Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5[ImagesOnly]

Style6

Profil Masjid Al Falah, Tanah Rendah Tanah Abang

MASJID AL FALAH awalnya adalah merupakan sebuah Langgar yang sangat sederhana, yang di bangun oleh Keluarga Bapak H. Saimin ‘Rahimahullah’ untuk tempat shalat warga sekitar, yang didirikan sekitar tahun 1917. Kemudian, sekitar tahun 1965 Langgar tersebut diwakafkan lalu dibangun menjadi sebuah Masjid. Pada zaman Orde Lama tersebut Masjid Al Falah adalah merupakan salah satu Masjid yang aktif dalam pergerakan dakwah dan politik, berbagai aktifis organisasi Pemuda Islam pernah menjadikan Masjid Al Falah sebagai markas pergerakan untuk melawan Gerakan 30 S PKI


Beberapa Gerakan organisasi yang pernah Aktif di Masjid Al Falah adalah Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiah, HMI,PII serta Masyumi. Setelah H. Saimin wafat, Kepengurusan Masjid Al Falah dipegang Oleh menantunya yang bernama H. Moch. Basri. Pada zaman beliaupun kegiatan – kegiatan kepemudaan tetap aktif dan sekitar  tahun 1975 dibentuklah organisasi remaja masjid yang bernama RISMALAH (Remaja Islam Masjid Al Falah) yang anggotanya tidak hanya dari lingkungan Jati Baru dan Tanah Rendah tetapi banyak juga Anggota RISMALAH berasal dariberbagai wilayah di DKI Jakarta.Sekitar tahun 1990, kembali Masjid Al Falah berganti kepengurusan karena wafatnya Bapak H. Moch. Basri ‘Rahimahullah’ lalu berikutnya di gantikan oleh Bapak H. Usman Djunaedi.

Pada periode Kepengurusan Bapak H. Usman Djunaedi Tahun 1992 Masjid Al Falah telah mengurus legalitas status tanah dan memiliki Sertifikat Wakaf dari BPN dengan nomor 09.01.06.03.1.00379 dengan luas tanah 92 m2. Pada periode beliau masjid Al Falah mengalami renovasi dengan meninggikan atap dan memasang plafon di pelataran samping Masjid Al Falah. Periode selanjutnya pada tahun 1999 kembali terjadi pergantian kepengurusan dikarenakan wafatnya Bapak H. Usman Djunaedi ‘Rahimahullah’ , berikutnya Kepengurusan dipimpin oleh Bapak H. Sukirman sejak tahun 1999 s/d tahun 2013. Pada periode beliau terjadi dua kali Renovasi Masjid, disebabkan jumlah jamaah yang semakin banyak. Maka dengan meminta izin kepada Pemerintah Kelurahan setempat dan Instansi terkait lainnya, maka masjid Al Falah memanfaatkan bantaran kali untuk dijadikan tempat wudhu dan selasar teras Masjid untuk ruang shalat. Selain itu dibuatkan juga canopi di luar Masjid untuk melindungi jamaah dari panas dan hujan ketika pelaksanaan Shalat Jum’at dan Shalat


Selanjutnya pada periode sekarang kepengurusan Masjid Al Falah di pegang oleh para pemuda Masjid yang diketuai oleh Saudara Yusuf Maulana, dikarenakan kepengurusan yang lama banyak yang sudah sepuh dan sakit – sakitan. Melihat perkembangan wilayah Jati Baru dan sekitarnya yang semakin padat, karena wilayah yang dulunya pemukiman warga kini sebagian berubah menjadi pasar yang cukup ramai. Jamaah Masjid pun membludak dan tidak tertampung ketika Shalat Fardhu lima waktu, terlebih lagi ketika Shalat Jum’at.

Insya Allah pada periode sekarang, kegiatan keislaman di Masjid Al Falah makin diintensifkan.Berbagai kegiatan rutin yang ada di Masjid Al Falah antara lain :

1.    Shalat Fardhu berjamaah
2.    Pengajian Tafsir dan Tahsin Al Qur’an setiap Selasa malam Rabu ( peserta utama pemuda
3.    Pengajian Tahsin dan Kajian Umum setiap Ahad malam Senin ( peserta utama kaum ibu )
4.    Pengajian Kitab Al Wajiz yang Insya Allah setiap Sabtu pekan pertama dan pekan ketiga
5.    Kajian Bulanan tematik ( peserta untuk umum )
6.    Bakti Sosial (Pelatihan Ruqyah / Pengobatan Gratis, Santunan Yatim dan Dhuafa )
7.    Buka Puasa bersama di Bulan Ramadhan
8.    Penggalangan Zakat Infaq Shadaqah
9.    Pemotongan hewan qurban dan pendistribusiannya
10.  Kepanitiaan Bersama penyelenggaraan Shalat Ied dengan Masjid dan Mushalah sekitar
11.  Pembentukan kembali TPQ Al Falah, dll.

Pada masa datang, Insya Allah kegiatan dakwah keislaman di Masjid Al Falah akan di kembangkan lagi menuju Pemberdayaan Ummat dan Masyarakat sekitar, sehingga Ukhuwah Islamiyah akan semakin terkait, terjaga, serta lebih terasa lagi. Semoga Allah Subhanahu Wata’aala memberikan jalan kemudahan dalamurusan dakwah ini, sehingga segala niat ibadah kita dapat terlaksana dengan khusyu’.
dan kaum bapak )

Kondisi Masjid Al Falah Sekarang

 Masjid Al Falah kini kondisinya sangat memprihatinkan, setelah renovasi 15 tahun terakhir, sudah banyak bagian masjid yang rusak parah. Mulai dari dinding/tembok yang retak-retak, keramik banyak yang copot dan pecah, kayu atap dan plafon yang lapuk sangat mengkhawatirkan, serta keadaan tempat wudhu yang sempit dan tidak mempunyai toilet.

Padahal di saat bersamaaan jumlah jamaah semakin membludak pada setiap waktu shalat, terlebih lagi jika shalat Jum’at. Diyakini bahwa hal tersebut merupakan dampak dari perubahan wilayah Jati baru dari pemukiman padat berganti menjadi pasar yang ramai, karena letak wilayahnya sangat strategis hanya 100 m dari Stasiun dan 500 m dari Pasar Tanah Abang Blok A, B, E, F, dan G

Melihat kondisi tersebut, kami selaku DKM Masjid Al Falah berusaha meminimalisasi kerusakan dengan memperbaiki dan menambah beberapa fasilitas untuk kenyamanan jamaah. Mulai dari perbaikan instalasi air, perbaikan Sound System, perbaikan plafon serta talang air. Akan tetapi, semakin diperbaikisemakin banyak terlihat bagian yang rusak. Akhirnya kami memutuskan untuk melakukan renovasi besar-besaran guna memberikan pelayanan yang terbaik bagi jamaah dan masyarakat,serta menjaga keselamatan para jamaah yang sedang beribadah.

Renovasi Besar Besaran
Akhirnya, pada tanggal 16 Mei 2015 melalui Rapat Pengurus DKM  Masjid Al Falah beserta para jamaah sepakat untuk membentuk Panitia Renovasi Masjid Al Falah. Dalam rapat tersebut terpilihlah  Bapak Syarifullah sebagai Ketua Panitia Renovasi Masjid Al Falah.

 Donasi dapat disampaikan kepada panitia renovasi Masjid Al Falah dengan alamat sebagai berikut:
 Alamat : Jl. Tanah rendah sebrang 1 No.65 ( Jati Baru 1) RT.002 RW.003
                 Kel , Kampung Bali , Kecamatan Tanah Abang
          Jakarta Pusat 10250
E-mail : renovasimasjidalfalah65@gmail.com

Bank BCA , Cabang Tanah Abang Bukit
No Rekening : 369 1141 908  a.n. Dadang Maulana
(Bendahara Panitia Renovasi Masjid Al Falah)

Bank BRI Syariah , Cabang Cikini Gold Center
No Rekening :  101 769 2651 a.n. Yusuf. Maulana
(Wakil Ketua Panitia Masjid Al Falah)

Contact Person :
 1. Syarifullah         ( 0812-8105-6678 )
 2. Yusuf Maulana     ( 0821-1111-9595 )
 3. Chaidirsyah         ( 0878-7541-1676 )
 4. Dadang Maulana     ( 0818-0725-5535 )

LIHAT PROPOSAL LENGKAP
KLIK GAMBAR DIBAWAH

a

Masjid Baitur rahim Pesing

Masjid Baitur Rahim yang beralamat jl.Kampung bali pesing No.22 Rt.01/03 Wijaya Kusuma, yang tepatnya disebelah barat Stasiun Pesing, berada di daerah yang dulunya dikenal sebagai Pasar Ayam hingga sampai sekarang wilayah tersebut dinamai pasar ayam. 

Masjid Baitur rahim sebelumnya adalah sebuah Musholla yang didirikan oleh Pak Mukmin di tanah beliau dan musholla tersebut bernama Nurul Mukmin, tetapi musholla tersebut pernah tidak digunakan untuk beribadat hingga pernah beralih fungsi menjadi tempat parkir sepeda hingga beberapa tahun, kemudian datang Ust Toto Bari dan juga Ust Arifin (Pengurus Yayasa Ihsan Nur Rijalul Masajid) yang kembali menghidupkan dengan kegiatan majlis taklim. Sebagaimana penuturan Ust Cokro yang merupakan salah satu pengurus Masjid Baitur Rahim. 
Dan berdasarkan penuturan beliau ada pak Abdurrahim yang pernah bernadzar akan membangun sebuah masjid jika tanah miliknya laku dijual. Dan seiringnya waktu tanah dari pak Abdurrahim ada yang membeli dengan nilai 2 Milyar, dan kemudian beliau menyumbangkan 200 juta untuk pembangunan Masjid, untuk mengenang jasa dari pak Abdur rahim, Masjid tersebut dinamai Masjid Baitur Rahim. Selain digunakan untuk pelaksanaan sholat rawatib, Masjid Baitur Rahim juga ada kegiatan pengajian anak anak yang dilaksanakan ba’da sholat Maghrib dan pengajian ibu ibu yang dilaksanakan pada malam selasa yang kedua kegiatan tersebut dibimbing oleh Ust Cokro dan juga pengajian gabungan antar beberapa masjid dan musholla yang dilaksanakn 2 minggu sekali , pada malam minggu plus Arisan yang dikoordinir Ust Arifin

Profil Masjid Ar Ridho, Jelambar Jakarta Barat

Masjid Jami’ Ar-Ridho berlokasi di jalan Jelambar Utama raya no 42 Rt 002/08, Kelurahan Jelambar Jakarta Barat, yang awalnya tahun 1969-1970-an berupa bangunan mushollah yang berdiri diatas tanah perkavlingan jelambar dengan ukuran 18m X 20m. Sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan pembangunan pada tahun 1972 atas saran dan kesepakatan tokoh tokoh masyarakat di sekitarnya dibangun dan ditetapkan menjadi Masjid, sebagai sarana beribadah dan kegiatan belajar ilmu agama serta syiar agama Islam. Dengan pembatasan ruang, ruang utama bagian barat sebagai sarana ibadah sholat dan pengajian serta ruang belakang/bagian timur digunakan sarana pendidikan agama bagi anak anak di sekitar masjid bersifat diniyah.
Pada tahun 1982-1984 atas kesepakatan pengurus dan jama’ah serta masyarakat, dilaksanakan pemugaran/perluasan ruang utama masjid lantai bawah sampai belakang. Adapun ruang sarana belajar untuk dibangunka dilantai 2 bagian belakang dengan bentuk permanen, selanjutnya diimbangi pembangunan teras masjid bagian depan serta menara dengan bantuan cor beton. Dengan adanya bantuan presiden tahun 1985 sebesar 10 juta rupiah, ruang utama Masjid yang digunakan sarana ibadah direnovasi total dengan bangunan beton berikut kubah masjid permanen.
Bagi sarana pendidikan berupa madrasah Ibdaiyah yang menempati lantai 2 bagian timur dari bangunan masjid, berkembang pesat sesuai dengan arahan program pemerintah dalam mencerdaskan bangsa, yang kemudian pada musyawarah bersama tahun 1998 pengurus Jami’ Ar-Ridho Bpk MGS H.Idrus Ali (selaku ketua Masjid) dengan ketua Yayasan amal kebajikan Arif Rahman (YAKA) Bpk Drs H.M Muniarto sepakat menyerahkan pengembangan sarana pendidikan dengan menempati lahan eks sekolah SD Inpres yang berlokasi Jl Jelambar Madya Utara RT 001/08 Kelurahan Jelambar. Dan pada tahun 2006 Madrasah Ibditaiyah (MI) Ar-Ridho direlokasi ke lokasi tersebut, dan berjalan sampai saat ini.
Setelah MI direlokasi ke tempat baru yang tentunya diawali dengan perbaikan perbaikan gedung sebelumnya yang saat itu dalam kondisi yang rusak, pada tahun 2006 pengurus masjid Jami’Ar-Ridho melaksanakan renovasi masjid secara total dengan bentuk bangunan saat ini, dengan didasari bantuan dari Dinas Bintal dan Kesos Prov DKI Jakarta sebesar Rp 100.000.000,-(Seratus Juta rupiah) serta sumbangan dari para donator, pelaksanaan pembangunan masjid Jami” Ar-Ridho berjalan maksimal sesuai dengan rencana.
Adapun aktifitas kegiatan masjid Jami’ Ar-Ridho  disamping sebagai sarana kegiatan peribadatan sholat juga menyelenggarakan majlis ta’lim kaum bapak dan kaum ibu serta remaja dan kegiata hari besar Islam. Demikian sekilas Profil Jami’ Ar-Ridho, Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala mencurahkan rahmat, inayah dan ridho-Nya.[Pengurus Ar-Ridho]
PETA MASJID (+ perbesar layar peta)

Masjid Agung Al Buruj Di Pulau Buru

Menyebut nama Pulau Buru akan membuat ingatan melayang pada salah satu peristiwa bersejarah dalam perjalanan bangsa Indonesia. Pulau yang termasuk dalam gugusan Kepulauan Maluku tersebut dahulu terkenal sebagai tempat pengasingan ribuan tahanan politik.


Pulau Buru, yang menjadi kabupaten setelah proses pemekaran pada tahun 1999, kini keluar dari citranya yang penuh misteri cenderung kelam. Pulau penghasil minyak kayu putih tersebut telah berbenah dan menjelma sebagai pulau eksotik yang banyak dituju oleh wisatawan, baik lokal maupun internasional.
Salah satu hal nyata dari pembenahan tersebut adalah dibangunnya sebuah masjid megah nan indah yang diberi nama Masjid Agung Al-Buruuj. Nama ini diambil dari surat ke-85 Al-Quran yang berarti gugusan bintang dan dipilih karena penyebutannya hampir sama dengan Kabupaten Buru.
masjid al buruj depanArea masjid yang luas dan bangunan yang berukuran besar membuat Masjid Agung Al-Buruuj terlihat sangat megah. Kubah besar yang dilapisi keramik biru dengan aksen hias diagonal saling melintang berwarna kuning tampak sangat menyita perhatian. Selain kubah, gerbang besar di halaman masjid yang mengingatkan pada model gerbang Eropa Klasik juga terkesan megah.
Memasuki gerbang, pengunjung akan disambut taman yang cukup luas dengan dua kolam. Kolam pertama berbentuk persegi panjang dengan jejeran lampu taman di tengahnya. Kolam kedua terletak di bagian samping, berbentuk bulat dengan aksen pola bintang segi delapan di tengah. Kedua kolam tersebut jika dilihat pada sudut tertentu akan memancarkan refleksi bangunan masjid yang menciptakan nuansa keindahan tersendiri.
Setelah melalui taman, tampak selasar segi empat yang mengelilingi pekarangan masjid. Pola selasar ini mirip dengan yang ada di Masjid Agung Jawa Tengah dan Masjid Kubah Emas Dian Al-Mahri. Pekarangan tersebut dapat menampung hingga sekitar enam ribu jamaah. Pada saat pelaksanaan ibadah shalat Idul Fitri dan Idul Adha, pekarangan ini disesaki oleh jamaah.
masjid al buruj depanMelangkah ke bagian dalam, akan tampak ruang utama ibadah yang terasa lega. Pemandangan yang cukup unik di ruangan ini adalah adanya empat tiang yang terbuat dari plat kuningan dan besi stainless bermotif ukiran geometris dan bintang. Di dalam tiang terdapat lampu hias hijau dan kuning yang jika dinyalakan akan’menjadi aksen hias yang sangat indah.
Bagian atap plafon kubah utama dikelilingi oleh kaligrafi bertuliskan 99
Asma’ul Husna atau nama-nama baik Allah Swt. Seluruh kaligrafi di masjid tersebut dibuat oleh seorang kaligrafer yang merupakan juara satu lomba kaligrafi tingkat nasional.
Selain untuk kegiatan ibadah shalat berjamaah lima waktu, Masjid Agung Al-Buruuj juga disemarakkan dengan aneka aktivitas kerohanian seperti peringatan hari besar Islam, tabligh akbar, dan sebagainya. Masjid dilengkapi fasilitas sekretariat, baik untuk yayasan internal masjid maupun organisasi keagamaan di sana.[duniamasjid]

Video Membedah Buku Pelajar Jakarta Berkarakter

Buku berjudul Program Pelajar Jakarta Berkarakter menuai kontroversi dari masyarakat menyusul adanya tulisan yang menyudutkan agama Islam.

Dalam buku tersebut penulis mengatakan bahwa agama hanya buah pada keputusasaan jiwa yang membawa manusia pada penderitaan hidup yang menjadi penyebab terjadinya peperangan.

Tak sekedar itu penulis juga menyebut bahwa fenomena alam sekedar hasil makanisme natural terlepas dari campur tangan tuhan. Dalam hal ini penulis mengutip pernyataan dari ilmuan barat tentang ketetapan alam.

Dalam sebuah dialog interaktif di salah tv nasional dan juga diunggah di youtube Sabtu (5/9), KH Ali Mustafa Yakub berang dengan diterbitkannya buku tersebut.

“Sekilas saya baca ada yang baik, tetapi melihat yang lain itu sangat buruk karena membawa pada atheisme. Didalam buku itu disebutkan tuhan adalah hasil ilusi manusia akibat ketertekanan jiwa. Ini biasanya disampaikan oleh orang-orang komunis” ujarnya.

Ketika barang itu buruk tidak dikatakan buruk maka seolah akan menjadi baik ini yang menjadi persoalan.

KH Ali Mustafa juga berpesan kepada masyarakat bahwa, “Jangan membaca buku ini sebelum direvisi”

Sementara itu Samsul Maarif selaku pembina Yayasan Al Kahfi terlihat tidak memahami dan terkesan menutupi kekurangannya dengan mengalihkan bahan diskusi.

Ia juga mengatakan buku ini bukan kontroversi karena media hanya mengambil sepotong-potong.

Bahkan Samsul juga tidak mengetahui dihalaman berapa atas argumentasinya malah mengatakan bahwa itu merupakan kasalahan taruh (layout).

Namun Samsul Maarif dalam diskusi tersebut juga menyatakan penyesalan dan mengakui bahwa buku tersebut perlu adanya penyempurnaan.

Buku yang diterbitkan oleh Yayasan Al Kahfi dan Dinas Pendidikan DKI itu sendiri berisi tentang pendidikan karakter dan pendidikan mental yang digunakan oleh trainer (pengajar) kepada siswa pelajar.

Sementara itu Ibnu Hamad selaku pengamat pendidikan yang hadir dalam dialog itu menjelaskan buku ini mengandung beberapa kesalahan diantaranya masalah komunikasi dan subtansinya yang perlu dibenarkan.

“Implikasinya buku ini kalau tidak direvisi kedepan akan menjadi persoalan terus. Harusnya Dinas Pendidikan DKI lebih teliti dalam menerbitkan sebuah buku.”
a

Masjid Teungku Andjong

Sejarah mencatat, agama Islam masuk ke wilayah Aceh antara lain melalui pedagang-pedagang Arab. Sambil berniaga mereka mengem¬bangkan agama Islam yang ternyata diterima oleh penduduk setempat. Bahkan di kemudian hari, perkembangan Islam di daerah ini tercatat paling cepat berkembang. Ini tentu saja tidak terlepas dari sikap para pedagang yang arif lagi bijaksana.
Tersebutlah seorang Raja Aceh yang cukup terkenal dengan nama Sultan Alaidin Mahmud Syah. Ia hidup di abad ke-12 Hijriah (abad 18 M). Oleh masyarakat Banda Aceh, ia dikenal sebagai raja yang arif dan berpengetahuan tinggi terutama dalam hal-hal yang menyangkut hukum Islam.
Kedatangan ulama ke suatu daerah ibarat seberkas sinar yang menyinari sekelilingnya. Sehingga, yang redup akan menjadi cerah, yang gelap akan menjadi benderang, bahkan akan menjadi tuntunan bagi masyarakat dalam mengatur tata hidup untuk mencapai kesejahteraan lahir batin, baik dunia maupun akhirat.
Sebelum Islam datang ke Tanah Air ini, kebudayaan daerah se¬tempat telah berabad-abad lamanya dipengaruhi oleh budaya Hindu dan Budha. Tetapi, dengan masuknya ulama ke suatu daerah, satu per satu daerah itu mengalami peleburan kepercayaan dan keyakinan baru, yaitu agama Islam.
Begitu pula kondisi agama di Kelurahan Peulanggahan, Banda Aceh, belum sempurna sebagaimana hukum dan akidah yang hakiki. Namun, setelah Peulanggahan kedatangan Syekh Abubakar bin Husin Bafaqih yang datang dari Arab Saudi (Hadhramaut) masyarakatnya mulai mengubah sikap negatif ke sikap positif, dinamis, dan agamis.
Hal itu dapat terjadi karena tidak saja pendatang tersebut lebih pandai, tetapi dia juga bijaksana, terbuka dalam memimpin dan mau memahami sifat-sifat pengikutnya, ditambah lagi dia mau bersedia mengorbankan harta, tenaga, pikiran, bahkan dia sendiri yang langsung menjadi gurunya.
Dia bukan saja sebagai ulama yang zuhud, tetapi ia juga seorang ulama modern. Dalam mengembangkan ajaran Islam, dialah yang menyediakan sarananya. Rumahnya yang terbuat dari pelepah daun, dijadikan asrama untuk bermalam para muridnya dalam memperdalam agama Islam. Kian hari rumahnya kian sempit dan akhirnya dia tidak sanggup menampungnya.

Mendirikan Masjid

Melihat perkembangan yang cukup menggembirakan itu maka Syekh Abubakar pun tergerak hatinya untuk membangun masjid. Masjid tersebut bukan saja digunakan untuk tempat melakukan shalat rawatib (lima waktu), tetapi juga digunakan untuk bermusyawarah yang langsung dipimpinnya.
Karena itu, wajar jika kemudian pengikutnya amat menyayangi dan hormat kepadanya. Begitu hormatnya masyarakat Peulanggahan kepada Syekh Abubakar, sampai-sampai dia tidak dipanggil berdasar¬kan namanya, tetapi dengan panggilan “Teungku Andjong” yang berarti ‘disanjung’ atau ‘dimuliakan’. Ini sudah menjadi tradisi masyarakat Aceh jika menemui orang mulia atau terhormat langsung tidak lagi dipanggil namanya. Seperti Teungku Haji Saman, yang akhirnya lebih dikenal dengan nama Teungku Cik Di Tiro.
Dalam catatan sejarah, Syekh Abubakar, yang meninggal tahun 1782 M, adalah seorang ulama besar yang banyak sekali jasanya dalam mengembangkan agama Islam di wilayah Banda Aceh, khususnya di daerah Peulanggahan. Bahkan, menurut cerita orang-orang Aceh, banyak peninggalan Syekh Abubakar yang masih dapat dimanfaatkan oleh masyarakat muslim Aceh hingga sekarang. Peninggalannya antara lain sebuah rumah besar dan sebuah Masjid “Teungku Andjong” yang terletak di Peulanggahan, Banda Aceh. Bahkan, ada pula peninggalan berupa tanah waqaf seperti yang terdapat di kelurahan Merduati, Lampaseh, dan Kabupaten Pidie.
Menurut catatan Departemen Agama, semua sarana fisik yang dibina Teungku Andjong mempunyai memberi semangat juang yang tangguh. Di zaman mempertahankan kemerdekaan, Masjid Teungku Andjong dijadikan markas oleh laskar pejuang kemerdekaan Indonesia sebagai markas pertahanan dalam menghadapi penjajah Belanda.
Teungku Andjong, di samping sebagai seorang ulama, juga dikenal sebagai seorang arsitek. Karenanya, masjid dan rumahnya pun bergaya Timur Tengah, sesuai dengan daerah asalnya. Karena begitu terkesannya masyarakat Peulanggahan dengan kearifan Syekh Abubakar bin Husin Bafaqih, ia pun diberi predikat ‘Teungku Andjong”. Masyarakat Peulanggahan juga memandang begitu berperannya Syekh Abubakar dalam penyebaran agama Islam maka sebutan yang diberikan masya-rakat Aceh kepadanya kemudian diabadikan untuk menamai sebuah masjid yang berhasil ia dirikan.[Duniamasjid]

Stracie Angie : Hari Terindah Adalah Saat Masuk Islam (Video)

Seorang penyanyi Pop Malaysia Stracie Angie Anam jatuh cinta kepada Islam.
 "Ya, saya telah masuk Islam secara resmi kemarin. Hari itu adalah hari terindah dalam hidup saya, "penyanyi lokal Stracie Angie Anam atau Stacy AF dikutip dari News Straits Times Online, Rabu (26/8).

Awalnya, Anam tidak ingin menghebohkan para penggemar seputar perpindahan agamanya. Hanya saja rumor dirinya memeluk Islam terus berkembang. Apalagi, publik melihatnya dalam sebuah video ia terlihat sedang mengenakan jilbab dan melakukan syahadat.
"Jika Anda merasa rasa hormat untuk seseorang, silakan berhenti berbagi dan menghapus video yang direkam tanpa izin," tulis penyanyi menulis di Twitter.

Ia merasa privasinya telah dilanggar dengan penyebaran video tersebut. Meski demikian, kejadian dalam rekaman video tersebut merupakan masa terindah dalam hidupnya dan ingin dinikmatinya khusus antara dirinya dan Allah.

"Saya adalah seorang Kristen sebelum dan saya bangga akan hal itu. Tapi ini adalah masalah hati, dan saya telah jatuh cinta dengan Islam dan saya siap untuk menerimanya dengan sepenuh hati,"kata bintang berusia 25 tahun.

Setelah resmi memeluk Islam di kantor agama Johor Baru, Stacy mengganti namanya menjadi Ummu Syaikhah Stacy binti Anam. Ia berharap dengan keputusannya memeluk Islam dapat dihormati oleh semua orang, termasuk para penggemarnya.[rep]

Masjid Bersejarah, Masjid Jami Indrapuri Aceh Besar

Setiap tempat punya ceritanya tersendiri, begitu pun Aceh. Sejarah Aceh sangat identik dengan sejarah religi sebagaimana propinsi ini dikenal dengan julukan Serambi Mekkah. Oleh karenanya siapa pun yang datang ke Aceh tentunya perlu tahu wisata sejarah dan wisata religi selain mengunjungi tempat-tempat wisata lainnya. Berikut ini salah satu situs peninggalan sejarah Aceh pada masa penjajahan Belanda, yakni sebuah Masjid yang dibangun diatas pertapakan bekas candi, dan masjid tersebut menjadi saksi sejarah sejumlah peristiwa penting pada masa Kerajaan Aceh Darussalam.  


Mesjid itu tidak lain adalah Masjid Indrapuri atau disebut juga dengan nama “Masjid Jami’ Indrapuri”. Beberapa literature menyebutkan bahwa awal mulanya masjid tersebut merupakan sebuah bangunan candi yang dibangun pada abad ke 12 M di kerajaan indrapuri. Ini bisa dilihat dari adanya bekas tapak candi disekeliling masjid yang masih jelas terlihat hingga hari ini. Prof. H. Ali Hasjmy mengatakan keseluruhan tapak/bekas candi tersebut hampir sama besarnya dengan Candi Borobudur di Jawa Tengah, yakni seluas 15.129 m2. Beliau juga menambahkan bila bangunan tersebut digali diperkirakan patung-patung hindu banyak terdapat didalamnya.


Menurut riwayat, dulunya Indrapuri adalah sebuah kerajaan yang pernah didirikan oleh orang-orang hindu di Aceh, dimana kerajaan tersebut berawal dari kedatangan seorang adik perempuan Putra Harsha dari India yang suaminya terbunuh dalam suatu peperangan yang dilancarkan oleh bangsa Huna pada tahun 604 M, lalu ia melarikan diri dari kerajaannya menuju Aceh. Dialah yang telah mendirikan kerajaan Hindu, atau disebut juga dengan kerajaan Indrapuri yang artinya “Kuta Ratu”. Hal ini dibuktikan dengan adanya perkampungan orang Hindu dekat Indrapuri, yaitu kampong Tanoh Abee (sekarang), serta banyak juga terdapat kuburan-kuburan orang hindu. Ia juga mendirikan kerajaan Indrapatra yang terdapat di Ladong, jalan menuju pelabuhan malahayati sekarang.

Jauh sebelum berdirinya kesultanan/Kerajaan Aceh Darussalam di abad ke 15 M, telah ada berita asing yang menyebutkan nama maupun tempat yang dikaitkan dengan Indrapuri. Claudius Ptolomeus dalam salah satu bukunya menyebutkan nama-nama negeri yang terletak pada jalur pelayaran India-Cina. Dari catatan yang tercantum dalam buku Ying-Yai-Sheng-lan oleh Ma-Huan, disebutkan bahwa Lamri terletak "Tiga hari berlayar dari Samudera pada waktu angin baik." Negeri itu bersebelahan dengan sisi Timur Litai, bagian Utara dan Barat berbatasan dengan laut Lamri (Laut Hinndia), dan ke Selatan berbatasan dengan pegunungan. Berdasarkan berita cina itu, Groenevelt (seorang peneliti) mengambil kesimpulan bahwa letak Lamri di Sumatera bagian Utara, tepatnya di Aceh Besar. Berita dari Cina itu juga mengatakan bahwa Lamri terletak di tepi laut.

Dari buku "Aceh di Mata Sejarawan" oleh Mulyadi Kurdi disebutkan bahwa Aceh Besar (Aceh segi tiga) kala itu, laut (pantai lautanya) Indrapuri dan Tanoh Abee (Tanah pasir halus) tempat kediaman orang Hindu. Jadi Blang Bintang, Ulee Kareng, Lambaro, Lam Ateuk, Lam Nyong, Tungkop, Lam Nga, Tibang dan lain-lain masih laut besar. Karenanya sampai abad ke 8 M, pantai atau tepi laut di Aceh besar sampai dekat Indrapuri dan Tanoh Abee di kaki bukit barisan (Aneuk Glee) dan bangunan lautan itu merupakan satu teluk yang elok panoramanya.

Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa Kerajaan Aceh Darussalam merupakan kelanjutan dari kerajaan Lamri. Dimana pada abad ke 15 M peranan kerajaan Lamri hilang dari pangung sejarah. Bekas kerajaan Lamri terpecah atas beberapa negeri yang masing-masing berdiri sendiri. Negeri-negeri itu ialah Darul Kamal, Makuta Alam, Aceh (Darussalam), Darul Dunia, Pedir dan Daya. Di antara negeri-negeri tersebut sering terjadi pertentangan politik dan bentrokan senjata. Namun pada permulaan abad ke 16 M, Ali Mughayat Syah yang merupakan putera dari Sultan Syamsu Syah mampu mempersatukan kembali wilayah Lamuri tersebut. Sultan Ali Mughayat Syah inilah yang kemudiain dianggap sebagai Sultan pertama Kerajaan Aceh Darussalam. Beliau dinobatkan pada hari ahad, 1 Jumadil Awal 913 H atau tanggal 8 September 1507 M. Berkat ekspansi yang beliau lakukan pengaruh kerajaan Aceh menyebar ke seluruh Sumatera hingga ke wilayah semenanjung Malaya. Dan pada saat Islam masuk ke wilayah Indarpuri, maka peradaban disana pun mengalami perubahan menjadi peradaban Islam, fungsi candi Indrapuri beubah menjadi Masjid Indrapuri. Konon, perubahan itu terjadi pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda berkuasa di Kerajaan Aceh Darussalam, yakni pada tahun 1607 M. Beliau juga lah yang membangun Masjid Indrapuri menggantikan candi di lokasi tersebut.

Peristiwa penting terakhir yang berlangsung di Masjid Indrapuri adalah pelantikan Muhammad Daud Syah sebagai Sultan Aceh ke 35 pada akhir tahun 1874 M. Pelantikan tersebut juga sekaligus menjadikan Indrapuri sebagai ibu kota Kesultanan Aceh, namun hal itu tidak berlangsung lama dikarenakan Sultan Muhammad Daud Syah menjadi Sultan Aceh terakhir setelah beliau ditangkap oleh Belanda pada tanggal 10 Januari 1903. Kemudian diasingkan ke Ambon, lalu dipindahkan ke Batavia sampai tutup usia pada tanggal 6 Februari 1939.

Di dalam buku “Tawarich Raja-raja Kerajaan Aceh”, karangan Yunus Djamil menyebutkan, Indrapuri merupakan bagian dari kerajaan Hindu Indrapurwa dan salah satunya termasuk benteng Indrapatra. Itu sebabnya bila kita melihat bangunan Masjid Indrapuri tersebut layaknya benteng, dimana disekelilingi masjid berdiri tembok undakan yang kokoh setinggi ± 1.5m.

Masjid ini berjarak 25 km dari kota Banda Aceh, lokasinya di poros jalan Banda Aceh-Medan, Ds. Pasar Indrapuri, Kec. Indarapuri, Kab. Aceh Besar dengan area tanah seluas 33.875 m. Masjid tersebut berkonstruksi kayu, didirikan di atas rerentuhan bangunan berkonstruksi batu berspesi kapur dan tanah liat yang difungsikan sebagai benteng pertahanan pada saat pendudukan oleh Portogis dan Belanda di Aceh.

Dinding benteng juga berfungsi sebagai pondasi masjid berbentuk persegi empat, berdiri di atas tanah seluas 4.447 m. Bangunan ini berundak empat dan pada setiap undakan memiliki dinding keliling sekaligus jadi pembatas halaman. Kaki dan puncak sisi benteng dilengkapi oyif, yaitu bidang sisi genta.

Masjid ini berbentuk segi empat (bujursangkar) berukuran 18.80 m x 18.80 m dengan tinggi bangunan 11.65 m. Untuk memasuki masjid harus menaiki tangga terlebih dahulu. kemudian kita akan melihat pelantaran masjid yang luas, yang merupakan halaman kedua (lantai dua).


Di halaman kedua terdapat bak penampungan air hujan, yang juga berfungsi untuk berwudhu. Namun sekarang ini bak tersebut hanya berfungsi sebagai bak penampung air untuk mencuci kaki sebelum memasuki masjid. Sedangkan tempat wudhu terletak jauh diluar masjid (halaman pertama sebelum menaiki anak tangga).


Ketika memasuki masjid kita bisa merasakan kesejukan dan kenyamanan dalam beribadah, walau usia mesjid ini sudah ratusan tahun namun bangunannya masih terlihat kokoh. Kayu-kayu besar kekar menopang atap mesjid, atap masjid ini terdiri dari atap limas bersusun tiga, menggunakan seng sebagai penutup. 


Secara keseluruhan Masjid Jami’ Indrapuri ditopang oleh 36 tiang kayu, masing-masing 6 tiang dalam 6 jejeran. Jarak antara tiang kira-kira 2 shaf shalat. Tidak ada dinding, yang ada adalah tembok setinggi 1,5 m yang mengelilingi Masjid. Tembok tersebut tidak langsung menempel di kayu sebelah luar masjid. Mesjid benar-benar sebuah bangunan tersendiri di atas lantai yang tidak memiliki dinding.


Bila kita menuju pintu samping masjid terus ke halaman belakang, maka akan kita temukan halaman yang dipenuhi rerumputan hijau dan pohon kelapa. Kita juga akan disuguhkan pemandangan indah, yaitu panorama gunung dan aliran sungai krung Aceh, karenanya tidak mengherankan jika masjid ini juga sering digunakan sebagai tempat foto prewedding oleh para pasangan muda.


Pak Nadi, pengelola Masjid
Dalam artikel lain juga disebutkan, pengelola pertama masjid ini adalah Teungku Syiah Kuala, sekitar tahun 1.600 Masehi, kemudian masjid ini diurus oleh Teungku Chik Eumpe Trieng pada masa Panglima Polem dan selanjutnya diwariskan kepada cucu Panglima Polem, Teungku Wahab. Terakhir, masjid tua penuh sejarah ini diurus oleh Abu Indrapuri. Sepeninggal Abu Indrapuri lalu beralih kepada Teungku Harun dan Teungku Nasrudin yang mendirikan sekolah di pekarangan masjid tersebut.


Imam Masjid Jami’ Indrapuri saat ini adalah Tengku Syafi’i, saya menjumpai beliau secara terpisah dirumahnya. Dari hasil diskusi dengan Imam masjid serta pak Nadi yang merupakan pengelola masjid sekarang ini, saya mendapat informasi bahwa masjid Jami’ Indrapuri ini sering dikunjungi oleh turis asing selain dari turis lokal (seperti Bali dan beberapa daerah Aceh lainnya). Dari buku tamu, saya melihat bahwa kebanyakan turis asing tersebut berasal dari Malaysia dan Brunei, dan pengunjung terakhir datang dari the United States. Jika para turis asing sudah melirik tempat ini, bukankah Masjid Jami' Indrapuri ini memiliki pesona sejarah yang luar biasa dan pantas mendapat perhatian ekstra? :)[hwtf]

Masjid Al-Kautsar Polda Metro Jaya

Bangunan masjid di Indonesia kebanyakan tidak sepenuhnya mengadopsi bangunan masjid - masjid yang ada di Timur Tengah atau Arab.

Dengan keanekaragaman budaya bangsa Indonesia maka bangunan masjid di masing - masing daerah menampilkan arsitektur masjid yang beraneka ragam pula, namun demikian image bangunan masjid masih tetap ada.

Terbukti masjid di Indonesia ada yang berbentuk joglo seperti Masjid Demak dan bentuk bawangan Masjid di Aceh.
Keberadaan masjid di suatu lingkungan perkantoran biasanya terbatas pada fungsinya sebagai tempat beribadah. Hanya sedikit perkantoran, khususnya di DKI Jakarta, yang membangun sebuah masjid yang tergolong megah dan indah. Markas Polisi Daerah Metro DKI Jakarta (Polda Metro Jaya) adalah salah satunya.
Di bagian selatan kompleks Polda Metro Jaya, tepatnya di samping Gedung Artha Graha dan di seberang mal mewah Pacific Place yang terletak di area Sudirman Center Business District (SCBD), terdapat masjid yang sangat menonjol secara visualisasi arstistik.
Masjid tersebut bernama Al Kautsar, dibangun dan dikelola oleh Polda Metro Jaya. Nama Al Kautsar ini diambil dari salah satu surat dalam kitab suci Al-Quran, berarti nikmat yang melimpah.
Dirancang dengan nuansa islami yang kental, bangunan yang kokoh dengan kombinasi taman ini terkesan sangat religius, indah, sejuk, dan ramah. Kesan yang sangat tepat mengingat letaknya yang berada di area pusat kesibukan ibukota.

Masjid Polda Metro Jaya yang dibangun di atas tanah seluas + 4.278 m2 dengan luas bangunan + 2.300 m2 dirancang sedemikian rupa dengan nuansa Islami yang kental dan kokoh serta memasukkan unsur - unsur taman yang merupakan bagian dari pembangunan masjid itu sendiri, sehingga menimbulkan kesan sebagai tempat suci / religius yang indah, sejuk dan ramah.

Adapun Filosofi Islaminya dapat digambarkan dari bangunan masjid yaitu :

1. Nama Masjid AL' KAUTSAR yang berarti: Nikmat yang banyak / telaga AI Kautsar yang sejuk dan indah yang ada di surga.
2. Tiga beda ketinggian level dari masjid itu sendiri yaitu a. Level pertama door lop / selasar melambangkan Iman.
b. Level kedua serambi melambangkan Islam
c. Level ketiga atap bangunan melambangkan Ikhsan.

3. Kubah Utama yang dibungkus dengan tembaga didampingi

4 (empat) kubah yang menempel di dinding bawah melambangkan ajaran Islam yang satu dan tetap utuh dipandu oleh 4 (empat) mazhab, serta diperkuat dengan jumlah pintu akses masuk masjid 4 (empat) buah melambangkan jalan masuk dan berkumpulnya empat mahzab yang dikenal oleh umat Islam Indonesia yaitu: Imam Maliki, Imam Hanafi, Imam Syafi'i dan Imam Hambali.

4. Dua Tower Utama yang mengapit pintu masuk masjid menggambarkan bilangan dua kalimat syahadat.

5. Lima kubah besar yang menggambarkan Lima Rukun Islam masing-masing

2 di atas tempat wudlu,
2 di atas tower tangga dan
1 Kubah Utama berlapis tembaga.

6. Menara masjid yang. berjumlah 6 buah melambangkan Rukun Iman yaitu :

menara yang terletak di tempat wudlu 4 buah dan
2 buah di serambi masjid.

7. Pilar Utama masjid sebanyak 9 buah melambangkan Tokoh penyebaran agama Islam di Indonesia khususnya di Pulau Jawa yaitu Wali Songo.

8. Jumlah Tiang Bulat masjid secara keseluruhan berjumlah 99 yang melambangkan Asmaul Husna.

9. Jumlah kubah dan menara secara keseluruhan berjumlah 25 yang melambangkan 25 rasul yang diimani.

10. Tinggi dua Menara Utama masing-masing 33 m yang menggambarkan jumlah tasbih sebanyak 33 kali.

11. Tinggi 4 menara di sebelah kiri dan kanan masjid masing-masing 17 m dan tiang pagar yang berjumlah 7 buah melambangkan jumlah rakaat dalam shalat 5 waktu.

Dari filosofi Islam bangunan masjid ini diharapkan dapat mendorong Umat Islam Keluarga Besar Polda Metro Jaya dalam meningkatkan Iman dan Taqwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, Amiin.

Buku Progam Pelajar Jakarta Berkarakter Bikin Heboh Dunia Pendidikan

Hari ini jagad pendidikan dihebohkan dengan beredarnya foto buku yang memuat nilai atheis di dalamnya. Dikabarkan buku itu sudah beredar di 34 sekolah di DKI Jakarta

 Buku itu memuat sejumlah teori-teori ilmiah yang menentang keyakinan adanya Tuhan. Isinya menjadi gempar lantaran potongan gambar dari halaman tujuh dan 10 buku dikatakan melecehkan agama dan mengajarkan pandangan atheisme.

Potongan gambar pertama menampilkan penjelasan "Semua kejadian di atas hanyalah mekanisme alam biasa (peristiwa natural) dan manusia dapat turut campur di dalamnya. Hal ini mebuktikan tidak ada campur tangan Tuhan."

Sedangkan potongan gambar kedua terdiri dari dua bagian. "Agama adalah ekspresi keputusasaan jiwa manusia saat tidak biasa menghadapi kerasnya kehidupan dan Tuhan adalah hasil ilusi manusia akibat ketertekanan jiwa manusia" dan "Agama hanya membawa manusia kepada penderitaan hidup karena agama senantiasa mengakibatkan munculnya peperangan dan menjadikan penganutnya yang taat sebagai teroris."

Keterangan Kepala Sekolah SMA 28 Jakarta

 Salah satu sekolah yang memakai buku tersebut adalah SMA Negeri 28 Jakarta. Namun, Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 28 Jakarta, Bahari Lubis membantah tuduhan itu. Menurutnya, dalam satu bab buku itu memang membahas contoh pemikiran atheis.

"Itu hanya contoh dari uraian penjelasan sub bab yang berjudul Teori-Teori Ilmiah yang Menentang Keyakinan Akan Adannya Tuhan, judul itu tidak difoto," katanya ketika ditemui, Selasa (2/9).

Dia menjelaskan, buku yang berjudul Progam Pelajar Jakarta Berkarakter yang diterbitkan Dinas Pendidikan DKI Jakarta bekerja sama dengan Yayasan Al-Kahfi Jakarta itu tidak dibaca secara utuh oleh yang foto buku. Karena itu, buku itu menjadi korban fitnah. "Jadi kalau baca buku itu jangan sepengal. Jadi infomarsi itu fitnah."

Justru, Bahari menjelaskan, di dalam buku menawarkan salah satu programn pembentukan karakter. Bagaimana bertoleransi agama dan menyodorkan bahwa setiap agama mengakui adannya tuhan. Di buku itu juga terdapat motifasi untuk meraih cita-cita, agar tidak terjerumus pada tawuran.

Penjelasan Peerbit buku

 Penerbit buku modul pendidikan karakter yang berjudul 'Pelajar Jakarta Berkarakter', Yayasan Al Kahfi menegaskan isu tentang buku tersebut mengajarkan atheisme hanyalah fitnah yang disebarkan oleh kompetitor mereka. Menurut dia, orang yang menyebarkan hanya memperlihatkan potongan isi buku yang tak lengkap dengan penjelasannya.

"Dalam potongan gambar yang beredar di sejumlah media sosial, memang terlihat beberapa sub bagian. Sayangnya, potongan gambar yang beredar di media sosial tidak menjelaskan kalau teori-teori tersebut berada di bagian apa dan bertujuan untuk apa," kata Ketua Program Pelajar Jakarta Berkarakter, Dody Wijaya ketika ditemui pada Rabu (2/9), malam. 
 Padahal, kata Dody, jika dilihat dari buku aslinya, tiga teori di atas merupakan sub bagian dari 'Teori-teori Ilmiah Yang Menentang Keyakinan Akan Adanya Tuhan'. "Jadi, bagian itu memang menghadirkan sejumlah teori dari para ilmuwan barat, yang menentang adanya Tuhan SWT," ujar Dody.

Dua sub bagian itu merupakan bagian dari Bab pertama, yang berjudul Pembuktian Ilmiah Keimanan Terhadap Tuhan, yang terdiri dari Pengantar, Teori Ilmiah yang Menentang Keyakinan Adanya Tuhan dan Pembuktian Ilmiah Adanya Tuhan dan Kritik Terhadap Atheisme. Jadi, bagian kedua memang menghadirkan teori ilmuwan barat yang menentang adanya Tuhan, lalu dijelaskan di bagian ketiga kalau adanya Tuhan sebenarnya bisa dijelaskan secara ilmiah.

Dody menegaskan, pihaknya akan menunggu perkembangan ke depan, dan akan melaporkan kepada pihak Kepolisian untuk mencari bukti dan otak provokasi yang menyebarkan potongan gambar tersebut. "Ini jelas-jelas fitnah dan provokasi, kami menunggu perkembangan dan akan melaporkan tindakan ini ke pihak Kepolisian," tegas Dody.


Tokoh LSM Afrika Selatan Serukan Dunia Islam Bantu Pengungsi Rohingya

Selasa pagi, hari pertama bulan September 2015, Kantor Integrated Community Shelter (ICS) Blang Adoe, Kuta Makmur kedatangan tamu dari Imdaad Foundation (IF). Usai kunjungan, pihak Al-Imdaad Foundation menyampaikan seruan agar semua individu dan negara-negara muslim turut serta mencari solusi tuntas atas permasalahan yang menimpa muslim Rohingya. 
 
Lembaga nirlaba nonpemerintah yang berbasis di Afrika Selatan itu, berkunjung ke komplek ICS untuk menyapa para pengungsi Rohingya dan meninjau infrastruktur ICS yang dibangun ACT, yang sebagian biayanya berasal dari Al-Imdaad yang disalurkan melalui mitra insan Hak ve Hurriyatleri Yardim Vakvi (IHH), sebuah NGO yang berbasis di Istanbul, Turki.
 
Moulana Muhammed Motala, Head of Volunteer Wing of Al-Imdaad menyatakan pihaknya ingin membantu Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk program-program kemanusiaan bagi pengungsi Rohingya. Dalam kesempatan kunjungan, Moulana menyatakan puas dengan kinerja ACT yang telah memfasilitasi pengungsi Rohingya dengan membangun ICS dengan fasilitas yang sangat memadai.
 
“ Kami telah berkeliling ICS dan berdialog dengan berbagai macam orang pengungsi Rohingya, dari anak-anak sampai orang dewasa, mereka menyatakan senang tinggal disini (ICS),” ujar Moulana, Selasa (1/9). 
 
Dibandingkan dengan tempat tinggal mereka di Myanmar atau kamp di Bangladesh, menurut Moulana komplek ICS lebih lengkap. “Kebutuhan makanan terpenuhi dengan baik, tempat shalat, tempat belajar, klinik, dan instalasi air bersih, taman,” ujarnya.
 
Moulana menyerukan agar dunia tidak menutup mata dengan tragedi kemanusiaan yang terjadi atas manusia Rohingya. 
 
“ Kita seharusnya membantu orang-orang Rohingya, baik individu muslim maupun negara-negara muslim, bahu membahu mencari solusi untuk Rohingya. Kita harus bergandeng tangan atas persoalan muslim Rohingya,” tegasnya lagi.
 

Qurban Untuk Muslim di Indonesia bagian Timur, Ibadah Sosial Penjaga Aqidah Umat

Banyak lahan garapan di Indonesia bagian timur. Termasuk lahan dakwah untuk umat Islam disana. Banyak desa di pulau tersebut, yang warganya berstatus mualaf. Pembinaan melalui sarana dan prasarana yang disediakan syariah Islam, masih sangat dibutuhkan. GlobalQurban (GQ) melihat wilayah Indonesia bagian timur sangat tepat dijadikan pilihan sasaran program GQ.

Idul Adha 1435 Hijriah yang lalu, GQ beruntung bisa menyapa saudara-saudara di Kabupaten Pulau Seram Bagian Timur (SBT), Pulau Seram, Provinsi Maluku. Hasan Rumata, yang didapuk sebagai implementator GQ disana, sangat berbahaia melihat saudara-saudara seiman tahun yang lalu bisa menyantap daging qurban yang berasal dari para pequrban berbagai penjuru negeri.

Di Kabupaten SBT, ada tiga kecamatan yang warganya menjadi penerima manfaat (benefisiaris) GlobalQurban. Tiga kecamatan itu Kecamatan Bula Barat, Bula dan Teluk Waru. Di tiga kecamatan itu, 20 ekor sapi dengan berat minimal 200 kilogram per ekornya berhasil dipersembahkan bagi saudara-saudara muslim di SBT. Hewan-hewan qurban tersebut merupakan amanat dari  berbagai pihak, yakni dua ekor dari Lembaga Amil Zakat Yaumil Bontang, satu ekor dari Global Islamic School Condet, Jakarta, lima ekor dari sebuah lembaga LAZ Turki, Hayrat, dan 12 ekor dari pequrban perorangan.

Kecamatan Bula sendiri mendapat jatah enam ekor, Bula Barat 12 ekor dan dua ekor untuk warga Teluk Waru. Distribusi hewan qurban tersebut tentu saja berdasarkan rasio jumlah warga di masing-masing kecamatan.

“ Untuk menyukseskan pembagian daging qurban tersebut tak kurang dari 15 relawan lokal ACT dikerahkan untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil di tiga kecamatan tersebut. Jangan membayangkan kecamatan di Indonesia bagian timur sama dengan wilayah kecamatan di Indonesia bagian barat. Wilayah kecamatan disana sangat luas,” ungkap Hasan Rumata.

Hasan Rumata berharap, GlobalQurban tahun ini kembali bisa menyapa kaum muslimin di pelosok-pelosok Indonesia bagian timur, termasuk di Pulau Seram.

“ Kontinyuitas komunikasi melalui sarana ibadah sosial yang disyariatkan oleh Allah subhanahu wata’ala sangat penting. Hal ini selain untuk menjaga  aqidah umat, melalui silaturahim di momen-momen hari raya, seperti hal Hari Raya Qurban, juga menebar bahagia di saat kondisi ekonomi warga yang sangat mungkin masih dalam keadaaan sulit, akibat berbagai faktor, baik faktor internal, seperti rendahnya tingkat pendidikan, lapangan kerja yang terbatas, atau kondisi eksternal, seperti gejolak rupiah yang terus melemah yang menyebabkan inflasi terus terjadi, berujung pada lonjakan harga-harga yang dibutuhkan warga kebanyakan.” ujar Sri Eddy Kuncoro, yang kali ini diberi amanat menggawangi suksesnya program GlobalQurban tahun 1436 Hijriah, kepada GlobalQurban.com, Selasa, 11 Agustus 2015.


Mau Qurban Buat Mereka, BACA SELENGKAPNYA DISINI 
 

Muslim Uganda, Dibayangi Kemiskinan dan Perpecahan

Kaum muslimin di Uganda berkembang dengan baik. Namun perkembangan kualitas manusia muslim di negeri berjuluk “Mutiara Afrika” tersebut tak sebanding dengan perkembangan kuantitasnya. Pendidikan yang rendah menyebabkan peran muslim di negara kawasan Afrika Timur tersebut kurang terlihat. 
Uganda memiliki populasi Muslim sekitar 30 persen dari populasi keseluruhan. Itu artinya, populasi Muslim mencapai 10 juta orang dari penduduk Uganda yang sekitar 25.632.794 jiwa. Salah satu pusat kegiatan umat Islam adalah Masjid Kibuli, yang berada di pusat ibukota Uganda, Kampala.
Luas wilayah Uganda 236.040 km2, terletak di Afrika Timur, beriklim tropis, sedikit kering, berbatasan dengan banyak negara, antara lain: Sudan, Kenya, Rwanda, Burundi, Tanzania dan Democratic Republic of Congo. Negara ini mempunyai banyak tempat untuk bersafari dan mempunyai pemandangan yang indah seperti air terjun Bujagali (Bujagalii Falls).
Penduduknya terbagi dalam 4 (empat) etnik besar, dan yang terbesar adalah suku Baganda atau Buganda, berasal dari ras Bantu. Angka pertumbuhan penduduk rata-rata 2,96% per-tahun, angka kelahiran 46,57 dan angka kematian 16,95 per-seribu. Bahasa nasional mereka adalah bahasa Inggris, sedagkan bahasa lokal yang dipergunakan adalah Ganda atau Luganda, Swahili dan Arab.
Ekonomi
Uganda termasuk dalam kategori negara miskin di dunia. Perekonomian mereka sangat tergantung pada sektor pertanian, yang menyerap angkatan kerja sebanyak 82% (13% jasa dan 5% Iindustri). Pada tahun 1986 diadakan berbagai reformasi ekonomi, antara lain reformasi mata uang, meningkatkan produk-produk minyak, dan menaikkan gaji pegawai sipil. Angka pertumbuhan ekonomi rata-rata 5,5%, dengan inflasi rata-rata 0,1%. Pendapatan per-kapita US $ 1.200,-. Produk-produk pertaniannya berkisar pada kopi, teh, kapas, tembakau, tapioca, sayuran, biri-biri, domba, susu dan bunga potong.
Perkembangan Muslim Uganda
Islam masuk ke Uganda sekitar medio 1844. Pedagang muslim dari Oman menjadi kelompok muslim pertama yang masuk melalui pantai timur Afrika. 
Rektor Universitas Islam Uganda, Ahmad Kawesa Sengendo, menuturkan rentang waktu dakwah para pedagang sangat singkat. Namun mereka menunjukan bagaimana Islam dan muslim dengan sempurna. Metoda dakwah yang efektif berimbas pada banyaknya warga lokal masuk Islam. 
Dibanding jumlah muslim di negara-negara Arab seperti Libya dan lainnya, muslim Uganda lebih besar.
"Yang disayangkan, jumlah umat Islam itu selalu saja digambarkan lebih sedikit. Saya ingat betul pada sensus 1959, dikatakan jumlah muslim hanya sepuluh persen. Padahal, angka kelahiran keluarga muslim sangat tinggi," kata dia.
Namun, kata Ahmed, ada masalah krusial lain yang perlu dipikirkan yakni kualitas sumber daya manusia begitu rendah. Itu sebabnya, peranan muslim di Uganda nyaris tak terlihat. 
Dibayangi Perpecahan
Selain kualitas SDM muslim yang rendah, kaum muslim Uganda juga dilanda perpecahan. Media di awal tahun  2015 ini melansir sejumlah berita konflik antar kelompok muslim di Uganda yang berakhir pada pembunuhan. 
Ahmed berpendapat salah satu solusi mengatasi konflik antarmuslim di Uganda adalah pendidikan. 
"Penting untuk memberdayakan Muslim Afrika untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Melalui pendidikan itu, mereka bisa menyumbang satu usaha untuk memperbaiki citra Islam," kata dia.
Di Uganda, masih kata Ahmed, telah ada upaya untuk pemberdayaan muslim. Lagi-lagi, usaha itu harus terhenti karena perpecahan. Oleh karenanya, menurut Ahmed, umat Islam di Uganda memiliki pekerjaan berat yakni mengakhiri konflik antarsaudara sesama muslim..
 

MAMPUKAH KEMENAG melakukan inovasi seperti system ADAHI ini??

Pernah kesulitan mencari hewan kurban? Kalaupun ada harganya selangit apabila menjelang kurban bukan? Pernahkah anda menemui hewan kurban yg memiliki penyakit?
Apakah anda yakin hewan kurban anda memenuhi syarat2 untuk dikurbankan??
Apakah pernah kita berfikir bahwa hewan kurban kita telah sampai ke para mustahiq dg tepat?
Permasalahan2 ini timbul karena pemimpin2 agama kita di Indonesia masih kurang kompak dan kurang inovasi dlm mencari solusi umat..(lebih bnyk mikir politik dan kekuasaan golongan mereka saja)..‪semoga‬ saya keliru..
Di Arab Saudi.. sebagai negara yg setiap tahun selalu melaksanakan ritual kurban yg meliputi umat seluruh dunia..pastilah memiliki system yg teruji dan mapan..kita sebenarnya tak perlu malu meniru system ADAHI (system Pemanfaatan Daging Hewan Kurban di musim Haji) yg dikelola "satu pintu" melalui Bank khusus.
Mari kita lihat system ADAHI ini ;
ADAHI adalah system layanan resmi pemerintah kerajaan Arab Saudi yg membantu peziarah haji dalam melakukan ritual haji (saat kurban, membayar dam, dll) melalui Bank Pembangunan Islam (IDB) yg tersebar di kota2 suci Arab Saudi dan telah beroperasi selama 34 tahun.
Setiap tahun IDB menawarkan kupon kurban harga resmi (tahun 2015 ini bernilai SR475 atau $127) yg bertujuan untuk memastikan kualitas, tepat syarat, dan terbaik untuk daging kurban dengan biaya yang terjangkau jemaah.
Peziarah dapat membeli kupon kurban secara online atau dari outlet yg telah ditunjuk.
Orang juga bisa membeli kupon melalui website proyek www.adahi.org dan boleh membayar dengan kartu kredit.
Untuk tahun haji 1436H (2015) ini beberapa konsulat asing telah menandatangani nota kesepahaman dengan IDB berkaitan dengan pembelian dan pemotongan hewan kurban (entah Indonesia apakah ikut serta dlm kesepahaman ini blm ada kabar..)
Apa manfaat system ADAHI ini?
Sebelum adanya system ini, menyembelih hewan kurban dilakukan ditempat2 sprt di jalan2, bukit2, sekitarnya tempat2 suci/mesjid dll... sehingga pemerintah berupaya mensosialisasikan dlm meningkatkan kesadaran di antara para peziarah untuk menghindari membeli hewan korban dari sumber yang tidak sah. Broker tanpa izin mengambil keuntungan dari peziarah ketika datang untuk membeli dan menyembelih ternak, serta mereka mudah mempermainkan harga hewan kurban menjadi mahal atau tidak memenuhi persyaratan dalam perjanjian antara peziarah dan penjual. Selain itu, tukang daging tidak resmi tidak mematuhi standar kesehatan dan kondisi agama.
Untuk itu system ADAHI bertujuan untuk mengisi kesenjangan dengan memastikan ternak disembelih sesuai dengan persyaratan agama dan kesehatan dan daging didistribusikan kepada orang-orang yang memenuhi syarat.
Pelaksanaan system ADAHI tahun ini mempekerjakan 40.000 orang, termasuk tukang daging, dokter hewan dan ahli syariah.
Pemerintah Saudi telah menghabiskan lebih dari SR2 miliar untuk membangun rumah pemotongan otomatis yg modern utk hewan kurban di Mina.
Tahun lalu 900.000 ekor domba disembelih dan dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan di 24 negara di bawah pengawasan Bank Pembanguna Islam ini..
System ADAHI pun menekankan pada kepentingan utk melindungi lingkungan sebagai tempat suci yg menjadi rentan terhadap polusi karena beberapa faktor, termasuk pemotongan yang tidak sah, selama haji.
‪#‎Akankah‬ Indonesia (kemenag dan bank2 islam di Indonesia) mampu memiliki inovasi sprt ini?..bukankah aset muslim Indonesia sangat besar?..pemerintah bisa kerjasama dg petani peternak hewan kurban, selain itu penyebaran daging kurban bisa merata di seluruh wilayah Indonesia dan mungkin kita pun bisa memberikannya ke negara2 muslim miskin lainnya sprt ke Myanmar, Philipina, dll...wallahua'lam..
Alexandriah, 13 dzulqaidah 1436H.
By me LNH🆔

MUI Harus Terus Sampaikan Fatwa dan Program Mencerahkan Bangsa

Di masa depan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) harus terus menyampaikan fatwa dan program rintisan untuk mencerahkan bangsa dan mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Harapan ini disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI), Bidang Sarana, Hukum dan Waqaf, Drs. H. Muhammad Natsir Zubaidi, dalam rilisnya kepada DMI.OR.ID pada Sabtu (22/8) pagi.
“MUI akan melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) ke IX pada Senin (24/8), hingga Kamis (27/8) di Surabaya. Hendaknya MUI tetap konsisten menyampaikan fatwa dan program-program rintisan, unggulan dan strategiknya dalam mencerahkan bangsa dan mengawal NKRI,” tutur Natsir pada Sabtu (22/8).
Menurutnya, sesuai dengan jatidiri ulama sebagai waratsatul ambiyaa, maka MUI harus konsisten dalam menjaga perannya sebagai pewaris dan pembawa Risalah kenabian.
MUI, lanjutnya, juga harus konsisten dalam menjaga perannya sebagai Majlis Mufti. pembimbing dan pelayan umat, serta pelopor pemikiran Tajdid dan penggerak perbaikan umat dan bangsa (ishlahul ummah).
“Saya mengapresiasi tema Munas MUI, yakni Islam Washatiyah untuk Indonesia dan Dunia yang berkeadilan dan berkeadaban,” paparnya.
Sebagai negeri Muslim terbesar di dunia, lanjutnya, sudah sewajarnya jika berbagau organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam yang menjadi pilar utama MUI memberikan kontribusi pemikiran kepada dunia internasional, khususnya dunia Islam.
Guna mempersiapkan agenda besar itu, tuturnya, ke depan, MUI harus menggunakan pendekatan kompetensi (profesionalisme) dalam merekrut pengurus-pengurusnya di komisi-komisi dan lembaga-lembaga, di samping tetap mempertahankan sistem keterwakilan ormas-ormas Islam.
“MUI sepatutnya melibatkan kalangan Perguruan Tinggi (PT) dan Pesantren, sesuai dengan bidang keahlian dan kemampuannya, dalam merekrut pengurus di lembaga-lembaga dan komisi-komisi yang ada, dengan pendekatan profesionalisme,” ujarnya.
“Apalagi MUI sebagai wadah para ulama, zuama dan cendekiawan Muslim senantiasa menghadapi tantangan yang berubah-ubah sesuai dengan zamannya,” ucap Natsir.
Sebagai salah satu ormas pendiri MUI, jelasnya, Dewan Masjid Indonesia (DMI) berharap agar ormas-ormas pendiri MUI yang masih eksis dapat diikutsertakan dalam memperkuat peran MUI sebagai tenda besar umat Islam di masa depan.
Misalnya, paparnya, ormas-ormas pendiri MUI seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, DMI, Al-Washliyah, Mathlaul Anwal, Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) dan lain-lain.[DMI]

Tips menjelang 10 malam terakhir Ramadhan

Tips menjelang 10 malam terakhir Ramadhan 🌙

Oleh: Sheikh Tawfique Chowdhury.

(Tulisan asli dalam bahasa Inggris, berikut ini adalah terjemahan bebasnya...mohon maaf utk segala kekurangannya)

1. Mulailah dengan niat yang bersih dan tulus. Jika sampai hari ini ibadah terasa belum maksimal, bersiaplah untuk memaksimalkannya. Jika kau benar2 ingin memperbaikinya, masih ada waktu!

2. Hari ini, bacalah tafsir surat AlQadr, dan pahami apa yg sesungguhnya terjadi pada malam laylatul qadr. Kau akan merasakan keagungan dan kekuatannya in syaa Allaah.

3. Jangan menunggu hingga malam ke 27 untuk mengerahkan segalanya. Seluruh malam dari 10 malam terakhir seharusnya jadi targetmu. Bangunlah setiap malamnya. Jangan sampai laylatul qadr terlewati begitu saja.

4. Jangan ikut-ikutan dengan perayaan2 atau kegiatan2 yang diada2kan (bid'ah) oleh kelompok2 tertentu. Ikutilah sunnah nabi shalallaahu 'alayhi wasallam. Tuntunan beliau adalah : "barangsiapa yang berjaga (tdk tidur) dan berdoa pada malam laylatul qadr dengan iman dan pengharapan akan ganjarannya, dosa2nya yang telah lalu akan diampuni."

5. Hafalkan doa malam laylatul qadr yang diajarkan Rasulullaah shalallaahu 'alayhi wasallam ini : Allaahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa' fu'anni (ya Allah, engkau maha pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku).

6. Siapkan daftar pendek doa doa untuk dipanjatkan. Ingat, ini adalah waktu yang sangat istimewa bagi seorang hamba. Malam Qadar! Malam ditetapkannya takdir! Pilihlah doa doa terbaik untuk agamamu, dunia akhiratmu dan keluargamu. Jangan lupakan saudara2mu muslimin yang tengah kesusahan di berbagai belahan dunia.

7. Sempatkan tidur siang sejenak jika memungkinkan. Jagalah perutmu agar tidak terlalu kenyang dan tidurlah segera setelah isha dan tarawih sekedar untuk menyegarkan diri. Lalu bangunlah untuk beribadah.

8. Jangan lupakan keluargamu! Rasulullah membangunkan para istrinya pada malam2 ini. Anak2 pun bisa diajak beribadah untuk beberapa saat, walau mungkin tidak selama orang dewasa. Siapkan, semangati dan motivasi mereka!

9. Cara kita berpakaian dan mempersiapkan diri berpengaruh secara psikologis. Pakailah pakaian yang bagus dan wewangian (khusus di rumah untuk wanita) ketika beribadah.

10. Pilihlah spot khusus yang kondusif untuk beribadah, apakah itu di mesjid atau di rumah. Letakkan sajadah, mushaf dan air minum sehingga kita tidak perlu beranjak dari sana jika perlu minum.

11. Ini BUKAN malam untuk pasang status (misalnya : "alhamdulillaah, nikmatnya bermunajat kepadaNYA malam ini" dsb) di FB atau media sosial apapun. Biarlah itu jadi rahasia indah antara hamba dengan Rabbnya. Maka, matikan dulu HP, tablet dan komputer. Putuskan dulu hubungan dengan dunia, dan nikmati jalinan hubungan dengan al-'Afuww!

12. Jika mengantuk, maka variasikan bentuk ibadah antara shalat, bermunajat dan membaca Qur'an. Lakukan bergantian. Jangan habiskan malam untuk mendengarkan ceramah atau tilawah, atau kalau sangat ngantuk, dengarkan sebentar saja untuk mengusir kantuk.

13. Sabar adalah kuncinya. 10 malam terakhir mungkin akan sangat melelahkan. Anda mungkin masih harus bekerja, sekolah atau aktifitas lainnya. Ini adalah saat untuk bersabar dengan kelelahan itu. Ingatlah Allah telah menganugrahimu dengan kesempatan berharga (akan luasnya ampunan)yang mungkin saja tidak datang lagi. Bukankah kita akan berlari walau apapun yang terjadi jika kita tahu pasti bahwa ini adalah ramadhan terakhir kita dan surga hanya selangkah lagi?

14. Ini yang paling penting : husnudzhon lah kepada Allah. Ketika bermunajat, ingatlah kau sedang meminta pada Raja Yang Maha Pemurah. Jika kau berharap yang terbaik, Dia akan memberimu yang terbaik. Jangan ragu-ragu, yakinlah dan tumpahkan seluruh isi hatimu di hadapanNYA. Jangan biarkan keragu2an dan prasangka buruk menjauhkanmu dari Arrahman Arrahiim.

Allahumma ballighna layl atal qadr.

(Diterjemahkan oleh : Ust Hilman Rosyad, Lc)