI) berharap agar ormas-ormas pendiri MUI yang masih eksis dapat diikutsertakan dalam memperkuat peran MUI sebagai tenda besar umat Islam di masa depan.
Misalnya, paparnya, ormas-ormas pendiri MUI seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, DMI, Al-Washliyah, Mathlaul Anwal, Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) dan lain-lain.[DMI]

Tentang admin

Admin adalah orang-orang yang peduli terhadap kemaslahatan umat, terutama dalam menghadapi tantangan zaman berupa hujatan, fitnah, dan upaya-upaya lain yang mendeskriditkan dunia Islam. "Biodata Penulis".
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment