Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5[ImagesOnly]

Style6

       
Masjid Raya Al-Amanah yang beralamat Jl. Amanah no 1 RW 10, Kelurahan Wijaya Kusuma Kecamatan Grogol Petamburan yang di halaman depan terdapat TK Al-Amanah Mathlaul Anwar, sedangkan di bagian belakang berdiri gedung Universitas Mathlaul Anwar Jakarta, Masjid yang berdiri di lahan tanah yang secara keseluruhannya ada 3500 meter persegi, Dengan luas bangunan masjid 15 M X 15 M ditambah teras menjadi 20 M X 20 M, sehingga bisa menampung sekitar 700 jamaah.
        Sejarah berdirinya berdasarkan buku petunjuk administrasi Masjid Al-Amanah yang ditulis oleh Drs H.Amanat Nuryosudarmo, bermula dari tahun 1975 sesudah Hari raya Idul Fitri ,Ketua Team Kerja urusan Tanah Mabak(Mabes Polri) Brigadir Jendral A.Wiranto puspo atmojo, SH, setelah mengadakan rapat pada tanggal 30 Oktober 1975 tentang rencana pelaksanaan pembangunan tempat Ibadah (Masjid) yang terletak di Komplek Kav Polri Jelambar atas permohonan umat Islam jelambar, maka Polri mengeluarkan keputusan [No Pol :UTK/168/XI/1975], mengangkat Brigadir Jend polisi Amanat Nuryosudarmo sebagai ketua dan Bp Soechaemi sebagai sekretaris panitia pembangunan masjid jelambar, untuk memudahkan gerak usaha panitia pembangunan masjid maka dengan segera dibentuk badan hukum yaitu “YAYASAN AL AMANAH” dengan akte notaries : Muhammad Said tajudin, Jl Kerajinan 19 Jakarta no 100 pada tanggal 1978. Dan tanah yang disediakan secara cuma-Cuma oleh team tanah  Polri dan telah ditunjuk KAV POLRI di Blok D (yang kini berdiri SMA Swasta Dharma Jaya), namun setelah panitia pembangunan mempelajari gambar Rencana Tata Kota Jelambar dan situasinya, maka panitia mengajukan permohonan kepada team polri agar tanah masjid  di Blok D ditukar dengan tanah yang lebih strategis letaknya dan lebih luas, maka disetujui oleh kedua belah pihak,yaitu Tanah tempat Masjid Raya Al-Amanah sekarang ini. 
         Pada rencana pelaksaaan pembangunan masjid, panitia menganggarkan dengan perkiraan  anggaran Rp.180.000.000,_(seratus delapan puluh juta rupiah), namun rupanya panitia kesulitan untuk merealisasikan adanya dana sebanyak itu,paling mampu hanya 15%,yaitu 12.000.000,_(dua belas juta rupiah), oleh karena itu panitia memohon bantuan Pemerintah DKI Jaya, Alhamdulillah gayung bersambut Pemerintah DKI Jaya siap membantu dengan syarat gambar bangunan mengikuti model yang ditentukan oleh pemerintah DKI pada saat itu. Dan akhirnya disetujui oleh kedua belah pihak, dana pembangunan Masjid akhirnya dimasukan dalam anggaran pemerintah DKI jaya tahun 1981/1982.
       Beberapa kegiatan masjid diluar untuk pelaksanaan sholat rawatib, adalah pengajian Al-Qur’an (membaca dan setor hafalan Al-Quran yang diikuti oleh bapak bapak pada setiap hari rabu malam ba’da sholat Isya’ yang dibimbing langsung oleh Ketua Masjid raya Al-Amanah,yaitu H Uding Rafiudin, Kuliah Subuh yang dilaksanakan pada setiap Ahad setelah melaksanakan sholat shubuh berjamaah dengan penceramah dari Korps Mubaligh Jakarta, pengajian ibu ibu yang dilaksanakan pada setiap hari Sabtu dan Ahad dengan pembimbing Ustadzah Suryati SPdi, dan pengajian anak anak yang dilaksanakan pada setiap hari senin hingga hari jum’at, ba’da Sholat Maghrib hingga pukul 20.00WIB, dengan peserta kurang lebih sekitar 50 anak dan dibimbing oleh 6 guru. Demikianlah, sekilas tentang profil Masjid Raya Al Amanah yang bersumber dari Makalah ust Tamami yang merupakan Ketua Seksi Dakwah Masjid Raya Al-Amanah semoga apa yang kami sampaikan ini bermanfaat 

Tentang admin

Admin adalah orang-orang yang peduli terhadap kemaslahatan umat, terutama dalam menghadapi tantangan zaman berupa hujatan, fitnah, dan upaya-upaya lain yang mendeskriditkan dunia Islam. "Biodata Penulis".
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment