Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5[ImagesOnly]

Style6

Sedikitnya 999.894 masjid berdiri di seluruh Indonesia. Tempat ibadah bagi pemeluk agama Islam itu bisa menjadi tempat penyaluran kredit mikro yang efektif dan efisien.

Dengan banyaknya masjid di seluruh pelosok negeri ini, masjid bisa menyentuh ke tataran masyarakat terbawah. Selain itu, penyaluran dana akan lebih tepat sasaran karena mengetahui data masyarakat terkecil.

Mantan Menteri BUMN Sugiharto mengatakan, masjid bisa menjadi garda terdepan dalam melayani umat. Disinergikan dengan teknologi masjid akan terkoneksi.


‘’Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar masjid,’’ kata dia Sugihato ketika mengisi acara workshop international zaqat, waqf, and sadaqah di Institut Pertanian Bogor (IPB) Convention Center, Selasa (30/1) pagi.

Menurut Komisaris PT Pertamina ini, masjid tidak hanya menjadi tempat shalat, tetapi menjadi masjid terpadu yang lengkap dan terkoneksi dengan masjid dan lembaga lain.

fungsinya menjadi bertambah dengan i-media, untuk bagian komunikasi, i-klinik untuk bagian kesehatan, i-mart, pusat ekonomi, i-learning, pendidikan dan perpustakaan, dan i-net untuk sains dan teknologi.

Penyaluran kredit mikro ini, kata Sugiharto, untuk menampung masyarakat kelas bawah. ‘’Khususnya masyarakat yang non bank-able,’’ kata dia.

Selain untuk memperkuat masyarakat, langkah penyaluran kredit mikro itu bisa juga untuk mengantisipasi tingginya tingkat urbanisasi warga ke kota besar.

Dengan adanya kredit mikro itu, akan bertambah lapangan kerja, lalu akan terjadi stabilitas ekonomi, dan akan memberantas kemiskinan.[Republika]

Tentang admin

Admin adalah orang-orang yang peduli terhadap kemaslahatan umat, terutama dalam menghadapi tantangan zaman berupa hujatan, fitnah, dan upaya-upaya lain yang mendeskriditkan dunia Islam. "Biodata Penulis".
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment