Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5[ImagesOnly]

Style6

Masjid Al-Osmani Atau Masjid Labuhan Medan

Masjid Al-Osmani beradi di Jl Yos Sudarso di Medan, Sumatera Utara. Masjid ini juga di kenal dengan sebutan Masjid Labuhan karena lokasinya yang berada di daerah Medan Labuhan. Masjid yang terletak sekitar 20 kilometer sebelah utara Kota Medan. Masjid ini adalah masjid tertua di kota Medan.

Masjid Al-Osmani dibangun pada 1854 oleh Raja Deli ketujuh, yakni Sultan Osman Perkasa Alam dengan menggunakan bahan kayu pilihan. Kemudian pada 1870 hingga 1872 masjid yang terbuat dari bahan kayu itu dibangun menjadi permanen oleh anak Sultan Osman, yakni Sulthan Mahmud Perkasa Alam yang juga menjadi Raja Deli kedelapan.

Hingga kini, selain digunakan sebagai tempat beribadah, masjid itu juga dipakai sebagai tempat peringatan dan perayaan hari besar keagamaan dan tempat pemberangkatan menuju pemondokan jamaah haji yang berasal dari Medan utara. Di masjid ini juga terdapat lima makam raja deli yang dikuburkan yakni Tuanku Panglima Pasutan (Raja Deli IV), Tuanku Panglima Gandar Wahid (Raja Deli V), Sulthan Amaluddin Perkasa Alam (Raja Deli VI), Sultan Osman Perkasa Alam, dan Sulthan Mahmud Perkasa Alam.[1]

Ketika pertama kali dibangun pada tahun, ukuran Masjid Al-Osmani hanya 16 x 16 meter dengan material utama dari kayu.Pada tahun 1870, Sultan Deli VIII Mahmud Al Rasyid melakukan pemugaran besar-besaran terhadap bangunan masjid yang diarsiteki arsitek asal Jerman, GD Langereis. Selain dibangun secara permanen, dengan material dari Eropa dan Persia, ukurannya juga diperluas menjadi 26 x 26 meter. Renovasi itu selesai tahun 1872.

Beberapa kali pemugaran terhadap bangunan masjid ini telah dilaksanakan tanpa menghilangkan arsitektur asli yang merupakan perpaduan bangunan Timur Tengah, India, Spanyol, Melayu, dan China.Kombinasi arsitektur empat Negara itu misalnya pada pintu masjid berornamen China, ukiran bangunan bernuansa India, dan arsitektur bernuansa Eropa, dan ornamen-ornamennya bernuansa Timur Tengah. Rancangannya unik, bergaya India dengan kubah tembaga bersegi delapan. Kubah yang terbuat dari kuningan tersebut beratnya mencapai 2,5 ton

Masjid Al-Osmani didominasi warna kuning, dengan warna kuning keemasan yang merupakan warna kebanggaan Suku Melayu, warna tersebut diartikan atau menunjukkan kemegahan dan kemuliaan. Kemudian dipadu dengan warna hijau yang filosofnya menunjukkan keislaman.[wikipedia]
Peta Lokasi Masjid Al-Osmani Labuhan

Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh

Masjid Agung Baitul Makmur, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat yang berlokasi di Jalan Imam Bonjol, Desa Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan.

Bangunan Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh tampak sangat menonjol dengan gaya arsitektur perpaduan Timur Tengah, Asia, dan Aceh serta pemilihan warna cokelat cerah yang dikombinasikan dengan warna merah bata di kubah masjid.

Ciri khas masjid yang dapat dilihat secara kasatmata adalah tiga kubah utama yang diapit dua kubah menara air berukuran lebih kecil. Bentuk kepala semua kubah sama, yakni bulat berujung lancip, khas paduan arsitektur Timur Tengah dan Asia. Masjid ini akan dilengkapi dua menara baru yang hingga tulisan ini diturunkan masih dalam tahap penyelesaian. Menara tersebut akan membuat masjid terlihat semakin megah dan dapat berfungsi sebagai landmark wilayah setempat.

Pintu gerbang masjid pun merupakan keistimewaan tersendiri. Gerbang yang berdiri sendiri dengan jarak beberapa meter dari masjid ini terlihat sangat anggun. Gerbang ini seakan-akan menegaskan bahwa siapa pun yang memasuki gerbang akan menjumpai pemandangan yang sangat indah.

Di dalam masjid terlihat dua konsep ruang yang berbeda. Pertama, pengunjung disambut oleh ruangan yang memiliki banyak tiang penyangga lantai dua sebagai mezzanine. Di bagian tengah terdapat ruang lapang yang terasa sangat lega dengan ornamen lampu hias tepat di tengahnya.

Inspirasi gaya arsitektur Timur Tengah juga terlihat dari bentuk mihrab. Mihrab yang terlihat sangat indah ini didominasi warna cokelat dan nuansa keemasan khas material perunggu dengan ornamen khas Islam. Kesan mewah dan sejuk langsung terasa saat menatapnya.

Masuk 100 Masjid Terindah Indonesia

Masuknya masjid kebanggaan masyarakat Aceh Barat dalam 100 masjid terindah di Indonesia tersebut, terdapat dalam buku yang disusun oleh Teddy Tjokrosaputro & Aryananda yang diterbitkan oleh PT Andalan Media, Agustus 2011 setebal 209 halaman.

”Kami bangga dengan ditetapkan Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh sebagai masjid yang terindah bersama 100 masjid lainnya di nusantara, karena hal ini akan berdampak positif terhadap perkembangan masjid dan meningkatnya jumlah jamaah di masjid kebanggaan masyarakat di Aceh Barat ini,” kata Sekretaris Umum Badan Kemakmuran Masjid Agung Baitul Makmur, Muchsinuddin MS SAg sebagaimana yang dikutip serambi.

Buku tersebut juga menyajikan tentang sejarah, lokasi, data teknis dan keindahan dari 100 masjid yang ada di Indonesia. “Buku ini mengupas tentang sejarah dan foto-foto resolusi tinggi dalam menyajikan keindahan dari 100 masjid terindah yang yang ada di Indonesia,” kata Muchsinuddin

Yusuf Kalla Berencana Benahi Suara 1500 Masjid

Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla kembali mengkritik sebagian besar sistem pengeras suara di masjid Indonesia yang kurang bagus, sehingga tidak enak didengarkan. Pria yang karib disapa JK berencana membenahi pengeras suara 1.500 masjid se-Indonesia tiap tahunnya.

"Kalau pengeras suara di masjid ini sudah relatif bagus, namun tetap harus diperbaiki. Sedangkan di masjid-masjid lain masih cukup banyak sistem pengeras suaranya justru membuat telinga sakit dan suara yang keluar tidak bisa didengar," kata JK saat peresmian Masjid Hasanudin Mandjedi di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (21/6/2013).

Menurut JK, jeleknya kualitas suara dari pengeras suara di masjid-masjid itu disebabkan pemasangan yang tidak fokus. Ada yang menghadap ke samping kiri, ke samping kanan, sehingga suara menjadi pecah.

JK menambahkan, suara dari pengeras akan memantul jika dipasang di masjid yang berdinding marmer dan kaca, sehingga sulit untuk didengar. Akibatnya, jamaah tidak bisa mendengarkan dengan maksimal.

Mantan Wakil Presiden ini mengatakan, sistem pengeras suara yang benar adalah, speaker-nya tidak perlu terlalu berlebihan, dan seluruhnya menghadap ke belakang. Program perbaikan pengeras suara itu harus segera dilakukan.

"Program tersebut mungkin terdengar sederhana, tetapi itu sangat penting, karena 80 persen kegiatan di masjid itu adalah mendengarkan, sedangkan 10 persen sujud dan 10 persennya lagi untuk doa," tuturnya.

JK memberi contoh saat masjid mendatangkan ulama besar berceramah, namun di tengah acara, para jamaah bubar. Ternyata mereka tidak pulang, tetapi mendengarkan di luar masjid, karena suaranya lebih jelas dari luar.

"Hal-hal seperti itu kan memalukan, sehingga sistem pengeras suaranya harus dibenahi dengan yang benar, sehingga lebih enak didengarkan," tutur JK. (Ant/Eks/Sss)

Masjid Baiturrahman Banda Aceh

Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh,merupakan Masjid yang memilikilembaran sejarah tersendiri,yang kini merupakan Masjid Negara yang berada di jantung kota Propinsi Daerah Istimawa Aceh. Nama Masjid Raya Baiturrahman ini berasal dari nama Masjid Raya yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1022 Hijriah bersamaan dengan tahun 1612 Miladiyah. Riwayat lain menyebutkan bahwa yang mendirikan Masjid Raya Baiturrahman di Zaman kerajaan Aceh ialah Sultan Alidin Mahmudsyah pada tahun 1292 Miladiyah.
Mesjid Raya ini telah terbakar habis akibat penyerangan tentara Belanda dalam ekspedisinya kedua pada bulan shafar 1290 Hijriyah bersamaan dengan april 1873 Miladiyah, dimana dalam peristiwa tersebut tewas Mayjen Khohler yang kemudian diabadikan tempat tertembaknya pada sebuah monument kecil dibawah pohon ketapang/geulumpang.
Empat tahun setelah Masjid Raya Baiturrahman itu terbakar,pada pertengahan shafar 1294 Hijriyah bersamaan dengan awal maret 1877 Miladiyah, dengan
mengulangi janji jenderal Van Sweiten,maka Gubernur Jenderal Van Lansbergemenyetakan akan membangun kembali Masjid Raya Baiturrahman yang telah terbakar itu. Pernyataan ini diumumkan setelah diadakan permusyawaratan dengan kepala-kepala Negeri sekitar Banda Aceh. Dimana disimpulakan bahwa pengaruh Masjid sangat besar kesanya bagi rakyat Aceh yang 100% beragama Islam. Janji tersebut dilaksanakan oleh Jenderal Mayor Vander selaku Gubernur Militer Aceh pada waktu itu. Dan tepat pada hari kamis 13 syawal 1296 Hijriyah bersamaan dengan 9 Oktober 1879 Miladiyah, diletakan batu pertamanya yang diwakili olehTengku Qadhi Malikul Adil. Masjid Raya Baiturrahman ini siap dibangun kembali pada tahun 1299 Hijriyah bersamaan dengan kubahnya hanya sebuah saja.
Pada tahun 1935 Miladiyah Masjid Raya Baiturrahman diperluas bahagian kanan dan kirinya dengan tambahan dua kubah. Perluasan ini dikerjakan oleh Jawatan Pekerjaan Umum (B.O.W) dengan biaya sebanyak F.35.000,- (Tiga Puluh Lima Ribu Gulden), sebagai pimpinan Proyek Ir.M.Thahir dan selesai dikerjakan pada akhir tahun 1936 Miladiyah
Usaha perluasan dilanjutkan oleh sebuah pnitia bersama “Panitia Perluasan Masjid Raya Kutaraja”. Dengan keputusan Menteri R.I tanggal 31 Oktober 1975 disetujui pula perluasanya yang kedua dan pelaksanaanya diserahkan pada pemborong N.V ZEIN dari Jakarta. Perluasan ini bertambah dua kubah lagi dan dua buah menara sebelah utara dan selatan. Dengan perluasan kedua ini Masjid Raya Baiturrahman mempunyai lima kubah dan selesai dekerjakan dalam tahun 1967 Miladiyah.
Dalam rangka menyambut Musabaqah tilawatil qur’an Tingkat Nasional ke-XII pada tanggal 7 s/d 14 Juni 1981 di Banda Aceh, Masjid Raya diperindah dengan peralatan, pemasangan klinkers di atas jalan-jalan dalam pekarangan Masjid Raya. Perbaikan dan penambahan tempat wudhuk dari porselin dan pemasangan pintu krawang, lampu chandelier, tulisan kaligrafi ayat-ayt Al-Qur’an dari bahan kuningan, bagian kubah serta intalasi air mancur di dalam kolam halaman depan.
Masjid Raya Baiturrahman adalah Masjid kebanggaan rakyat Aceh, dimana sejak zaman Belanda berfungsi sebagai benteng pertahanan umat Islam Namggroe. Pada tahun 1991-1993 Masjid Raya Baiturrahman melaksanakan perluasan kembali yang disponsori oleh gubernur Dr.Ibrahim Hasan, yang meliputi halaman depan dan belakang serta masjidnya itu sendiri.Bagian masjid yang diperluas,meliputi bagian lantai masjid tempat shalat,ruang perpustakaan, ruang tamu, ruang perkantoran, aula dan ruang tempat wudhuk, dan 6 lokal sekolah. Sedangkan. perluasan halaman meliputi, taman dan tempat parkir serta satu buah menara utama dan dua buah minaret. Sehingga luas ruangan dalam Masjid menjadi 4.760 M2 berlantai marmer buatan Italia, jenis secara dengan ukuran 60 × 120 cm dan dapat menampug 9.000 jama’ah. Dengan perluasan tersebut, Masjid RAya Baiturrahman sekarang memiliki 7 kubah, 4 menara, dan 1 menara induk.Dari masa kemasa Masjid Raya
Baiturrahman telah berkembang pesat baik ditinjau dari segi arsitektur, peribadatan maupun kegiatan kemasyarakatan sesuai dengan perkembangan, luas area Masjid Raya Baiturrahman ± 4 Ha, didalamnya terdapat sebuah kolam, menara induk dan bagian halaman lainya ditumbuhi rumput yang ditata dengan rapid dan indah diselingi tanaman/pohon hias.
(F.N sumber www.baiturrahman.masjiddigital.info)
Peta Lokasi

Masjid Baitul Ihsan di Komplek Bank Indonesia

Bank Indonesia (BI) sebagai lembaga yang diberi amanat untuk melaksanakan tugas kenegaraan yang sangat strategis, yaitu sebagai otoriter moneter, BI selalu berusaha untuk dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Berbagai upaya guna mendukung efektivitas pelaskanaan tugas BI senantiasa dilakukann, baik melalui penyempurnaan organisasi dan sistem tata kerja, pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. Di bidang organisasi dan sistem tata kerja, masih terus diupayakan dan disempurnakan melalui berbagai program, termasuk program transformasi yang sedang dijalankan, guna menyesuaikan dengan perkembangan yang terjadi.Demikian pula di bidang sumber daya manusia. Arah pengembangan yang ditempuh adalah berupaya mewujudkan SDM BI yang berkualitas, tidak hanya dalam segi kompetensi dan profesionalitas tetapi juga dari segi integritas dan moral.

Untuk mewujudkan SDM dengan integritas yang tinggi bukanlah pekerjaan yang mudah. Di samping faktor kemauan dari masing-masing individu, diperlukan pula faktor pendukung lainnya, termasuk akhlak dan mental. Agar pembinaan akhlak dan mental dapat berjaln efektif dan berkesinambungan, maka diperlukan sarana yang memadai untuk mendukungnya. Dalam kaitan inilah nampak begitu pentingnya keberadaan sebuah masjid pada lingkungan perkantoran BI sebagai sarana pembentukan dan pembinaan akhlak dan mental pegawai BI khususnya yang beragama Islam, dan sekaligus sebagi sarana ibadah umat Islam pada umumnya.

Di samping sebagai sarana peribadatan, keberadaan masjid di lingkungan BI diharapkan juga menjadi tempat untuk pengembangan kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan. Oleh karena itu, masjid di lingkungan BI selain sebagai tempat ibadah juga berfungsi sebagai majlis dzikir, majlis ilmu dan majlis ukhuwwah yang kesemuanya itu bertujuan untuk meningkatkan kualitas keimanan dalam penghambaan kepada Allah SWT.

Walaupun keberadaan masjid dalam komplek perkantoran BI, sebagai sebuah “rumah kebajikan” tentunya diharapkan agar masjid tersebut dapat disemarakkan dengan kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk memuliakan dan mengagungkan nama Allah. Oleh karena itu, masjid ini boleh didatangi kaum muslimin dari mana saja dan kapan saja, tidak hanya pegawai BI tetapi juga masyarakat sekitar kantor BI dan masyarakat muslim pada umumnya.

Sejarah Berdirinya Masjid Baitul Ihsan

Sejak kantor BI pindah dari Kota ke Gedung BI Thamrin pada awal tahun enam puluhan, telah dirasakan adanya keinginan untuk mempunyai masjid di lingkungan perkantoran BI. Dari catatan sejarah, diketahui bahwa BI telah mempelopori tersedianya sarana peribadatan bagi umat Islam di Gedung BI Kota pada awal tahun 50-an.

Keinginan untuk menghadirkan sebuah masjid dalam lingkungan kantor BI tersebut secara lebih kongkrit tertuang pada waktu disusunnya Master Plan KOPERBI (Komplek Perkantoran Bank Indonesia) pada tahun 1978, yang kemudian direvisi dalam Master Plan 1988. Masjid direncanakan di sisi Jl. Abdul Muis, hal ini dimaksudkan untuk memudahkan masyarakat di sekitar bisa masuk ke dalam masjid.

Dalam revisi Master Plan KOPERBI 1998 dikembangkan konsep baru dalam pengaturan tata letak bangunan, di mana masjid ditempatkan pada lokasi paling barat, di sisi jalan Budi Kemuliaan. Dengan konsep ini, secara simbolis bangunan masjid menjadi “imam”/ orientasi bangunan kantor lainnya di KOPERBI, yang mencerminkanniat bahwa segala hal yang dilakukan dalam kegiatan bekerja adalah ibadah semata karena Allah SWT.

Dengan kehadiran masjid di lingkungan komplek perkantoran BI diharapkan dapat meningkatkan kegiatan keagamaan, khususnya agama Islam di BI. Lebih jauh lagi diharapkan masjid tidak hanya dipergunakan sebagai tempat untuk melaksanakan kegiatan ibadah ritual saja, tetapi juga sebagai pusat pembinaan mental, budaya dan kesejahteraan umat. Sehingga diharapkan dapat membentuk kepribadian pegawai BI yang muhlis dan istiqomah.

Dengan latar belakang tersebut di atas, maka pada pertengahan tahun 1998, Direktorat Logistik dan Pengamanan dan Dewan Gubernur menyepakati sebuah nama masjid di komplek BI dengan nama “Baitul Ihsan”. Pemberian nama masjid tersebut kemudian secara resmi dikukuhkan sebagai nama masjid di komplek BI, yang dilakukan pada acara Peresmian Dimulainya Pembangunan Masjid KOPERBI oleh Gubernur Bank Indoensia. Kemudian masjid itu sendiri diresmikan penggunaanya pada tanggal 18 Mei 2001.

Rancangan Fisik Masjid

Masjid adalah tempat bersujud dan lambang syiar Islam, oleh karenanya karakter, skala, bentuk bangunan dan ornamen estetika harus mencerminkan suatu tempat bersujud dan Islami. Masjid ini dirancang dari bentuk dasar sederhana yaitu bentuk segi empat sempurna dengan setengah lingkaran ke arah vertikal (kubah), yang didasr oleh kejelasan arah (jiblat) dan sistem konstruksi (busur/shell) yang dipergunakan, sebagi lambang kesempurnaan dan keabadian.

Masjid dapat dicapai dari semua arah kecuali dari arah kiblat (mihrab) sebagai cerminan keterbukaan dari rumah Allah yang dapat dipergunakan seluruh umat Islam.

Secara keseluruhan bangunan ini menampilkan bentuk masjid yang sudah dikenal secara umum dengan kubah dan minaret. Hal ini melambangkan kedekatan dan kewajaran serta menjauhkan dari perasaan akan lingkungan yang kurang dikenal atau bentuk yang tidak umum.

Secara detail rancangan masjid adalah:

    Secara keseluruhan menampilkan garis-garis vertikal yang mencerminkan hubungan antara manusia sebagai hamba dengan Allah Sang Pencipta, dan garis-garis horizontal yang mencerminkan hubungan muamalah antara sesama manusia yang sederajad. Bahkan jendela terbentuk persegi dengan jendela dari bahan kaca patri bermotif ornamen geometris yang merupakan ornamen hias yang sesuai dengan ajaran Islam.

    Kubah

   
Permukaan kubah masjid dilapisi keramik dengan ragam hias geometri dengan kombinasi warna biru dan krem yang diharapkan dapat memberi aksentuasi pada bagian yang paling dominan dari masjid ini.

    Pintu masuk

  
Daun pintu terbuat dari bahan perunggu dihiasi ukiran bermotifkan tumbuhan dengan bagian atas daun pintu terdapat huruf Allah di sebelah kanan dan huruf Muhammad di sebelah kiri. Pintu masuk dikelilingi oleh dinding kerawang dengan bagian atas berbentuk busur mencerminkan gerbang masuk yang transparan, tebuka bagi seluruh umat Islam yang hendak bersujud me
nghadap Tuhannya.

    Bagian dalam masjid

    Balok penguhubung yang mengikat keempat kolom utama yang menopang atap kubah, dihiasi dengan ragam hias yang Islami dengan kaligrafi ayat 35 surat an-Nur, dan kaki kubah dikelilingi dengan Asmaul Husna. Atap berbentuk kubah mewakili bola langit sebagai representasi dari alam semesta ciptaan Allah dengan jendela sebagai titik-titik cahaya, “Nur” yang menerangi ruang sholat dengan pencahayaan alami dari luar, sebagi menifestasi bahwa manusia sangatlah kecil dibanding alam semesta ciptaan- Nya dan dalam sujudnya selalu akan mencari cahaya, “Nur” hidayah dari Allah. Ornamen estetis dalam amsjid, didominasi oleh pola-pola geometris yang merupakan ornamen yang bernafaskan Islam. Selain itu juga diambil ragam hias yang digali dari perbendaharaan ragam hias tradisional yang semuanya dilaksanakan oleh seniman lokal.

Lingkungan Fisik Masjid


Masjid Baitul Ihsan berada di dalam komplek perkantoran BI. Masjid ini terdiri dari tiga lantai.
  • Lantai Basement; dipergunakan untuk kantor pengurus masjid, perpustakaan, ruang simpan dan dan ruang sholat dengan kapasitas 400 jamaah, dengan luas keseluruhan 1080 m2.
  • Lantai Dasar; sebagai lantai utama masjid untuk ruang sholat, seluas 1087 m2 yang dapat menampung 1.040 jamaahh.
  • Lantai Mezanine; dipergunakan ruang sholat, seluas 596 m2 yang dapat menampung 545 m2.
Selain itu masih ada satu lantai yang diberi nama Lantai Terbuka (plaza dan selasar). Sebagai ruang terbuka serba guna masjid seluas 1098 m2 yang dapat dipergunakan untuk perluasan tempat sholat, terutama pada hari Jum’at yang dapat menampung 940 jamaah.



Masjid Raya Inti Vila Persada Tangerang

 Sejarah Masjid

Kerinduan warga muslim Perumahan Vila Inti persada untuk memiliki tempat peribadatan sendiri, terobati sudah. Senin, 20 Juli 2009, bertepatan dengan peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1430 H, suatu torehan sejarah telah tertuangkan, dan pastinya akan selalu terpatri di dalam sanubari seluruh warga muslim Vila Inti Persada.
Di hari yang penuh berkah tersebut terasa cahaya Illahi bersinar begitu terang, yang menerangi dan mengiringi prosesi peresmian berdirinya Masjid di ujung paling selatan Kodya Tangerang Selatan, atau tepatnya di jantung Perumahan Vila Inti Persada, Pamulang Timur, Pamulang, Tangerang selatan.
Masjid Raya Vila Inti Persada, begitulah warga muslim setempat memberi label pada masjid yang menjadi kebanggaan tersebut. Masjid yang dibangun dengan sumber dana swadaya murni dari warga muslim Vila Inti Persada, terasa memiliki nilai dan arti tersendiri bagi warga, karena di hari yang bersejarah tersebut masjid Raya Vila Inti Persada tak tanggung-tanggung diresmikan oleh dua pejabat negara, yaitu Bapak Menteri Negara Perumahan Rakyat dan Bapak Walikota Tangerang Selatan. Suatu hal yang sama sekali tak pernah terlintas di benak warga muslim setempat disaat pertama kali bahu membahu dalam membangun masjid ini.

Dengan berdiri dan diresmikannya Masjid Raya Vila Inti Persada, semoga bisa memperingan gerak langkah kaki warga muslim perumahan Vila Inti Persada dan sekitarnya didalam memenuhi panggilan Illahi, sebagai sarana meningkatkan rasa keimanan dan keislaman, menjadi sarana pemersatu umat, sarana perekat tali persaudaraan dan jalinan silahturrahmi bagi warga muslim Vila Inti Persada dan lingkungan disekitarnya.

Harapan lainnyA, dengan keberadaan Masjid Raya Villa Inti semoga warga bisa memakmurkannya dengan aneka kegiatan, baik yang bernuansa religi keagamaan, maupun yang bernuansa sosial, Sehingga dengan Kemegahan Bangunan Masjid Raya Vila Inti Persada, Megah pula nilai dan rasa keislaman,keimanan dan kemasyarakatan warga muslim di perumahan Vila inti Persada dan sekitarnya.




Lokasi Masjid Raya Villa Inti Persada Untuk informasi lainnya terkait Masjid raya Villa Inti Persada bisa diakses di medianya ini : http://www.masjidrayavip.org/

Keutamaan Zakat Dan Kalkulator Zakat

Oleh : Muhammad Abduh Tuasikal

Pengertian Zakat

Zakat –secara bahasa- berarti “النّماء والرّيع والزّيادة” berarti bertambah atau tumbuh. Makna seperti dapat kita lihat dari perkataan ‘Ali bin Abi Tholib,

العلم يزكو بالإنفاق

“Ilmu itu semakin bertambah dengan diinfakkan.”

Zakat secara bahasa juga berarti “الصّلاح”, yang lebih baik. Sebagaimana dapat kita lihat pada firman Allah Ta’ala,

فَأَرَدْنَا أَنْ يُبْدِلَهُمَا رَبُّهُمَا خَيْرًا مِنْهُ زَكَاةً

“Dan kami menghendaki, supaya Rabb mereka mengganti bagi mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu” (QS. Al Kahfi: 81).[1]

Secara bahasa, zakat juga berarti “تطهير” mensucikan. Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا

“Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu” (QS. Asy Syams: 9). Zakat mensucikan seseorang dari sikap bakhil dan pelit. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka” (QS. At Taubah: 103).[2]

Secara istilah syar’i, zakat berarti penunaian kewajiban pada harta yang khusus, dengan cara yang khusus, dan disyaratkan ketika dikeluarkan telah memenuhi haul (masa satu tahun) dan nishob (ukuran minimal dikenai kewajiban zakat). Zakat pun kadang dimaksudkan untuk harta yang dikeluarkan. Sedangkan muzakki adalah istilah untuk orang yang memiliki harta dan mengeluarkan zakatnya.[3]

Kita dapat mengambil pelajaran dari definisi di atas bahwa zakat dapat disebut zakat karena pokok harta itu akan tumbuh dengan bertambah barokah ketika dikeluarkan dan juga orang yang mengeluarkan akan mendapatkan berkah dengan do’a dari orang yang berhak menerima zakat tersebut. Harta lain yang tersisa juga akan bersih dari syubhat, ditambah dengan terlepasnya dari kewajiban-kewajiban yang berkaitan dengan harta tersebut.[4]

Hukum Zakat

Zakat disyari’atkan pada tahun kedua hijriyah dekat dengan waktu disyari’atkannya puasa Ramadhan.[5] Zakat ini merupakan suatu kewajiban dan bagian dari rukun Islam. Hal ini tidak bisa diragukan lagi karena telah terdapat berbagai dalil dari Al Qur’an, As Sunnah, dan ijma’ (kata sepakat ulama).

Dalil yang menyatakan wajibnya zakat di antaranya terdapat dalam ayat,

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآَتُوا الزَّكَاةَ

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’” (QS. Al Baqarah: 43). Perintah zakat ini berulang di dalam Al Qur’an dalam berbagai ayat sampai berulang hingga 32 kali.[6]

Begitu pula dalam hadits ditunjukkan mengenai wajibnya melalui haditsd dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بُنِىَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَالْحَجِّ ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ

“Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak disembah melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya; menegakkan shalat; menunaikan zakat; menunaikan haji; dan berpuasa di bulan Ramadhan.”[7]

Begitu juga dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika memerintahkan pada Mu’adz yang ingin berdakwah ke Yaman,

فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لِذَلِكَ فَأَعْلِمْهُمْ أَنَّ اللَّهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ صَدَقَةً فِى أَمْوَالِهِمْ ، تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ وَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ

“… Jika mereka telah mentaati engkau (untuk mentauhidkan Allah dan menunaikan shalat ), maka ajarilah mereka sedekah (zakat) yang diwajibkan atas mereka di mana zakat tersebut diambil dari orang-orang kaya di antara mereka dan kemudian disebar kembali oleh orang miskin di antara mereka.”[8]

Ibnu Hajar Al Asqolani rahimahullah berkata, “Zakat adalah suatu kepastian dalam syari’at Islam, sehingga tidak perlu lagi kita bersusah payah mendatangkan dalil-dalil untuk membuktikannya. Para ulama hanya berselisih pendapat dalam hal perinciannya. Adapun hukum asalnya telah disepakati bahwa zakat itu wajib, sehingga barang siapa yang mengingkarinya, ia menjadi kafir.”[9]

Perlu diketahui bahwa istilah zakat dan sedekah dalam syari’at Islam memiliki makna yang sama. Keduanya terbagi menjadi dua: (1) wajib, dan (2) sunnah. Adapun anggapan sebagian masyarakat bahwa zakat adalah yang hukum, sedangkan sedekah adalah yang sunnah, maka itu adalah anggapan yang tidak berdasarkan kepada dalil yang benar nan kuat.

Ibnul ‘Arobi rahimahullah mengatakan, “Zakat itu digunakan untuk istilah sedekah yang wajib, yang sunnah, untuk nafkah, kewajiban dan pemaafan.”[10]

Keutamaan Menunaikan Zakat

1. Menyempurnakan keislaman seorang hamba. Zakat merupakan bagian dari rukun Islam yang lima. Apabila seseorang melakukannya, maka keislamannya akan menjadi sempurna. Hal ini tidak diragukan lagi merupakan suatu tujuan/hikmah yang amat agung dan setiap muslim pasti selalu berusaha agar keislamannya menjadi sempurna.

2. Menunjukkan benarnya iman seseorang. Sesungguhnya harta adalah sesuatu yang sangat dicintai oleh jiwa. Sesuatu yang dicintai itu tidaklah dikeluarkan kecuali dengan mengharap balasan yang semisal atau bahkan lebih dari yang dikeluarkan. Oleh karena itu, zakat disebut juga shodaqoh (yang berasal dari kata shiddiq yang berarti benar/jujur, -pen) karena zakat akan menunjukkan benarnya iman muzakki (baca: orang yang mengeluarkan zakat) yang mengharapkan ridha Allah dengan zakatnya tersebut.

3. Membuat keimanan seseorang menjadi sempurna. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,

لا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

“Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian sehingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri.”[11] Sebagaimana kita mencintai jika ada saudara kita meringankan kesusahan kita, begitu juga seharusnya kita suka untuk meringankan kesusahan saudara kita yang lain. Maka pemberian seperti ini merupakan tanda kesempurnaan iman kita.

4. Sebab masuk surga. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ فِى الْجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَافَقَامَ أَعْرَابِىٌّ فَقَالَ لِمَنْ هِىَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لِمَنْ أَطَابَ الْكَلاَمَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ

“Sesungguhnya di surga terdapat kamar yang luarnya dapat terlihat dari dalamnya dan dalamnya dapat terlihat dari luarnya.” Kemudian ada seorang badui berdiri lantas bertanya, “Kepada siapa (kamar tersebut) wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Bagi orang yang berkata baik, memberi makan (di antaranya lewat zakat, pen), rajin berpuasa, shalat karena Allah di malam hari di saat manusia sedang terlelap tidur.”[12] Setiap kita tentu saja ingin masuk surga.

5. Menjadikan masyarakat Islam seperti keluarga besar (satu kesatuan). Karena dengan zakat, berarti yang kaya menolong yang miskin dan orang yang berkecukupan akan menolong orang yang kesulitan. Akhirnya setiap orang merasa seperti satu saudara. Allah Ta’ala berfirman,

وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ

“Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu” (QS. Al Qoshosh: 77)

6. Memadamkan kemarahan orang miskin. Terkadang orang miskin menjadi marah karena melihat orang kaya hidup mewah. Orang kaya dapat memakai kendaraan yang dia suka (dengan berganti-ganti) atau tinggal di rumah mana saja yang dia mau. Tidak ragu lagi, pasti akan timbul sesuatu (kemarahan, -pen) pada hati orang miskin. Apabila orang kaya berderma pada mereka, maka padamlah kemarahan tersebut. Mereka akan mengatakan,”Saudara-saudara kami ini mengetahui kami berada dalam kesusahan”. Maka orang miskin tersebut akan suka dan timbul rasa cinta kepada orang kaya yang berderma tadi.

7. Menghalangi berbagai bentuk pencurian, pemaksaan, dan perampasan. Karena dengan zakat, sebagian kebutuhan orang yang hidupnya dalam kemiskinan sudah terpenuhi, sehingga hal ini menghalangi mereka untuk merampas harta orang-orang kaya atau berbuat jahat kepada mereka.

8. Menyelamatkan seseorang dari panasnya hari kiamat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ امْرِئٍ فِى ظِلِّ صَدَقَتِهِ حَتَّى يُفْصَلَ بَيْنَ النَّاسِ

“Setiap orang akan berada di naungan amalan sedekahnya hingga ia mendapatkan keputusan di tengah-tengah manusia.”[13]

9. Seseorang akan lebih mengenal hukum dan aturan Allah. Karena ia tidaklah menunaikan zakat sampai ia mengetahui hukum zakat dan keadaan hartanya. Juga ia pasti telah mengetahui nishob zakat tersebut dan orang yang berhak menerimanya serta hal-hal lain yang urgent diketahui.

10. Menambah harta. Terkadang Allah membuka pintu rizki dari harta yang dizakati. Sebagaimana terdapat dalam hadits yang artinya,

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

“Sedekah tidaklah mengurangi harta.”[14]

11. Merupakan sebab turunnya banyak kebaikan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلاَّ مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنَ السَّمَاءِ وَلَوْلاَ الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا

“Tidaklah suatu kaum enggan mengeluarkan zakat dari harta-harta mereka, melainkan mereka akan dicegah dari mendapatkan hujan dari langit. Sekiranya bukan karena binatang-binatang ternak, niscaya mereka tidak diberi hujan.”[15]

12. Zakat akan meredam murka Allah. Sebagaimana disebutkan dalam hadits,

إِنَّ الصَّدَقَةَ لَتُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ وَتَدْفَعُ مِيتَةَ السُّوءِ

“Sedekah itu dapat memamkan murka Allah dan mencegah dari keadaan mati yang jelek.”[16]

13. Dosa akan terampuni. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ

“Sedekah itu akan memadamkan dosa sebagaimana air dapat memadamkan api.”[17] [18]


Sumber : Muslim.Or.Id


    Kaum muslimin yang ingin menitipkan harta zakatnya, untuk disalurkan kepada saudara-saudari kita yang termasuk dalam delapan golongan yang berhak menerima zakat, dapat menunaikannya melalui Layanan Penyaluran Harta Zakat Peduli Muslim.

[1] Lihat Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah, 23: 226.

[2] Lihat, Al Wajiz Al Muqorin, hal. 11.

[3]  Lihat Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah, 23: 226.

[4] Al Fiqhi Al Manhaji, hal. 271.

[5] Idem.

[6] Idem.

[7] HR. Bukhari no. 8 dan Muslim no. 16.

[8] HR. Bukhari no. 1395 dan Muslim no. 19.

[9]  Fathul Bari, 3: 262.

[10] Lihat Fathul Bari, 3: 262

[11] HR. Bukhari no. 13 dan Muslim no. 45

[12] HR. Tirmidzi no. 1984. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan.

[13] HR. Ahmad 4: 147. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits tersebut shahih.

[14] HR. Muslim no. 2558

[15] HR. Ibnu Majah no. 4019. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan

[16] HR. Tirmidzi no. 664. Abu Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan ghorib dari sisi ini

[17] HR. Tirmidzi no. 614. Abu Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih

[18] Keutamaan menunaikan zakat ini diringkas dari kitab Syarhul Mumti’ ‘ala Zaadil Mustaqni’, 6: 7-11.


Dari artikel 'Panduan Zakat (1): Keutamaan Menunaikan Zakat — Muslim.Or.Id

Masjid Raya Pondok Indah


Masjid Raya Pondok Indah (MRPI) terletak di Jl. Sultan Iskandar Muda No. 1 Pondok Indah Jakarta Selatan, berdekatan dengan Mall Pondok Indah, merupakan salah satu masjid di ibukota yang tak pernah sepi dikunjungi ribuan jamaah. MRPI dibangun oleh Yayasan Masjid Raya Pondok Indah pada tahun 1990.

H. Sudwikatmono, Ketua Umum Yayasan waktu itu, didukung oleh PT Metropolitan Kencana Jakarta sebagai developer kawasan Pondok Indah, mengawali ide pembangunan masjid ini. Ir H Ismail Sofyan adalah sosok yang memimpin perencanaan pembangunannya.

Pembangunan MRPI baru selesai pada akhir 1992. Sebelum secara resmi digunakan,               H Sudharmono SH, Wakil Presiden RI waktu itu, melakukan peresmian masjid pada hari Jumat 4 Desember 1992, tepat pukul 11:00. Dan, shalat Jum’at pertama hari itu pun mengawali pemakaian MRPI.

Masjid Agung Al Azhar

Masjid Agung Al-Azhar (MAA)  adalah sebuah masjid yang terletak di kompleks sekolah Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Masjid ini dikukuhkan oleh Pemda DKI Jakarta sebagai salah satu dari 18 situs tapak sejarah perkembangan kota Jakarta. Selain itu, masjid ini dijadikan cagar budaya nasional per tanggal 19 Agustus 1993. Komplek masjid ini juga mempunyai sebuah universitas didalamnya yaitu Universitas Al Azhar Indonesia.

Masjid Agung Al Azhar didirikan oleh Yayasan Pesantren Islam ( YPI )  pada tanggal 19 Nopember 1953 di atas tanah milik Yayasan seluas 43.755 m2 dan selesai dibangun tahun 1958. Pada tahun 1960 Prof. Dr. Mahmoud Syaltout (Rektor Universitas  Al-Azhar Mesir) dalam kunjungannya ke Masjid Agung Kebayoran Baru Jakarta, memberikan kuliah umum kepada jamaah masjid, dan memberi nama ”Al-Azhar” kepada Masjid ini, yang sebelumnya lebih dikenal dengan nama ”Masjid Agung Kebayoran Baru”.

Masjid Agung Sunda Kelapa

  Masjid Agung Sunda Kelapa adalah salah satu masjid yang terletak di Jalan Taman Sunda Kelapa Nomor 16, Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia.
Masjid ini dibangun atas prakarsa Ir. Gustaf Abbas pada tahun 1960-an, desain interior dan eksterior masjid ini dipenuhi simbol-simbol fleksibel, tidak kaku dengan simbol Timur Tengah yang kerap menjadi harga mati untuk arsitektur masjid. Abbas adalah arsitek lulusan Insitut Teknologi Bandung ITB, yang mematahkan arsitektur masjid di tanah air pada umumnya. Karyanya juga dapat dirasakan pada Masjid Salman di Jalan Ganesha, Bandung.

Tak seperti masjid kebanyakan, Masjid Agung Sunda Kelapa tak memiliki kubah, bedug, bintang-bulan, dan sederet simbol yang biasa terdapat dalam sebuah masjid. Menara yang ada pun sangat unik. Bentuk bangunannya mirip perahu, sebagai simbol pelabuhan Sunda Kelapa tempat saudagar muslim berdagang dan menyebarkan syariat Islam di masa lalu.

Masjid Dian Al Mahri atau Masjid Kubah Emas

Masjid Dian Al Mahri atau yang lebih dikenal dengan Masjid Kubah Emas berada di Jalan Maruyung raya, Kel. Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok. Masjid megah ini berkapasitas 20 ribu jemaah berdiri kokoh di atas lahan seluas 70 hektare. Masjid ini mulai dibangun April 1999 oleh seorang dermawan, pengusaha asal Banten bernama Hj Dian Juriah Maimun Al Rasyid, istri dari Drs H. Maimun Al Rasyid, yang membeli tanah kawasan ini sejak tahun 1996. 
 
Rencananya, selain masjid, lahan ini akan dijadikan Islamic Centre. Nantinya akan ada lembaga dakwah, dan rumah tinggal. Semua bangunan tersebut merupakan bagian dari konsep pengembangan sebuah kawasan terpadu yang diberi nama Kawasan Islamic Center Dian Al-Mahri.

Indonesia Menjadi Inisiator Jaringan Masjid Dunia

Sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim, Indonesia memiliki kelebihan mengawal kerja sama dan membangun jaringan antarnegara-negara Muslim. Salah satu yang sedang diinisiasi Indonesia adalah membangun jaringan antarmasjid yang ada di seluruh dunia.

Ini terungkap setelah Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) M Jusuf Kalla (JK) menerima kunjungan Ketua Umum Dewan Masjid di Iran yang juga mantan wakil presiden Iran, Muhammad Javad Haji Ali Akbari. Javad diterima Jusuf Kalla di kantor DMI di Jakarta Pusat, Selasa (28/5).

Dalam pernyataan pers seusai pertemuan, JK mengatakan, Indonesia dan Iran akan bekerja sama dalam meningkatkan manajemen masjid antardua negara. Kerja sama ini juga akan dilakukan di seluruh dewan masjid di dunia Islam.

Tentang Kami

Assalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Segala puji bagi Allah ,Tuhan semesta Alam,yang senantiasa menganugerahkan begitu banyak nikmat nikmat-Nya kepada kita semua.. dan ketika kami bisa menyusun kata demi kata yang dirangkai sedemikian rupa untuk menjelaskan tentang  “Membangun Jaringan Media Dakwah Masjid” hal tersebut tidak lepas dari nikmat yang dianugerahkan Allah, Nikmat hidup,nikmat sehat jasmani dan rohani , nikmat kemerdekaan dan nikmat-nikmat lainnya. Dan diantara nikmat tersebut,tentu yang paling nikmat dirasakan adalah nikmat iman dan Islam. Tanpa nikmat nikmat yang merupakan anugerah dari Allah subhanahu wa taala tersebut,kami tidak mungkin bisa melakukan semua ini.

         Semoga dengan mengingat nikmat-nikmat tersebut ,bisa menjadi hamba yang mensyukuri nikmat-nikmat-Nya,karena kami harus sadar bahwa kenikmatan tersebut juga merupakan ujian bagi kami,apakah kami bisa lolos uji menjadi hamba yang mensyukuri nikmat-nikmatnya atau justru menjadi hamba yang kufur,dengan meng-ingkari kenikmatan tersebut atau mempersalah-gunakan kenikmatan untuk hal-hal yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa ta’ala.