Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5[ImagesOnly]

Style6

Sejarah Masjid

Merupakan tanda rahmat Allah S.W.T. yang wajib disyukuri dimana Masjid Raya Al-Musyawarah telah dapat berdiri dikawasan kota satelit Kelapa Gading. Hal itu berangkat dari idealisme yang kuat, berkat perjuangan dan pengorbanan yang dimotori Oleh Bapak Zaelani Zein dan Bapak H. Sjamhudi selaku Direksi PT Sumarecon Agung, maka pada tahun 1991 dibangunlah Masjid Raya Al-Musyawarah diatas tanah fasos seluas 2,2 Ha yang dicanangkan pengembang sebagai kewajiban Developer. Luas bangunan Masjid dan plaza, kantor sekretariat seluas 16.915 m2, lapangan parkir dan taman seluas 5.200 m2.


Tepat pada tanggal 24 Sya’ban 1412 H. / 27 Februari 1992 M. syukur Alhamdulillah Masjid Raya Al-Musyawarah diresmikan olah Bapak Wiyogo Atmodarminto selaku Gubernur DKI Jakarta dan dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat dan pemuka agama Jakarta Utara.



A. PERIODE KEPENGURUSAN

Setelah diresmikan hingga saat ini Masjid Raya Al-Musyawarah sudah melewati perjalanan lebih dari satu dasawarsa. Dimana Pengurus Masjid yang terbentuk sesuai SK Walikotamadya Jakarta Utara, dari periode kepengurusan ke periode berikutnya senantiasa menunjukkan perkembangan yang berkelanjutan.

Sebagai sebuah Masjid yang ingin mencontoh standar Masjid Ideal yang dibangun oleh Rasulullah SAW. atas dasar Taqwa, maka Masjid Raya Al-Musyawarah telah menempuh tahapan-tahapan sebagai ciri sebuah dinamika, yang sampai saat ini setidaknya ada 3 tahapan.

Pada kepengurusan periode pertama adalah Marhalah Ta’sis atau periode perintisan. Dalam periode ini secara alamiah Masjid mulai dikenal oleh Masyarakat dan Jama’ah. Eksistensinya telah memberikan keteduhan ditengah hausnya suasana religius. Kegiatan ritualnya telah menjadi penyeimbang antara tingginya kesibukan untuk mencari karunia Allah didunia dan semangat cinta kebahagiaan akhirat.





Periode kedua adalah “Marhalah An-Nasy’ah” (periode pertumbuhan) (Pengurus masa bhakti 1997-2002). Pada tahapan ini kepengurusan mulai menemukan model kecintaannya secara fithrah yang akhirnya dapat bersinergi untuk mulai manggali potensi Masjid untuk kelangsungan rutinitas Masjid. Pada tahapan ini pengurus dalam programnya menitik beratkan pada penyediaan fasilitas dan kelengkapan lainnya, seperti:
- Perbaikan Taman Masjid
- Pembangunan Atapisasi Plaza Masjid sehingga menjadi Aula Serbaguna Masjid
- Pembenahan dan peningkatan personalia karyawan Masjid.

Tahapan ketiga adalah Marhalah An-Nama’ (periode pengembangan). Ini adalah tahapan yang dihadapi Pengurus masa bhakti 2002 – 2007. Dimana tantangan Masjid bukan hanya sekedar masalah rutinitas ritual, terlebih lagi setelah diikrarkannya status Masjid Raya Al-Musyawarah sebagai Al-Markaz Al-Islami atau Islamic Centre di wilayah Jakarta Utara, dimana Masjid juga dituntut perannya lebih optimal




B. PERIODE YAYASAN

Pembentukan Yayasan Masjid Raya Al-Musyawarah atas arahan dari Bapak Walikotamadya Jakarta Utara Bapak Drs. H. Efendi Anas, MA. Saat berkunjung di Masjid Raya Al-Musyawarah sekaligus menyampaikan khutbah Jum’at pada tanggal 16 April 2004 agar segera dibuat Yayasan Masjid Raya Al-Musyawarah sebagai pelaksana fungsi Idarah, Imarah dan Ri’ayah sebagai pengganti Pengurus Masjid Raya Al-Musyawarah yang diangkat melalui Surat Keputusan Walikota.
Sesuai dengan hal itu didirikanlah Yayasan Masjid Raya Al-Musyawarah sesuai akte Notaris No: 12 tanggal 07 Juli 2006 yang dibuat dihadapan Notaris Kartono, SH dan telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, sesuai dengan suratnya No: 1930.HT.01.02.TH 2006 tanggal 30 Agustus 2006. Pada tanggal 17 November 2006 Pengurus melaporkan telah berdirinya yayasan tersebut kepada Bapak Walikotamadya Jakarta Utara. Selanjutnya pada tanggal 01 Mei 2007 menerbitkan surat bahwa Yayasan Masjid Raya Al-Musyawarah secara langsung bertanggung jawab dalam rangka pengembangan menejemen kegiatan Masjid Raya Al-Musyawarah.



PROGRAM KEGIATAN

Masjid Raya Al-Musyawarah semakin hari semakin dirasakan manfaatnya dikalangan Masyarakat dan jama’ah. Hal itu, karena adanya sajian program kegiatan yang senantiasa berhubungan dari periode ke periode. Keberadaan dan kelangsungan yang mencerminkan kesinambungan inilah yang akhirnya menimbulkan kepercayaan masyarakat, sehingga dengan sukarela turut serta bersama Pengurus Masjid dalam mensukseskan program.
Adapun bidang program yang dimaksud meliputi: Bidang Ibadah, Bidang Ekonomi, Bidang Pendidikan dan Pengembangan, Bidang Sarana dan Prasarana, Bidang Kewanitaan dan Bidang Sosial Pemuda.



A. Bidang Peribadatan Dan Dakwah

Tolak ukur yang paling sederhana apakah sebuah masjid makmur atau tidak, dapat dilihat dari penyelenggaraan Ibadah Shalat lima waktu secara berjama’ah. Pengurus Masjid Raya Al-Musyawarah dalam hal ini sangat menaruh perhatian, hal itu dapat dilihat dari penyelenggaraan Shalat Rawatib secara berjama’ah serta berjalannya evaluasi dan seleksi baik secara terencana atau alamiah tentang kelayakan seseorang untuk mengemban tugas mulia sebagai Imam tetap Shalat Rawatib atau Jum’at. Dimulai dari periode kepengurusan yang lalu (1997 – 2002) jumlah Imam Shalat Rawatib menjadi 2 (dua) orang, yaitu: Ustadz Nur Kholis,Lc Al-Hafidz dan Ustadz Mangun Pujono, Lc. serta Mu’adzin 1 (satu) orang, yaitu: Sdr Ahmad Jaelani.





Begitu juga Ibadah yang sangat diminati Masyarakat Kelapa Gading dan sekitarnya, yaitu Ibadah shalat Jum’at. Kegiatan ritual sekali dalam sepekan ini, menampilkan para khotib dan juru dakwah Ibu kota, tidak sedikit dari orang-orang tersebut yang sudah tingkat Nasional, seperti: Dr. Daud Rasyid, MA., Dr.Omar Shahab, MA., H. Husein Umar (Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia), H. Ahmad Soemargono, SE., dan lain-lain. Bahkan ibadah yang mayoritas dihadiri para karyawan perkantoran ini pernah dihadiri oleh tamu kehormatan yaitu Presiden RI ke-IV KH. Abdurrahman Wahid pada shalat Jum’at, 14 September tahun 2000.



Sedangkan pada Ibadah tahunan yaitu Bulan Suci Ramadhan, diselenggarakan Ibadah Shalat tarawih sebulan penuh dengan menghadirkan para Imam baik Imam lokal selain Imam tetap juga pernah dihadiri oleh Imam Tamu dari Saudi Arabia, seperti Syeikh Muhammad Abdul Aziz Al-Luhaidan (Imam besar Masjid Jami’ Madinatul Hujjaj – Riyadh)

Jumlah jama’ah semakin bertambah serta demi syiar sesuai yang sunnahkan, maka pelaksanaan Shalat Hari Raya baik Idul Fitri maupun Idul Adha selalu dilaksanakan di Bundaran Jalan Raya Boulevard, kecuali bila terdapat halangan seperti hujan. Dan pada Idul Adha 1423 H. tahun 2002 telah berkenan sebagai Khatib Bapak DR. H.M. Amien Rais, Ketua MPR-RI.



B. Bidang Ekonomi

Memenuhi tuntutan peran dan fungsi Masjid serta kebutuhan operasional Masjid, maka selain sebagai basis pelaksanaan ritual keagamaan, Masjid juga harus dapat memberikan perannya dibidang selain Ibadah, seperti bidang ekonomi ddengan memanfaatkan potensi yang berguna untuk pelayanan masyarakat juga memberikan hasil yang bernilai ekonomi. Hal ini diperlukan mengingat kelangsungan program kegiatan dengan berbagai skala, dari yang bersifat harian, pekanan, bulanan, sampai yang bersifat tahunan, perawatan fisik serta pengembangannya dimasa yang akan datang, semua itu tidak bisa terlepas dari kebutuhan pembiayaan. Oleh karenanya pengurus mengupayakan sumber-sumber penghasilan dengan macam-macam pola.





B.1. Layanan Akad dan Walimah
B.2. Parkir Mobil dan Motor
B.3. Penitipan Alas Kaki
B.4. Infaq Kotak Jum’at
B.5. Infaq KIS – Kajian Islam Sabtu





Memenuhi tuntutan peran dan fungsi Masjid selain sebagai basis pelaksanaan ritual keagamaan, Masjid juga diharapkan dapat memberikan perannya dibidang selain Ibadah, seperti bidang ekonomi. Maka dalam susunan kepengurusan sudah disiapkan wadah untuk mengambil peran tersebut yaitu Seksi Koperasi. Peran yang sama namun dalam seksi yang lain juga menjadi bagian dari Program Bidang Ekonomi adalah Pengelolaan Ziswaf (Zakat, Infaq, Shadaqah dan Wakaf) dimana bermodalkan ketulusan serta kegigihan pengurus yang diimbangi dengan kepercayaan masyarakat tak kurang diantara 300 sampai 500 jama’ah telah berpartisipasi dalam ibadah sosial ini, sehingga setiap tahun paling tidak sebanyak 600 jiwa dari kaum du’afa telah mendapatkan santunan.





Operasional masjid yang mencakup masalah personalia karyawan, Ibadah Rawatib dan Jum’ah, pemeliharaan serta Pengembangan menuntut Pengurus untuk tidak semata-mata menggantungkan perolehan dana dari Infaq serta sumbangan jama’ah saja. Melalui Bidang Ekonomi pengurus telah merintis pemberdayaan potensi masjid untuk pelayanan jama’ah secara optimal seperti menyelenggarakan Layanan Akad Nikah dan Walimah (Resepsi Tasyakuran) terutama setelah dibangunnya Aula Serba Guna Masjid Raya Al-Musyawarah. Pengelolaan parkir kendaraan juga telah menjadi salah satu bagian dari bidang ekonomi, sehingga dengan system dan penataan personel yang diterapkan dapat memberikan keberdayaan Masjid yang menuju mandiri. Begitu juga dengan program kemitraan dengan beberapa pengelola pelayanan masyarakat seperti catering, rias dan alat-alat pesta telah memberi dampak yang sangat baik.



Bidang Pengembangan dan Bidang Sarana & Prasarana.

Sesuai letak Masjid yang berada di sentra wilayah perkantoran dan bisnis, disamping posisinya yang bersebelahan dengan pusat perbelanjaan SOGO dan Mal Kelapa Gading, keberadaan Masjid dituntut untuk lebih dinamis. Masalah peningkatan fasilitas jama’ah serta pemeliharaannya menjadi sesuatu yang tidak boleh diabaikan. Oleh karena itu, Pengurus masjid serta jama’ah dan masyarakat setelah mendapat persetujuan dari Bapak Walikotamadya Jakarta Utara bertekad untuk mengerjakan “Atapisasi Plaza Masjid” , karena bangunan utama Masjid sudah tidak dapat menampung jama’ah shalat jum’at. Pada tanggal 18 Juni 2000 dikukuhkan dengan surat Ketum Panitia Pelaksana pembangunan perluasan + 784 m2 dengan harga Rp 850.000,- / m2. Panitia pelaksana yang diketuai Bapak H. Djoko Soetojo Rijadi, Bapak H. Dede Darmawan sebagai sekretaris dan Bapak Indri Firdianto sebagi Bendahara telah dapat merampungkan pekerjaannya. Sehingga pada hari Jum’at, 10 Agustus 2001 pukul 10 pagi bangunan yang kemudian disebut “Aula Serba Guna Masjid Raya Al-Musyawarah” yang salah satu fungsinya adalah untuk melayani Walimah, gedung ini diresmikan oleh Walikotamadya Jakarta Utara Bapak Drs. H. Subagio, MM.



Para khatib ataupun penceramah yang dijadwalkan adalah bagian yang juga diperhatikan pengurus untuk mendapat kemudahan. Karena tidak sedikit dari mereka yang memerlukan penjemputan, maka pada tanggal 06 Juni 2002 sebuah mobil kijang LX 2002, telah dibeli sebagai fasilitas kendaraan milik Masjid. Alat tranportasi yang dibeli dari baru itu seharga Rp 110.000.000,- (Seratus Sepuluh Juta Rupiah) dan dibayar secara angsuran, dengan cicilan tiap bulan Rp 2.554.100,- (Dua Juta Lima Ratus Lima Puluh Empat Ribu seratus Rupiah).

Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1424 H. Pengurus telah bersiap-siap untuk melayani jama’ah yang akan melaksanakan ibadah Ramadhan. Persiapan yang dimaksud seperti Mengganti tower dan tangki penampungan air untuk wudlu dan bersuci, dari semula yang berkapasitas 500 liter menjadi 2000 liter, dimana dana sepenuhnya ditanggung salah satu jama’ah aktif Masjid Bapak Asep Aryadi. Selain penggantian penampungan air juga dilakukan pengecatan serta perbaikan kamar mandi dan fasilitas wudlu jama’ah.





Untuk pengembangan, Pengurus dalam Rapat Dewan Pimpinan pada hari Kamis, 18 Juli 2003 telah merekomendasikan Bagian Pengembangan / Bagian Sarana dan Prasarana untuk menindak lanjuti perkembangan rencana pembangunan ruang perkantoran Masjid, rumah tinggal Imam, mess karyawan dan ruang kajian yang lebih representative berlokasi di pinggir lapangan parkir sebelah timur berbatasan dengan pagar Masjid / Lapangan Tenis.



Selain pengembangan penyediaan sarana serta prasarana Masjid jangka pendek juga telah terpikirkan pengembangan jangka panjang. Dimana, penambahan bangunan Atapisasi Plaza, yang diantaranya bertujuan agar dapat menampung jama’ah terutama saat pelaksanaan Shalat jum’ah, dan itu telah terlaksana. Namun sampai dalam hitungan tahun ke tiga setelah perluasan pembangunan, realitas jumlah jama’ah Shalat Jum’at sudah tidak dapat tertampung lagi. Sehingga saat ini banyak diantara jama’ah harus dengan sabar menempati kanan kiri Bangunan Utama Masjid dan Aula Serbaguna Masjid, bahkan sampai dibelakang gedung perkantoran Pengurus dan Sekretariat.



Bidang Kewanitaan

Istilah Jama’ah dan Pengurus, sebenarnya didalamnya sudah termasuk jenis pria dan wanita. Namun untuk lebih memberikan penegasan tentang perhatian terhadap wanita dengan segala kekhususannya maka dalam pembidangan kepengurusan terdapat Bidang Kewanitaan. Bidang melingkupi Seksi Majlis Ta’lim, Seksi Pengajian, Seksi PHBI dan Ketrampilan.



Selama ini bidang kewanitaan telah rutin menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti Masjlis Taklim dan peringatan hari-hari besar Islam dan semacamnya. Majlis Taklim yang sudah lama dirintis dan terus berjalan hingga saat ini diantaranya adalah Pengajian Ibu-Ibu yang dilaksanakan setiap hari Rabu dan Jum’at pukul 14.00 Wib. Dalam Majlis ini dikaji beberapa pokok-pokok ilmu dalam Agama Islam, seperti Fiqh, Tauhid, Tajwid. Dalam pelaksanaannya diasuh oleh Ust. H. Juwaini mahmud, Ust. Drs. Sugeng Supriyadi, Ustdzh Hj. Lily Mulyati, Ust. Drs. H. Nur Hasyim Lubis dan Ust. Drs. H. Zulva Mustafa.



Disamping kegiatan Pengajian Rutin, Bagian Kewanitaan juga mengadakan Peringatan Hari-Hari Besar Islam, seperti: Tahun Baru 1 Muharram, Maulid Nabi dan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad S.A.W. dan hal ini dilaksanakan secara rutin dan disamping untuk penyegaran Iman, peningkatan ukhuwah juga dimaksudkan demi Syi’ar Islam. Dan salah satu kegiatan tersebut bahkan diadakan dengan bekerja sama dengan pihak lain, seperti kerjasama dengan BKMT (Badan Kontak Majlis Ta’lim) Wilayah Jakarta Utara yang pada hari Senin, 15 April 2002 telah menyelenggarakan tabligh Akbar dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad S.A.W. dan dihadiri Da’I muda KH. Abdullah Gymnastiar sebagi penceramah, yang akrab dipanggil Aa Gym dengan Managemen Qalbu.



Bidang Sosial

E.1. Layanan Pengobatan Gratis
E.2. Santunan Fakir Miskin
E.3. Santunan Yatim Piatu
E.4. Santunan Beasiswa



Bidang Pembinaan Remaja

Pengelolaan ZISWAF – Zakat, Infaq, Shadaqah dan Wakaf
E.1.
Eksistensi masjid yang memang sebagai tempat kembalinya masyarakat dan jama’ah untuk mendapatkan keteduhan dan ketentraman batin, memang tidak terlepas dari kiprahnya dibidang sosial. Dan, sejak awal didirikannya Masjid Raya Al-Musyawarah secara bertahap dan pasti telah melakukan hal ini. Kegiatan yang menitik beratkan pada menebarkan rasa gembira kepada yang memerlukan tidak luput dari bagian program Bidang ini, sebagai contoh saat Idul Adha yang paling tidak dapat melaksanakan pemotongan hewan qurban baik sapi maupun kambing. Sehingga dari kegiatan seperti ini tidak kurang dari 1700 kantong berisi daging @ kg telah dibagikan kepada yang berhak menerima.



Masih dalam lingkup Bidang sosial, yang terus berupaya menampilkan kiprah Masjid agar dapat memberi manfaat diberbagai kegiatan termasuk Bazar. Kegiatan seperti ini dutujukan untuk menyalurkan potensi yang ada, supaya dapat dinikmati oleh bagian Masyarakat dengan kemampuan daya beli tertentu. Seperti yang pernah dikordinir oleh Ibu-Ibu Majlis Taklim pada 15 April 2002 dan dihadiri Ibu Hj. Nani Hamzah Haz istri Wakil Presiden RI. Pada kesempatan tersebut juga diadakan Khitanan Massal gratis, keberhasilannya didukung oleh para medis dan beberapa sponsor, diikuti oleh puluhan anak keluarga kurang mampu dari beberapa wilayah di Jakarta Utara.



Donor darah juga termasuk kegiatan rutin yang sering diadakan, dengan peserta para jama’ah yang didaftar secara tiba-tiba dan bukan anggota pendonor tetap. Acara ini, terakhir diadakan pada Jum’at 30 Mei 2003 M. / 28 Rabiul Awwal 1424 H. Selain mendapat ucapan terimakasih dari Palang Merah Indonesia, bahkan karena respon jama’ah yang cukup tinggi untuk andil mendonorkan darah, maka para petugas serta persediaan tehnis memastikan tidak dapat melayani semua yang ingin mendaftar.



Kegiatan Masjid baik yang rutin maupun yang insidentil secara umum tidak dapat terpisah dengan keterbilatan pihak jama’ah, terutama para pemuda sebagai generasi penerus. Maka dalam kepengurusanpun terdapat Bidang Sosial Dan Pemuda. Bidang ini telah mengadakan penyegaran pengurus Ikatan Remaja Muslim Al-Musyawarah (IRMAS) pada Ramadhan 1423 H. yang dengan tindakan ini diharapkan dapat lebih menggairahkan aktifitas remaja atau pemuda. Dan sejak bulan itu pula mereka sudah dapat melaksanakan beberapa kegiatan seperti Pesantren Ramadhan, disusul dengan keikut sertaannya dalam pelaksanaan Tarawih Super Berkah yang bekerjasama dengan Harian Umum Republika dan Indofood, yang pada acara tersebut telah dibagikan 2000 paket produk Supermi.



PENUTUP

Demikian gambaran umum tentang Masjid Raya Al-Musyawarah, yang dicanangkan sebagai Islamic Centre untuk wilayah Jakarta Utara. Sekapur sirih sejarah awal berdirinya semoga menjadi landasan semangat tumbuh dan berkembang untuk masa-masa selanjutnya. Demikian juga Program-Program kegiatan yang telah dilaksanakan diharapkan dapat memberikan data kepada semua pihak perihal prestasi yang senentiasa perlu dilestarikan dan ditingkatkan. Adapun kegiatan yang ideal terlaksana namun sampai saat ini belum terealisasi dalam kurun periode tertentu semoga menjadi tantangan untuk dapat dilaksanakan sebagi mata rantai program yang berkesinambungan.






Kepada Allah, semua harapan terkaitkan. Dengan kerja keras, tulus dan berkesinambungan jalan panjang akan berujung kejayaan. Dan dengan melaksanakan amanah serta dukungan semua pihak, perjuangan dapat dilaksanakan dan dirampungkan.
Sumber : Peta Satelit

Tentang admin

Admin adalah orang-orang yang peduli terhadap kemaslahatan umat, terutama dalam menghadapi tantangan zaman berupa hujatan, fitnah, dan upaya-upaya lain yang mendeskriditkan dunia Islam. "Biodata Penulis".
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment