Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5[ImagesOnly]

Style6

Masjid Cut Mutiah ini berlokasi di Jl. Cut Meutia, Jakarta. Untuk mencapai masjid ini cukup mudah. Dapat menggunakan kendaraan pribadi ataupun angkutan umum. Dengan angkutan umum dapat menaiki bus kopaja P20 lalu turun di stasiun kereta Gondangdia dan masjid ini berada di depannya. Jika dari Kampung Melayu dapat naik kopaja yang jurusan Tanah Abang (P502) lalu turun di perempatan cikini (depan kantor pos lama) lalu jalan kaki menyusuri jl. Cut Meutia. Mudah kan?
Bangunan masjid ini berbeda dengan bangun masjid pada umumnya. Hal ini karena dulunya pada jaman Belanda merupakan kantor NV De Bouwpleg atau kantornya para arsitek Belanda pada waktu itu. Dan pada masa penjajahan Jepang, bangunan tersebut dijadikan sebagai markas besar angkatan laut Jepang.

Pada tahun 1959 sampai 1960, bangunan tersebut dijadikan kantor Wali kota Jakarta Pusat. Kemudian menjadi kantor PAM, kantor dinas Urusan Perumahan Jakarta dan MPRS di zaman A.H. Nasution.
Lalu berdasarkan SK gubernur no. 5184/1987 tanggal 18 Agustus 1987, bangunan ini diresmikan menjadi masjid tingkat propinsi dan dinamai Masjid Cut Meutia yang diambil dari jalan yang berada di dekat bangunan tersebut
(sumber : kompas/wikipedia/dll.)

Di sekitar masjid ini terdapat Taman yang bernama Taman Cut Meutia. Pohon-pohon tinggi yang mengelilingi halaman masjid, membuat suasananya menjadi teduh. Tak jarang orang-orang singgah dulu di masjid ini untuk beribadah dan sholat tentunya.
Karena dulunya didisain bukan untuk masjid, maka bagian interiornyapun berbeda dengan interior masjid pada umumnya. Bagian dalam masjid ini bersekat-sekat dan seakan-akan ruangnya seperti sempit. Tapi meski begitu, rasa nyaman dapat dirasakan.

Tampilan Eksterior Dan Interior




Pengurus RICMA (GATRAnews/Venny Tania)
Pengurus RICMA (GATRAnews/Venny Tania)
 - Memasuki bulan ramadhan, organisasi kepemudaan Remaja Islam Masjid Cut Meutia (RICMA) menggelar rangkaian acara Gema Ramadhan 2013. Kegiatan rutin tahunan dari RICMA yang keempat ini mengambil tema “Ramadhan Berbudaya”. Mengajak kembali generasi muda kembali ke mesjid melalui media yang sedang digandrungi anak muda menjadi tujuan dari acara ini. Tak ketinggalan akan ada pula Ramadhan Jazz Festival yang diisi musisi jazz ternama dalam dan luar negeri.

“RICMA melihat banyak generasi muda yang malah banyak ikut kehidupan malam dan tawuran, kita punya cara sendiri menyiarkan agama dengan masuk ke kegiatan yang sedang digandrungi,” kata Sekertaris Jendreal RICMA, Artha, saat ditemui di Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta, jumat (12/7).

Ketua Gema Ramadhan 1413H Ai Sukarno Hatta menjelaskan Gema Ramadhan menjadi langkah awal untuk memberikan kontribusi nyata kepada bangsa dan negara, yaitu melalui unsur budaya dalam bentuk fisik dan non fisik. Gema Ramadhan dikemas dalam beberapa acara yaitu Safari Ramadhan, Tajil on The Road, RICMA Conference, RICMA Camp, RICMA Fair, dan Malam Budaya RICMA, termasuk Ramadhan Jazz Festival 2013.

Safari Ramadhan bertujuan menjalin hubungan silatruahmi dan saling bertukar informasi dengan organisasi yang bernafaskan sama dalam membangun agama Islam. Di antaranya berkunjung ke kedutaan besar negara-negara sahabat seperti India, Irak, dan Amerika Serikat untuk memperkenalkan RICMA. Selain itu silaturahmi juga dilakukan dengan organisasi seperti Himpunan Mahasiswa Islam di Aceh pada Jumat (12/7).

Tajil on The Road dilangsungkan selama sehari pada Jumat (12/7) di kawasan bundaran Hotel Indonesia dan bundaran Senayan, Jakarta dengan membagikan 2.400 buungkus  makanan secara gratis di setiap titik. “Tajil on The Road ingin menularkan budaya memberi dan ramah tamah di saat banyak yang meminta. Kita bekerja sama dengan beberapa Abang None Jakarta,” kata Ai.

RICMA Conference merupakan diskusi kebangsaan yang diadakan di Gema Ramadhan 1434H dengan beberapa pemuda dalam bidangnya, yang membahas solusi bagi dan membuka wawasan isu-isu besar nasional maupun internasional yang dirangkaikan dengan peringatan Nuzulul Qur’an 1434H dengan bingkai islami. Digelar pada 27 Juli 2013 di Mesjid Cut Metia, acara ini juga akan dihadiri oleh Amien Rais.

RICMA Camp bertujuan menciptakan  jiwa kepemimpinan berkepribadian Islam, dengan memberikan pelatihan sebagai wadah menciptakan kader baru yang berkualitas untuk RICMA di masa mendatang. Sedangkan RICMA Fair adalah pasar rakyat yang menyediakan berbagai kebutuhan utuk masyarakat dengan harga murah, terutama untuk masyarakat sekitar Menteng Kecil dan sekitarnya. RICMA Fair akan digelar pada 2 Agustus 2013 di lapangan Masjid Cut Meutia.

Puncak acara dari Gemar Ramadhan 2013 adalah Malam Budaya RICMA yang digelar pada 3 Agustus 2013, yang menampilkan unsur-unsur kebudayaan daerah di Indonesia yang ditampilkan secara modern. Sujiwo Tedjo direncanakan akan mengisi Malam Budaya dengan kisah tentang perjuangan tokoh Islam dunia.[Gatra]

Sumber Photo : by deddy

Masjid Cut Mutia dalam Peta Satelit


Tentang admin

Admin adalah orang-orang yang peduli terhadap kemaslahatan umat, terutama dalam menghadapi tantangan zaman berupa hujatan, fitnah, dan upaya-upaya lain yang mendeskriditkan dunia Islam. "Biodata Penulis".
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

1 komentar:

  1. Assalamu’alaikum Wr.Wb
    Nama saya farchan,teknisi Sound System masjid AL FALAH Sby ,yang sudah bersertifikat. bila anda mempunyai keluhan problem tentang Sound System masjid anda. silahkan hub : 085245853437 email : engineeringfarchan@gmail.com SPESIALIS SOUND SYSTEM MERK TOA.
    SIAP MELAYANI PEMASANGAN SOUND SYSTEM di SELURUH INDONESIA maupun MANCANEGARA.

    Melayani :
    - Melayani konsultasi mengenai sound system.
    - Pemasangan Sound System Masjid.
    - Pemasangan Sound System Gedung.
    - Pemasangan Sound System Perkantoran.
    - Dll.
    ingin tahu lebih lanjut hub :085245853437
    atau silahkan buka di http://farchansse009.blogspot.com

    BalasHapus