Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5[ImagesOnly]

Style6

Yayasan Ihsan Nur Rijalul Masajid ( Yasin Rima )

Yayasan Ihsan Nur Rijalul Masajid (YASIN RIMA) adalah lembaga yang bergerak di bidang pendidikan non formal dan dakwah Islamiyah, didirikan oleh 18 (delapan belas) orang pendiri pada hari Senin, empat belas  Juni dua ribu sepuluh (14 Juni 2010) di hadapan Notaris ESTI YULIANTI, SH., Pamulang Tangerang Selatan, dengan Nomor Akte Pendirian : Nomor 1 Tanggal 14 Juni 2010.
YASIN RIMA berawal dari Pengajian Rutin yang dibimbing oleh Seorang Ulama Besar KH. Yoso Taruno Ihsan Nur dengan nama Majelis Rijalul Masajid sekitar tahun 1970 bergerak di Jakarta Barat dan Jakarta Pusat.
Pada Tahun 1980 di Jelambar dibentuk Yayasan Nurul Ihsan,
Pada  Tahun 2001  berubah nama  Yayasan Ihsan Nur,  Akta  Notaris  Aris Hendrawan Halim,SH No. 27 Tanggal 28 April 2001.
Pada Tahun 2010. ditetapkan kembali dengan nama Yayasan  Ihsan Nur  Rijalul  Masajid, Akta Notaris Esti Yulianti,SH Nomor 1 Tanggal 14 Juni 2010.
Keanggotaan Yayasan
Keanggotaan Yayasan saat ini terdiri dari Masjid berjumlah 23 Masjid dan 4 Mushalla yang tersebar di 4 Kelurahan, yang memiliki kewajiban dan hak yang sama dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh Yayasan. yaitu sebagai berikut :

1.     Al Amanah            Jl. Raya Amanah RW. 010 Wijaya Kusuma
2.     Al Aurod            Jl Indraloka I Gg. Damai I Wijaya Kusuma
3.     Al Ikhlas            Komp. Bank Mandiri Wijaya Kusuma (BDN)
4.     Al Islamiyah            Kebon Pisang Wijaya Kusuma
5.     Al Muttadqin            Jl. Karya II No. 8 Wijaya Kusuma
6.     Al Yasin            Jl Karya Barat No. 25 Wijaya Kusuma
7.    Baitur Rahim            Pasar Ayam Pesing Kel. Wijaya Kusuma
8.     Nurul Amal            Jl. Utama Sakti VI RT.001/07 Wijaya Kusuma
9.     Nurul Hidayah        Jl Hanafi RW 010 Wijaya Kusuma (Ps Impres)
10.     Al Kautsar*            Jl. Anyar Raya No 1 Wijaya Kusuma
11.    Al Amin            Kav. Polri Blok B. III Jelambar
12.    Al Hikmah            Jl. Latumeten III Barat  Jelambar
13.    Al Ikhlas            Jl. Empang Bahagia Raya No.19 Jelambar
14.    Al Istiqomah            Jl. Latumeten VI/2 No. 23 Jelambar
15.    Al Muhajirin             Kav. Polri Blok A /22-23 Jelambar
16.    Al Mukhlisin            Jl. Sukajaya II /25 Jelambar (Borobudur)
17.    Ar Ridho            Jl Jelambar Utama Raya No. 42 Jelambar
18.    Jamiatul Mukminin        Jl. Latumeten I No. 70 Jelambar
19.    Nurul Falah            Jl. Latumeten IV No. 7 Jelambar
20.    Waqaf Qomarudin        Kav. Polri Blok E. IV. No. 1341 Jelambar
21.    Nurul Jannah*            Jl. Latumaten II /1 Jelambar
22.    Nurul Iman*            Jl. Empang Bahagia X Jelambar
23.    Arif Rahman            Jl. Jelambar Barat II H. No 10 Jelambar Baru
24.    Al Ikhlas            Jl. Seni Budaya II No. 9 RT.006/05 Jelambar Baru
25.    At Tarwiha*            Jl. Jelambar Jaya IV. No 10 Jelambar Baru
26.    Al Karomah            Jl Semeru II No. 69 (Kp. Kramat) Grogol
27.    Nurul Islam            Jl. Dr. Semeru Raya No. 88 Kel. Grogol



PROGRAM KERJA

A.    Program Kerja Jangka Pendek Tahun 2011-2012

1. Meningkatkan penyelenggaraan kegiatan Ta’lim Mingguan dan bulanan dengan menambah materi pelajaran dan tenaga guru pembimbing.
2.   Menyelenggarakan kegiatan peringatan hari besar Islam dengan lebih syiar melalui masjid masjid anggota secara bergiliran.
3.      Memperlus jangkauan pemberian santunan yatim dan jumlah  pemberian santunannya.
4.      Mengoptmalkan kegiatan pendanaan melaui kartu donatur bulanan dan menggalakkan infaq dan shadaqoh.
5.  Mengoptimalkan kegiatan pelayanan janazah dengan perluasan anggota Unit  Pelayanan Janazah (UPJ) dan Pelatihan Pemulasara Janazah.
6.     Perluasan keanggotaan yayasan / penambahan anggota yayasan pada 4 Kelurahan
7.  Mengusahakan perluasan kantor yayasan dengan pembelian tanah/rumah untuk kantor Sekretariat Yayasan Ihsan Nur Rijalul Masajid berlokasi dekat sekretariat.
8.      Mengusakan pendirian koperasi untuk peningkatan ekonomi anggota dan jamaah
9.      Perluasan kantor sekretariat
10.  Menyelenggarakan program wisata ziarah
11.  Mengadakan kunjungan ta’ziah pengurus kepada jama’ah yang sakit dan Meninggal  Dunia.
12. Mengadakan penyediaan hewan qurban dengan harga bersaing dan terjangkau jama’ah.\

B.    Program Kerja Jangka Menengah Tahun 2012-2017

1.   Menghidup suburkan tradisi Islam, seperti : Istighosah, Pencak Silat, Seni Qosidah, Wisata Rohani dan sebagainya
2.    Menyelengarakan atau mengikut sertakan jamaah dalam pelatihan / kursus manajemen, dakwah, pengurusan jenazah, manasik haji, dan keterampilan lainnya
3.   Menyelenggarakan bimbingan haji dan Umrah
4.   Mengusahakan berdirinya KBIH Ihsan Nur Rijalul Masajid
5.  Meningkatkan usaha penghimpunan dana baik secara intern maupun ekstern melalui zakat maal, infaq dan sodaqoh
6.    Mengoptimalkan/mendorong usaha perkoperasian, dan usaha lain yang halal seperti : penyewaan alat-alat pesta, Jasa Konsultasi Arsitektur, Jasa Kontruksi / Kontraktor, Wartel / Warnet, Pengadaan Hewan Qurban dan sebagainya
7.   Mengadakan Taman Pendidikan Anak Soleh, Pesantren Kilat, Santunan fakir miskin & anak yatim, khitanan masal
8.   Mengusahakan pembangunan sekretariat yayasan dan tempat untuk kegiatan pendidikan pengkaderan. Dan rumah singgah Kaum Dhu’afa.
9.      Mendirikan rumah singgah Yatim dan kaum Du’afa
10.  Mengadakan buletin jum’at untuk anggota
11.  Meningkatkan  kepedulian sosial terhadap jamaah dan lingkungan.
12.  Mengusahakan Mobil Ambulan Untuk UPJ

C.    Program Kerja Jangka Panjang Tahun 2017-2023

1. Merintis pendirian pendidikan formal/non Formal yang bernuansa Islam TK / TPA, Madrasah Diniyah, Lembaga Kursus dan  Pendidikan Tinggi
2.      Berperan aktif dalam membantu korban bencana
3.   Mengembangkan media cetak maupun elektronik, pemancar radio seperti : buletin berkala/karya ilmiah serta mengembangkan perpustakaan dan dokumentasi.
4.    Berperan aktif terhadap bencana di lingkungan dengan membentuk Tim Penangulangan Bencana.
5.   Mengusahakan alat transportasi untuk kegiatan Kesekretariatan Anggota dan Jamaah

Kegiatan Yayasan

A. Menelenggarakan Ta’lim Mingguan dengan 5 Materi Pelajaran 5 orang Guru diselenggarakan Secara bergiliran di masjid/Mushalla anggota Sebagai berikut :

  1.      Minggu I Materi Ahlak Tasawwuf     Pembimbing  KH. Musthofa
  2.      Minggu II Materi Fiqihus Syafi’i    Pembimbing KH. Djazuli Cholil
  3.      Minggu III Materi Hadist & Ahlaq    Pembimbing KH, Achmad Haiti
  4.      Minggu IV Materi Tafsir Al Quran    Pembimbing KH, Drs. Sutrisno Hadie, SH,MM
  5.      Minggu V Materi Tarich Islam    Pembimbing KH. M. Achya Al Anshory

     (Setiap minggunya diikuti kurang lebih 300-400 jama’ah.)

B.     Menyelengarakan Peringatan Hari Besar Islam sekaligus santunan Yatim.
C.     Menyelenggarakan Dikir dan Do’a setiap malam Jumat minggu kedua
D.    Pengajian Nahwu Shorof setiap malam Minggu bagi Remaja
E.     Pesantren Kilat setiap Bulan Romadlon
F.      Ziarah Wisata/Tour bagi jamaah setiap Penutupan Pengajian/Talim
G.   Pelayanan Janajah Bagi Anggota Yang Meningal dunia ( dibiayai  UPJ Yayasan sampai   dengan penguburan)
H.    Olahraga Bela diri Silat Joko Tingkir.
I.       Kegiatan Taziah Bagi jamaah DLL
J.       Usaha Penjualan Hewan Qurban
K.    Usaha Jasa dan Lain-lain

Prinsip Manajemen Masjid

 Jika ingin menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan dan peradaban Islamiyah, maka perlu dilakukan penataan kembali terhadap pengelolaan masjid, termasuk kegiatan mencerdaskan umat dengan memperhatikan hal-hal yang telah dicontohkan Rasulullah SAW dalam mengelola masjid.

Dalam mengelola masjid, Rasulullah SAW menggunakan prinsip-prinsip manajemen yang sangat sederhana dan simpel, transparan, tidak bertele-tele, serta secara “built-in” mengatasi problematika umat. Memang tugas pengurus masjid tidaklah ringan. Karena itu, setiap individu yang terlibat dalam kepengurusan masjid dituntut untuk memiliki sikap dan kemampuan manajerial yang tinggi serta keikhlasan untuk rela mengorbankan waktu dan tenaganya.

Sebagai orang yang dipilih dan dipercaya oleh jamaah, pengurus masjid diharapkan dapat menunaikan tugasnya dengan baik dan bertanggung jawab, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW dalam mengelola masjid dan perlakuan terhadap jamaah masjid.

Contoh yang diberikan Rasulullah SAW itu, antara lain, ketika akan menunaikan shalat, Nabi selalu berbalik, mengecek dulu jamaahnya. Pada suatu ketika, salah seorang jamaah tetapnya tidak hadir dalam shalat berjamaah itu.

    Nabi bertanya: “Mana si Fulan.” Lalu seorang jamaah menyampaikan bahwa Fulan sedang sakit. Setelah selesai shalat, Nabi mengunjungi Fulan di rumahnya. Hal ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW sangat memperhatikan jamaahnya.

Contoh lainnya, setelah shalat Jumat, dari atas mimbar Rasulullah SAW selalu menanyai jamaahnya: “Siapa yang hari ini ada kesulitan atau kekurangan.” Apabila ada yang mengangkat tangan, bahwa dia sedang dalam kesulitan atau kekurangan, maka Nabi bertanya lagi, apakah dari jamaah yang hadir, yang telah diberi rezeki oleh Allah dan punya kelebihan, dapat membantu jamaah yang sedang kesulitan dan kekurangan itu.

Dengan cara ini, maka setelah shalat Jumat ditunaikan, problematika umat dapat langsung diselesaikan. Dalam peristiwa lain, suatu ketika, setelah menunaikan shalat, Nabi bergegas pergi ke rumah. Para sahabat heran atas tingkah laku Nabi ini. Mereka mengira Nabi mendapatkan wahyu. Tak lama setelah itu, Nabi keluar dari rumah dan membawa dirham, yang kemudian dibagikan (disedekahkan) kepada masyarakat.

Sahabat bertanya, mengapa Nabi tadi bergegas keluar masjid. Nabi menjawab, ketika shalat selesai, dia teringat masih punya uang di rumah. Sudah menjadi kebiasaan Nabi tidak pernah menginapkan uang di rumah. Uang yang diperolehnya selalu diinfakkan pada hari itu juga.

Nabi begitu peduli dan mengenal baik setiap jamaah masjid. Nabi juga mengetahui kehadiran setiap jamaah dengan cara mengecek jamaahnya. Kemudian Nabi mengetahui keadaan masing-masing jamaahnya, baik kesehatan, ekonomi, maupun kesulitan yang dihadapi jamaah.

    Bahkan Nabi menggunakan masjid sebagai tempat untuk saling mengenal keadaan setiap jamaah dan berbagi antara yang mampu dengan yang tidak mampu secara transparan.

Contoh-contoh Nabi ini memiliki kandungan manajemen sangat tinggi dan bermakna dalam. Karena itu, sungguh sangat relevan bila contoh-contoh yang diberikan oleh Rasulullah SAW itu direalisasikan dalam pengelolaan masjid pada saat ini. Tentu hal ini diawali dengan menunjukkan kecintaan kepada masjid, sejalan dengan hadis berikut ini: “Barangsiapa yang mencintai masjid, maka Allah mencintainya.” (H.R. Thabrani).

Tentu mencintai masjid ini tidak hanya ditunjukkan hanya dengan selalu pergi ke masjid untuk menunaikan shalat, melainkan juga menjaga wibawa masjid. Masjid harus lebih bagus dari rumah tempat tinggal jamaah. Namun bukan berarti berlomba-lomba memperbagus masjid, sedangkan upaya memakmurkannya sangat kurang. Tidak sedikit masjid yang dengan susah payah dibangun, tapi akhirnya sepi dari jamaah dan kegiatan umat.

Masjid harus menunjukkan semangat dan kecintaan jamaahnya, karena Allah SWT juga menyatakan bahwa tempat yang paling disukai-Nya adalah masjid dan yang paling tidak disukai-Nya adalah pasar. Hal ini tercermin dalam hadits: “Bagian bumi yang dicintai Allah ialah masjid dan bagian yang paling dibenci Allah adalah pasar.” (H.R. Muslim).

Dari kecintaan pada masjid itu, akan lahir keikhlasan untuk mengurus dan mengelolanya dengan baik. Kemudian mengajak dengan cara-cara yang baik pula agar orang yang belum berjamaah di masjid akhirnya tertarik untuk ikut berjamaah.

Setelah itu, insya Allah, kegiatan di masjid akan semakin semarak dan gaung syiarnya akan menggetarkan jiwa orang-orang untuk selalu terpaut hati dan pikirannya pada masjid, sehingga terhindar dari perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT.[Infomasjidkita]