Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5[ImagesOnly]

Style6

Pernah kesulitan mencari hewan kurban? Kalaupun ada harganya selangit apabila menjelang kurban bukan? Pernahkah anda menemui hewan kurban yg memiliki penyakit?
Apakah anda yakin hewan kurban anda memenuhi syarat2 untuk dikurbankan??
Apakah pernah kita berfikir bahwa hewan kurban kita telah sampai ke para mustahiq dg tepat?
Permasalahan2 ini timbul karena pemimpin2 agama kita di Indonesia masih kurang kompak dan kurang inovasi dlm mencari solusi umat..(lebih bnyk mikir politik dan kekuasaan golongan mereka saja)..‪semoga‬ saya keliru..
Di Arab Saudi.. sebagai negara yg setiap tahun selalu melaksanakan ritual kurban yg meliputi umat seluruh dunia..pastilah memiliki system yg teruji dan mapan..kita sebenarnya tak perlu malu meniru system ADAHI (system Pemanfaatan Daging Hewan Kurban di musim Haji) yg dikelola "satu pintu" melalui Bank khusus.
Mari kita lihat system ADAHI ini ;
ADAHI adalah system layanan resmi pemerintah kerajaan Arab Saudi yg membantu peziarah haji dalam melakukan ritual haji (saat kurban, membayar dam, dll) melalui Bank Pembangunan Islam (IDB) yg tersebar di kota2 suci Arab Saudi dan telah beroperasi selama 34 tahun.
Setiap tahun IDB menawarkan kupon kurban harga resmi (tahun 2015 ini bernilai SR475 atau $127) yg bertujuan untuk memastikan kualitas, tepat syarat, dan terbaik untuk daging kurban dengan biaya yang terjangkau jemaah.
Peziarah dapat membeli kupon kurban secara online atau dari outlet yg telah ditunjuk.
Orang juga bisa membeli kupon melalui website proyek www.adahi.org dan boleh membayar dengan kartu kredit.
Untuk tahun haji 1436H (2015) ini beberapa konsulat asing telah menandatangani nota kesepahaman dengan IDB berkaitan dengan pembelian dan pemotongan hewan kurban (entah Indonesia apakah ikut serta dlm kesepahaman ini blm ada kabar..)
Apa manfaat system ADAHI ini?
Sebelum adanya system ini, menyembelih hewan kurban dilakukan ditempat2 sprt di jalan2, bukit2, sekitarnya tempat2 suci/mesjid dll... sehingga pemerintah berupaya mensosialisasikan dlm meningkatkan kesadaran di antara para peziarah untuk menghindari membeli hewan korban dari sumber yang tidak sah. Broker tanpa izin mengambil keuntungan dari peziarah ketika datang untuk membeli dan menyembelih ternak, serta mereka mudah mempermainkan harga hewan kurban menjadi mahal atau tidak memenuhi persyaratan dalam perjanjian antara peziarah dan penjual. Selain itu, tukang daging tidak resmi tidak mematuhi standar kesehatan dan kondisi agama.
Untuk itu system ADAHI bertujuan untuk mengisi kesenjangan dengan memastikan ternak disembelih sesuai dengan persyaratan agama dan kesehatan dan daging didistribusikan kepada orang-orang yang memenuhi syarat.
Pelaksanaan system ADAHI tahun ini mempekerjakan 40.000 orang, termasuk tukang daging, dokter hewan dan ahli syariah.
Pemerintah Saudi telah menghabiskan lebih dari SR2 miliar untuk membangun rumah pemotongan otomatis yg modern utk hewan kurban di Mina.
Tahun lalu 900.000 ekor domba disembelih dan dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan di 24 negara di bawah pengawasan Bank Pembanguna Islam ini..
System ADAHI pun menekankan pada kepentingan utk melindungi lingkungan sebagai tempat suci yg menjadi rentan terhadap polusi karena beberapa faktor, termasuk pemotongan yang tidak sah, selama haji.
‪#‎Akankah‬ Indonesia (kemenag dan bank2 islam di Indonesia) mampu memiliki inovasi sprt ini?..bukankah aset muslim Indonesia sangat besar?..pemerintah bisa kerjasama dg petani peternak hewan kurban, selain itu penyebaran daging kurban bisa merata di seluruh wilayah Indonesia dan mungkin kita pun bisa memberikannya ke negara2 muslim miskin lainnya sprt ke Myanmar, Philipina, dll...wallahua'lam..
Alexandriah, 13 dzulqaidah 1436H.
By me LNH🆔

Tentang admin

Admin adalah orang-orang yang peduli terhadap kemaslahatan umat, terutama dalam menghadapi tantangan zaman berupa hujatan, fitnah, dan upaya-upaya lain yang mendeskriditkan dunia Islam. "Biodata Penulis".
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment