Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5[ImagesOnly]

Style6

Yayasan Ihsan Nur Rijalul Masajid ( Yasin Rima )

Yayasan Ihsan Nur Rijalul Masajid (YASIN RIMA) adalah lembaga yang bergerak di bidang pendidikan non formal dan dakwah Islamiyah, didirikan oleh 18 (delapan belas) orang pendiri pada hari Senin, empat belas  Juni dua ribu sepuluh (14 Juni 2010) di hadapan Notaris ESTI YULIANTI, SH., Pamulang Tangerang Selatan, dengan Nomor Akte Pendirian : Nomor 1 Tanggal 14 Juni 2010.
YASIN RIMA berawal dari Pengajian Rutin yang dibimbing oleh Seorang Ulama Besar KH. Yoso Taruno Ihsan Nur dengan nama Majelis Rijalul Masajid sekitar tahun 1970 bergerak di Jakarta Barat dan Jakarta Pusat.
Pada Tahun 1980 di Jelambar dibentuk Yayasan Nurul Ihsan,
Pada  Tahun 2001  berubah nama  Yayasan Ihsan Nur,  Akta  Notaris  Aris Hendrawan Halim,SH No. 27 Tanggal 28 April 2001.
Pada Tahun 2010. ditetapkan kembali dengan nama Yayasan  Ihsan Nur  Rijalul  Masajid, Akta Notaris Esti Yulianti,SH Nomor 1 Tanggal 14 Juni 2010.
Keanggotaan Yayasan
Keanggotaan Yayasan saat ini terdiri dari Masjid berjumlah 23 Masjid dan 4 Mushalla yang tersebar di 4 Kelurahan, yang memiliki kewajiban dan hak yang sama dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh Yayasan. yaitu sebagai berikut :

1.     Al Amanah            Jl. Raya Amanah RW. 010 Wijaya Kusuma
2.     Al Aurod            Jl Indraloka I Gg. Damai I Wijaya Kusuma
3.     Al Ikhlas            Komp. Bank Mandiri Wijaya Kusuma (BDN)
4.     Al Islamiyah            Kebon Pisang Wijaya Kusuma
5.     Al Muttadqin            Jl. Karya II No. 8 Wijaya Kusuma
6.     Al Yasin            Jl Karya Barat No. 25 Wijaya Kusuma
7.    Baitur Rahim            Pasar Ayam Pesing Kel. Wijaya Kusuma
8.     Nurul Amal            Jl. Utama Sakti VI RT.001/07 Wijaya Kusuma
9.     Nurul Hidayah        Jl Hanafi RW 010 Wijaya Kusuma (Ps Impres)
10.     Al Kautsar*            Jl. Anyar Raya No 1 Wijaya Kusuma
11.    Al Amin            Kav. Polri Blok B. III Jelambar
12.    Al Hikmah            Jl. Latumeten III Barat  Jelambar
13.    Al Ikhlas            Jl. Empang Bahagia Raya No.19 Jelambar
14.    Al Istiqomah            Jl. Latumeten VI/2 No. 23 Jelambar
15.    Al Muhajirin             Kav. Polri Blok A /22-23 Jelambar
16.    Al Mukhlisin            Jl. Sukajaya II /25 Jelambar (Borobudur)
17.    Ar Ridho            Jl Jelambar Utama Raya No. 42 Jelambar
18.    Jamiatul Mukminin        Jl. Latumeten I No. 70 Jelambar
19.    Nurul Falah            Jl. Latumeten IV No. 7 Jelambar
20.    Waqaf Qomarudin        Kav. Polri Blok E. IV. No. 1341 Jelambar
21.    Nurul Jannah*            Jl. Latumaten II /1 Jelambar
22.    Nurul Iman*            Jl. Empang Bahagia X Jelambar
23.    Arif Rahman            Jl. Jelambar Barat II H. No 10 Jelambar Baru
24.    Al Ikhlas            Jl. Seni Budaya II No. 9 RT.006/05 Jelambar Baru
25.    At Tarwiha*            Jl. Jelambar Jaya IV. No 10 Jelambar Baru
26.    Al Karomah            Jl Semeru II No. 69 (Kp. Kramat) Grogol
27.    Nurul Islam            Jl. Dr. Semeru Raya No. 88 Kel. Grogol



PROGRAM KERJA

A.    Program Kerja Jangka Pendek Tahun 2011-2012

1. Meningkatkan penyelenggaraan kegiatan Ta’lim Mingguan dan bulanan dengan menambah materi pelajaran dan tenaga guru pembimbing.
2.   Menyelenggarakan kegiatan peringatan hari besar Islam dengan lebih syiar melalui masjid masjid anggota secara bergiliran.
3.      Memperlus jangkauan pemberian santunan yatim dan jumlah  pemberian santunannya.
4.      Mengoptmalkan kegiatan pendanaan melaui kartu donatur bulanan dan menggalakkan infaq dan shadaqoh.
5.  Mengoptimalkan kegiatan pelayanan janazah dengan perluasan anggota Unit  Pelayanan Janazah (UPJ) dan Pelatihan Pemulasara Janazah.
6.     Perluasan keanggotaan yayasan / penambahan anggota yayasan pada 4 Kelurahan
7.  Mengusahakan perluasan kantor yayasan dengan pembelian tanah/rumah untuk kantor Sekretariat Yayasan Ihsan Nur Rijalul Masajid berlokasi dekat sekretariat.
8.      Mengusakan pendirian koperasi untuk peningkatan ekonomi anggota dan jamaah
9.      Perluasan kantor sekretariat
10.  Menyelenggarakan program wisata ziarah
11.  Mengadakan kunjungan ta’ziah pengurus kepada jama’ah yang sakit dan Meninggal  Dunia.
12. Mengadakan penyediaan hewan qurban dengan harga bersaing dan terjangkau jama’ah.\

B.    Program Kerja Jangka Menengah Tahun 2012-2017

1.   Menghidup suburkan tradisi Islam, seperti : Istighosah, Pencak Silat, Seni Qosidah, Wisata Rohani dan sebagainya
2.    Menyelengarakan atau mengikut sertakan jamaah dalam pelatihan / kursus manajemen, dakwah, pengurusan jenazah, manasik haji, dan keterampilan lainnya
3.   Menyelenggarakan bimbingan haji dan Umrah
4.   Mengusahakan berdirinya KBIH Ihsan Nur Rijalul Masajid
5.  Meningkatkan usaha penghimpunan dana baik secara intern maupun ekstern melalui zakat maal, infaq dan sodaqoh
6.    Mengoptimalkan/mendorong usaha perkoperasian, dan usaha lain yang halal seperti : penyewaan alat-alat pesta, Jasa Konsultasi Arsitektur, Jasa Kontruksi / Kontraktor, Wartel / Warnet, Pengadaan Hewan Qurban dan sebagainya
7.   Mengadakan Taman Pendidikan Anak Soleh, Pesantren Kilat, Santunan fakir miskin & anak yatim, khitanan masal
8.   Mengusahakan pembangunan sekretariat yayasan dan tempat untuk kegiatan pendidikan pengkaderan. Dan rumah singgah Kaum Dhu’afa.
9.      Mendirikan rumah singgah Yatim dan kaum Du’afa
10.  Mengadakan buletin jum’at untuk anggota
11.  Meningkatkan  kepedulian sosial terhadap jamaah dan lingkungan.
12.  Mengusahakan Mobil Ambulan Untuk UPJ

C.    Program Kerja Jangka Panjang Tahun 2017-2023

1. Merintis pendirian pendidikan formal/non Formal yang bernuansa Islam TK / TPA, Madrasah Diniyah, Lembaga Kursus dan  Pendidikan Tinggi
2.      Berperan aktif dalam membantu korban bencana
3.   Mengembangkan media cetak maupun elektronik, pemancar radio seperti : buletin berkala/karya ilmiah serta mengembangkan perpustakaan dan dokumentasi.
4.    Berperan aktif terhadap bencana di lingkungan dengan membentuk Tim Penangulangan Bencana.
5.   Mengusahakan alat transportasi untuk kegiatan Kesekretariatan Anggota dan Jamaah

Kegiatan Yayasan

A. Menelenggarakan Ta’lim Mingguan dengan 5 Materi Pelajaran 5 orang Guru diselenggarakan Secara bergiliran di masjid/Mushalla anggota Sebagai berikut :

  1.      Minggu I Materi Ahlak Tasawwuf     Pembimbing  KH. Musthofa
  2.      Minggu II Materi Fiqihus Syafi’i    Pembimbing KH. Djazuli Cholil
  3.      Minggu III Materi Hadist & Ahlaq    Pembimbing KH, Achmad Haiti
  4.      Minggu IV Materi Tafsir Al Quran    Pembimbing KH, Drs. Sutrisno Hadie, SH,MM
  5.      Minggu V Materi Tarich Islam    Pembimbing KH. M. Achya Al Anshory

     (Setiap minggunya diikuti kurang lebih 300-400 jama’ah.)

B.     Menyelengarakan Peringatan Hari Besar Islam sekaligus santunan Yatim.
C.     Menyelenggarakan Dikir dan Do’a setiap malam Jumat minggu kedua
D.    Pengajian Nahwu Shorof setiap malam Minggu bagi Remaja
E.     Pesantren Kilat setiap Bulan Romadlon
F.      Ziarah Wisata/Tour bagi jamaah setiap Penutupan Pengajian/Talim
G.   Pelayanan Janajah Bagi Anggota Yang Meningal dunia ( dibiayai  UPJ Yayasan sampai   dengan penguburan)
H.    Olahraga Bela diri Silat Joko Tingkir.
I.       Kegiatan Taziah Bagi jamaah DLL
J.       Usaha Penjualan Hewan Qurban
K.    Usaha Jasa dan Lain-lain

Prinsip Manajemen Masjid

 Jika ingin menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan dan peradaban Islamiyah, maka perlu dilakukan penataan kembali terhadap pengelolaan masjid, termasuk kegiatan mencerdaskan umat dengan memperhatikan hal-hal yang telah dicontohkan Rasulullah SAW dalam mengelola masjid.

Dalam mengelola masjid, Rasulullah SAW menggunakan prinsip-prinsip manajemen yang sangat sederhana dan simpel, transparan, tidak bertele-tele, serta secara “built-in” mengatasi problematika umat. Memang tugas pengurus masjid tidaklah ringan. Karena itu, setiap individu yang terlibat dalam kepengurusan masjid dituntut untuk memiliki sikap dan kemampuan manajerial yang tinggi serta keikhlasan untuk rela mengorbankan waktu dan tenaganya.

Sebagai orang yang dipilih dan dipercaya oleh jamaah, pengurus masjid diharapkan dapat menunaikan tugasnya dengan baik dan bertanggung jawab, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW dalam mengelola masjid dan perlakuan terhadap jamaah masjid.

Contoh yang diberikan Rasulullah SAW itu, antara lain, ketika akan menunaikan shalat, Nabi selalu berbalik, mengecek dulu jamaahnya. Pada suatu ketika, salah seorang jamaah tetapnya tidak hadir dalam shalat berjamaah itu.

    Nabi bertanya: “Mana si Fulan.” Lalu seorang jamaah menyampaikan bahwa Fulan sedang sakit. Setelah selesai shalat, Nabi mengunjungi Fulan di rumahnya. Hal ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW sangat memperhatikan jamaahnya.

Contoh lainnya, setelah shalat Jumat, dari atas mimbar Rasulullah SAW selalu menanyai jamaahnya: “Siapa yang hari ini ada kesulitan atau kekurangan.” Apabila ada yang mengangkat tangan, bahwa dia sedang dalam kesulitan atau kekurangan, maka Nabi bertanya lagi, apakah dari jamaah yang hadir, yang telah diberi rezeki oleh Allah dan punya kelebihan, dapat membantu jamaah yang sedang kesulitan dan kekurangan itu.

Dengan cara ini, maka setelah shalat Jumat ditunaikan, problematika umat dapat langsung diselesaikan. Dalam peristiwa lain, suatu ketika, setelah menunaikan shalat, Nabi bergegas pergi ke rumah. Para sahabat heran atas tingkah laku Nabi ini. Mereka mengira Nabi mendapatkan wahyu. Tak lama setelah itu, Nabi keluar dari rumah dan membawa dirham, yang kemudian dibagikan (disedekahkan) kepada masyarakat.

Sahabat bertanya, mengapa Nabi tadi bergegas keluar masjid. Nabi menjawab, ketika shalat selesai, dia teringat masih punya uang di rumah. Sudah menjadi kebiasaan Nabi tidak pernah menginapkan uang di rumah. Uang yang diperolehnya selalu diinfakkan pada hari itu juga.

Nabi begitu peduli dan mengenal baik setiap jamaah masjid. Nabi juga mengetahui kehadiran setiap jamaah dengan cara mengecek jamaahnya. Kemudian Nabi mengetahui keadaan masing-masing jamaahnya, baik kesehatan, ekonomi, maupun kesulitan yang dihadapi jamaah.

    Bahkan Nabi menggunakan masjid sebagai tempat untuk saling mengenal keadaan setiap jamaah dan berbagi antara yang mampu dengan yang tidak mampu secara transparan.

Contoh-contoh Nabi ini memiliki kandungan manajemen sangat tinggi dan bermakna dalam. Karena itu, sungguh sangat relevan bila contoh-contoh yang diberikan oleh Rasulullah SAW itu direalisasikan dalam pengelolaan masjid pada saat ini. Tentu hal ini diawali dengan menunjukkan kecintaan kepada masjid, sejalan dengan hadis berikut ini: “Barangsiapa yang mencintai masjid, maka Allah mencintainya.” (H.R. Thabrani).

Tentu mencintai masjid ini tidak hanya ditunjukkan hanya dengan selalu pergi ke masjid untuk menunaikan shalat, melainkan juga menjaga wibawa masjid. Masjid harus lebih bagus dari rumah tempat tinggal jamaah. Namun bukan berarti berlomba-lomba memperbagus masjid, sedangkan upaya memakmurkannya sangat kurang. Tidak sedikit masjid yang dengan susah payah dibangun, tapi akhirnya sepi dari jamaah dan kegiatan umat.

Masjid harus menunjukkan semangat dan kecintaan jamaahnya, karena Allah SWT juga menyatakan bahwa tempat yang paling disukai-Nya adalah masjid dan yang paling tidak disukai-Nya adalah pasar. Hal ini tercermin dalam hadits: “Bagian bumi yang dicintai Allah ialah masjid dan bagian yang paling dibenci Allah adalah pasar.” (H.R. Muslim).

Dari kecintaan pada masjid itu, akan lahir keikhlasan untuk mengurus dan mengelolanya dengan baik. Kemudian mengajak dengan cara-cara yang baik pula agar orang yang belum berjamaah di masjid akhirnya tertarik untuk ikut berjamaah.

Setelah itu, insya Allah, kegiatan di masjid akan semakin semarak dan gaung syiarnya akan menggetarkan jiwa orang-orang untuk selalu terpaut hati dan pikirannya pada masjid, sehingga terhindar dari perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT.[Infomasjidkita]

Jogokaryan Dari Kampung Abangan Menjadi Kampung Santri

 Saat ini keberadaan Masjid di Indonesia sebenarnya sudah lebih dari cukup. Akan tetapi seperti diketahui bersama saat ini Masjid hanya seperti menjadi sebatas kebanggaan dan bermegah megahan saja dengan bangunan Masjid padahal yang lebih penting dari membangun Masjid adalah dengan membangun orang-orang yang memakmurkan Masjid.
 
“Saat ini Masjid sedang mengalami krisis seperti krisis kepengurusan, krisis khotib, krisis remaja masjid, krisis keterlibatan jamaah, krisis program dan sarana, krisis keuangan, krisis manajemen dan administrasi, krisis rasa memiliki dan krisis persatuan antar sesama jamaah,” kata Ustadz Diding Darmudi LC M di dalam Bedah kampung Ramadhan Masjid Jogokariyan yang digelar oleh Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) Kota Semarang dan Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) Kota Semarang Jogjakarta Kamis (6/6) di Hotel Simpang Lima Jalan Ahmad Yani Semarang.

Menurut ketua Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) Kota Semarang tersebut Masjid selain menjadi sarana ibadah, pada zaman Rosulullah Masjid juga bisa berfungsi sebagai pusat kegiatan dan pemberdayaan sosial.
Tempat penampungan fakir miskin (ahlu suffah) untuk berlindung dan tinggal sampai memberikan solusinya. Selain itu juga sebagai pusat informasi, fungsi peradilan dan bahkan menjadi pusat pemerintahan.
Kegiatan bertajuk “Memasjidkan Masyarakat Dan Memasyarakatkan Masjid” tersebut dalam rangka mencontoh semarak suasana bulan Ramadhan dengan konsep ‘kampoeng Ramadhan’ yang digagas oleh Takmir Masjid Jogokariyan Yogyakarta.
Dimana mereka menyemarakan dan menghidupkan bulan Ramadhan dengan berbagai variasi acara dan kegiatan yang bersifat religus, produktif sekaligus rekreatif sebagai bentuk syiar dan kegembiraan menyambut Ramadhan.
Dikatakan Jazir, masjid Jogokariyan dibangun dengan semangat saling memiliki, karena dilakukan dengan pendekatan yang humanis termasuk pemberdayaan remaja yang merupakan proses kaderisasi yang paling efektif untuk meneruskan amanah para orang tua sebagai pengurus masjid.
 
sekedar Berbagi sedikit Kultwit dari akun @yoezznart tentang #JOGOKARIYAN beberapa bulan lalu :D
sila simak kultwitnya >>


- #Jogokariyan. ya sebuah kampung kecil di bagian selatan jogja.

- kampung kecil dimana 18 tahun ini aku tinggal, dibesarkan dan dididik. #Jogokariyan

- dibesarkan di lingkugan yang kurasa sangat nyaman dan tentram ini. #Jogokariyan


- di lingkungan dengan masyarakat yang damai dan dikelilingi masyarakat yang mengerti akan agama. #Jogokariyan

- betapa tidak, banyak masyarakat disini yang menjadi ustad dari ustad lokal maupun sampai tingkat nasional. #Jogokariyan

- siapa tak kenal ketua takmir di MAsjid #jogokariyan dan sekaligus penasehat dari Sri Sultan Hamengku Buwono X >> Ust. Jazir ASP.

- siapa tak kenal Ustad muda yang selalu memberikan kisah kenabian ke berbagai kota di Indonesia dan juga telah menginjakkan kaki ke tanah suci Palestina >> Ust. @salimafillah . #Jogokariyan

- siapa tak kenal doktor muda pengamat politik internasional >> shofwan al-bana . #Jogokariyan.

- siapa tak kenal motivator muda yg selalu mengisi acara training motivasi >> fatan fantastik . #Jogokariyan

- atau owner penerbit buku islami terkenal di Yogyakarta >> proumedia, Ust. Fanni Rahman. #Jogokariyan

- dan banyak lagi yg tak tersebut namanya yg selalu istiqomah menyerukan Islam di kampung kecil ini.#Jogokariyan 

- Alhamdulillah, sempat ada juga ustad yang ketika mengisi di #jogokariyan diakhir kultum selalu meminta doa agar segera mendapatkan rumah di kampung ini. *Amin*

- Mungkin banyak yang tau tentang #jogokariyan tapi tak tau tempatnya. ya itu banyak.

- "Rumahnya mana ya mas??|di #jogokariyan pak|oalah jogokariyan yg ketika ramadhan ramai itu ya, masuk TV juga lho. tapi itu daerah mana sih mas dari jogja??|".

- TEMPAT. ya kampung ini berjarak sekitar 30 menit dari UGM. #Jogokariyan

- mengambil arah menuju Jl. Parangtritis tepatnya tidak jauh dari wilayah Kantor pos besar Yogyakarta, kira-kira tidak sampai 3 Km arah selatan ke jalan Parangtritis. #Jogokariyan


- keselatan lagi kita akan menemui SPBU #Jogokariyan. Dari SPBU itu ambil arah ke Barat. itulah Kampung Jogokariyan.


- Tidak lebih 100 m bangunan hijau megah akan tersuguhkan tepat di jantung kampung Jogokariyan,ya Masjid #Jogokariyan. 

- Sebuah masjid kampung yang berdiri tegak di pojok perempatan kampung #Jogokariyan (Jl.Jgokariyan 36, Mantrijeron,Yogyakarta).


- Dan tidak jauh pula dari Pondok Krapyak Yogyakarta juga Plengkung gading. #Jogokariyan

- ya mungkin suatu saat akan ada yang bilang "belum ke jogja kalau belum ke #jogokariyan lah!".

- atau ada yang bilang "asli!! aku pengen banget ke kesana tapi kapan aku ke jogja yaaa??". #Jogokariyan

- mungkin juga ada yang bilang "udah pokoknya aku harus pindah rumah ke #jogokariyan! titik" *amin* 

- tapi udah ada tuh yang bilang " #masjid #jogokariyan, harus kesampaian!!!" *amin*

- "enak banget suasana di sini, nyaman dan tentram. Kampung #Jogokariyan !" 

- "wuihh baru kali ini nemuin hotel, selevel bintang 3 ada di sebuah masjid" #Jogokariyan

- alhamdulillah untuk saat ini aktifis dakwah masjid siapa yang tak kenal #jogokariyan.

- Ustd. Jazir ASP sesekali mengisi ceramah beliau sisipkan tentang manajemen masjid #Jogokariyan.

- atau Ustad muda kita Ust. @salimafillah sembari berbagi ilmu keliling indonesia beliau sisipkan juga cerita kerinduan tentang #jogokariyan.

- atau ketika stasiun TV nasional selalu memberitakan kegiatan #Jogokariyan saat Ramadhan.

- Alhamdulillah, Menurut Dewan Masjid Indonesia pusat, Masjid #jogokariyan, merupakan masjid terbaik ke-3 se Indonesia.

- Yg merupakan salah satu masjid yg ada di luar Jakarta selain ke 4 masjid lainnya yg ditetapkan masjid terbaik berada di DKI Jakarta.

- alhamdulillah tak kurang minimal ada 3 kali tiap pekan kedatangan tamu untuk study banding manajemen masjid #jogokariyan.

- atau hanya sekedar menginap bermalam di "hotel Islamic Centre" masjid #Jogokariyan.

- atau ada yang sengaja hanya berkunjung untuk ikut berjamaah sholat wajib. #Jogokariyan

- alhamdulillah, karena kesadaran masyarakat, penuh sesak shaf berjamaah ketika sholat subuh di tegakkan. #Jogokariyan

- karena ini juga merupakan visi masjid #jogokariyan yang dicanangkan dalam membangun 'Jogokariyan darussalam', "jamaah subuh minimal 50% dari jamaah sholat jum'at" .


- Jamaah maghrib di ruang utama, serambi selatan, dan serambi utara-pun alhamdulillah juga penuh.ini karena kesadaran masyarakat, mereka tahu betapa pentingnya jamaah dimasjid, 27 lebih pahala lebih baik kan daripada 1? #jogokariyan

- Senin, Ada kajian Tafsir al-quran untuk umum. plus konsumsi :D

- Selasa, Remaja Masjid Jogokariyan perlu peningkatan ilmu agama dan juga untuk pendekatan ukhuwah remaja, kajian rutin PEMARA(Pengajian Malam Rabu). Plus Konsumsi :D

- Kamis, jam 8 pagi terlaksana Majelis Dhuha oleh Ustad Jazir, Plus konsumsi :D

- kamis menjelang senja berjejer ratusan motor memadati halaman parkir untuk mendengarkan Majelis Jejak Nabi Ust. Salim A. Fillah. ada Menu buka juga :D

- Jum'at maghrib-isya lantunan merdu Ayat Suci Al-qur'an dan juga cara membaca al-qur'an yang benar terdengar oleh Ust. Sholihudin di Tahsinul Qur'an. #Jogokariyan

- Jum'at, jam 8 malam dari rumah ke rumah tiap pekan terganti Jamaah dari Remaja Masjid #Jogokariyan mengunduh untuk bertadarus Al-qur'an.

- Sabtu, maghrib-Isya ratusan anak-anak tergabung dalam HAMAS #Jogokariyan meramaikan serambi selatan masjid guna mendengarkan dongeng, pengajian atau terkadang game kecil asah kreatifitas. 

- Setiap hari Maghrib-Isya ratusan anak-anakpun dengan semangat mengaji penuhi serambi selatan masjid #Jogokariyan melantunkan Kalimat-kalimat-Nya

- tiap Jum'at 'setup' jambu hangat tersuguh untuk jamaah setelah selesai sholat jum'at

- tiap Ahad pagi, kopi susu hangat menemani rangkaian kuliah subuh di Masjid #Jogokariyan

- "wong enom kui Doyan sego ora doyan suoro!" dari kalimat itu Ust.Jazir selalu berprinsip, orang muda itu selalu senang jika diberi nasi(konsumsi) daripada hanya diberi suara atau mendengarkan saja.

- Mari, jika ada waktu silahkan datang dan mampir :D

- ORGANISASI. disinilah aku pertama dikenalkan organisasi. 

- dari HAMAS(Himpunan anak2 Masjid Jogokariyan) yang fokus untuk mengurusi anak2 yg ada di lingkup #jogokariyan.


- belajar berdakwah dikampung bersama2, belajar menjadi seorang kakak yang dapat mencontohkan adik2nya, belajar bersosial, dan tak lupa belajar untuk mendidik adik2 untuk belajar membaca iqra' atau Al-qur'an.

- disinilah kami belajar berorganisasi, walaupun hanya di lingkup anak-anak tapi inilah tugas dakwah yg dijanjikan Allah akan mendapatkan surga-Nya. *insyaAllah* *amin* #Jogokariyan

- ya di Masjid jogokariyan dari berbagai usia mendapatkan jatah tuk dapat mencicipi amanah dakwah sosial berbasis masjid ini. #Jogokariyan

- ada HAMAS, Pengurus HAMAS, RMJ(remaja Masjid #Jogokariyan), KURMA(bapak2muda), UMMIDA(ibu2 muda) dan TAKMIR MASJID. 

- sampai bahkan tidak mengenal apa itu karang taruna yang teman2 bilang, atau di #jogokariyan pun tak ada karang taruna. 

- aku berpikir karena masjid sebagai pusat kegiatan dikampung #jogokariyan jadi RMJ(remaja masjid jogokariyanlah) yang mengambil peran itu.


- "DARI JOGOKARIYAN UNTUK INDONESIA, DAN DUNIA" !

- Fasilitas yang dibutuhkan. ya itu selalu menjadi sorotan utama takmir Masjid Jogokariyan, karenanya jamaah dari anak-anak hingga orangtua merasa nyaman datang ke masjid.

- "aduh lha ngko nek ning mesjid sandalku ilang e.." Insya Allah Takmir akan mengganti jika ada sandal yg hilang, sesuai merk, harga dan ukuran :D

- "Dilarang tidur di Masjid!" kalimat itu mungkin sudah familiar terlihat di tembok2 masjid yang kita temui.

- silahkan Istirahat di masjid jika terasa lelah ataupun malam2 ingin rehat sejenak. Ijin terlebih dahulu supaya tidak terjadi apa-apa.

- "duh, mau ke kamar mandi kok di gembok ya masjidnya!" alhamdulillah masjid Jogokariyan terbuka 24 Jam. jika haus ada dispenser juga :D

- Alhamdulillah AKU sangat bersyukur tinggal di kampung ini. JOGOKARIYAN I'M IN LOVE!! :* #Jogokariyan

- ya inilah sedikit gambaran kecil cerita di Kampung kecil ini. tak dapat dijelaskan dengan kata-kata untuk cerita lainnya. #Jogokariyan

- Wallahu 'alam bi showab. semoga Allah selalu tunjukkan kepada kita yang terbaik, selalu bimbing untuk selalu berada dijalannya dan tuntun kami tuk selalu belajar kepada yang lebih baik ^_^ #Jogokariyan 




ada juga kultwit dari ustad kita @salimafillah yuk simak, 

1. Dari #Jogokariyan, kami bercita membawakan cahaya tuk gelap semesta dengan da’wah di 3 pilar utama: Al Quran, Masjid, & Sirah Nabawiyah.

2. Pertama Al Quran. Di th 1980-an, HM Jazir ASP -ayah dari @ShofwanAlBanna- yang mewakafkan diri menyelusur pelosok negeri..#Jogokariyan

3. ..menemukan fakta: rendahnya ketahanan ‘Aqidah ummat bukan semata faktor ekonomi, melainkan ‘rasa memiliki terhadap agama’. #Jogokariyan

4. Mereka ringan berpindah agama, sebab selama ini meski ber-KTP Islam, tapi tak ada rasa handarbeni terhadap agamanya. #Jogokariyan

5. Di mana ‘rasa memiliki agama’ ini terasas muncul? Observasi HM Jazir ASP menunjukkan: dalam kemampuan melafalkan Kitab Suci. #Jogokariyan

6. Di zaman itu, pembelajaran melafalkan Al Quran masih rumit, dengan metode Turutan, Baghdadiyah, dll yang disertai pengejaan. #Jogokariyan

7. HM Jazir ASP lalu menginisiasi satu cara pembelajaran melafalkan Al Quran yang didasarkan pada 1 tujuan asas: CEPAT BISA. #Jogokariyan

8. Metode baru yang berasas ‘langsung baca tanpa dieja’ & ‘cara belajar santri aktif’ itu diujicobakan di PAJ (Pengajian Anak #Jogokariyan)

9. Suatu hari, KH As’ad Humam RA dari Kota Gede berkunjung & melihat cara HM Jazir ASP mengajar Al Quran dengan metodenya itu. #Jogokariyan

10. Mereka berdua pun akhirnya duduk bersama, menyempurnakan metode & menyusun buku ajar Al Quran yang lalu dinamai: IQRO’. #Jogokariyan

11. Bermula dari Pengajian Anak #Jogokariyan, IQRO’ -Cara Cepat Belajar Membaca Al Quran- telah lahirkan 160 Ribu TPA di seluruh Indonesia.

12. Generasi seusia kita berhutang pada IQRO’ yang walau tak lepas dari kekurangan telah merevolusi pembelajaran baca Al Quran. #Jogokariyan

13. Kini, IQRO’ yang di awal kehadirannya disambut tak ramah, dengan kegigihan HM Jazir ASP berkeliling negeri, diterima luas. #Jogokariyan

14. IQRO’ telah menjadi sistem ajar Al Quran resmi Malaysia, Brunei, & Singapura. Kini bahkan dirintis di UEA, Qatar, & Oman. #Jogokariyan

15. Tak lupa tujuan awal IQRO’: membangun ketahanan ‘Aqidah dengan menguatkan rasa memiliki agama melalui kemampuan baca Quran. #Jogokariyan

16. Tahun demi tahun, metode IQRO’ terus dikembangkan, diperbaiki, & disempurnakan; pelatihannya menjangkau aneka pelosok. #Jogokariyan

17. Maka sejak pertengahan 1990-an, HM Jazir ASP mulai menggarap pilar da’wah kedua: MASJID. Dan beliau memulainya dari Masjid #Jogokariyan.

18. Datanya: negeri kita memiliki lebih dari 1 Juta Masjid; besar & kecil. Berapa yang jadi BEBAN dibanding yang MEMBERDAYAKAN? #Jogokariyan

19. Ratusan ribu Masjid membebani jamaah tuk listrik, air, & kebersihan padahal pemanfaatannya hanya shalat & tak pernah penuh. #Jogokariyan

20. Aset Masjid berupa jutaan M2 tanah & bangunan dinilai dari aspek apapun; Spiritual, Sosial, & Ekonomi sangat tak produktif. #Jogokariyan

21. Padahal, soal Masjid adalah ideologi sekaligus substansi  Peradaban Islam. Lawannya: ideologi & substansi Peradaban Pasar.  #Jogokariyan

22. Sebaik-baik tempat di muka bumi & yang paling dicinta Allah adalah Masjid. Seburuk-buruknya ialah Pasar. Tapi ada rumusnya: #Jogokariyan

23. “Jika Pasar mengalahkan Masjid, maka Masjid MATI. Jika Masjid mengalahkan Pasar, maka Pasar HIDUP.” -Abu Bakr Ash Shiddiq- #Jogokariyan

24. Istilah Masjid & Pasar sejatinya tak cuma mewakili tempat; namun juga nilai Peradaban, ie: Ekonomi Pasar vs Ekonomi Masjid. #Jogokariyan

25. Tapi baiklah tidak kita panjangkan bahasan itu; kita masuk pada langkah strategis & praktis yang ditempuh HM Jazir ASP di #Jogokariyan.

26. Secara sederhana, -apa yang di kemudian hari disebut Manajemen Masjid- ada di 3 langkah: Pemetaan, Pelayanan, Pemberdayaan. #Jogokariyan

27. Pemetaan artinya; setiap Masjid harus memiliki peta dakwah yang jelas, wilayah kerja yang nyata, & jama’ah yang terdata. #Jogokariyan

Bincang #Jogokariyan tadi sampai no 27; kita belum menuntaskan pilar da’wah kedua: MASJID. InsyaaLlah kita lanjutkan besok ya Shalih(in+at;)

28. Pendataan yang dilakukan Masjid terhadap jama’ah mencakup potensi & kebutuhan, peluang & tantangan, kekuatan & kelemahan. #Jogokariyan

29. HM Jazir ASP di #Jogokariyan menginisiasi Sensus Masjid: pendataan tahunan yang hasilnya menjadi Data Base & Peta Dakwah komprehensif.

30. Data Base & Peta Dakwah #Jogokariyan tak cuma mencakup nama KK & warga, pendapatan, pendidikan dll melainkan sampai pada siapa saja..

31. ..yang shalat & yang belum, yang berjama’ah di Masjid & yang tidak, yang sudah berqurban & berzakat di Baitul Maal Masjid #Jogokariyan..

32. ..yang aktif mengikuti kegiatan Masjid atau belum, yang berkemampuan di bidang apa & bekerja di mana, dst. Detail sekali. #Jogokariyan

33. Dari data base Masjid #Jogokariyan kita misalnya bisa tahu; dari 1030 KK (4000-an penduduk), yang belum shalat th 2010 ada 17 orang.

34. Lalu bandingkan dengan data th 2000, warga #Jogokariyan yang belum shalat ada 127 orang. Dari sini, perkembangan da’wah 10 th terlihat.

35. Peta Dakwah #Jogokariyan memperlihatkan gambar kampung yang rumah-rumahnya berwarna-warni: hijau, hijau muda, kuning, dst hingga merah.

36. Di tiap rumah ada juga atribut ikonik: Ka’bah (sudah berhaji), Unta (sudah berqurban), Koin (sudah berzakat), Peci dll. #Jogokariyan

37. Konfigurasi rumah sekampung itu dipakai tuk mengarahkan para Da’i yang cari rumah. Saya misalnya ditempatkan di Barat Daya #Jogokariyan.

38. Data potensi Jama’ah dimanfaatkan sebaik-baiknya; segala kebutuhan Masjid #Jogokariyan yang bisa disediakan jama’ah diorder dari mereka.

39. Masjid #Jogokariyan juga berkomitmen tidak membuat Unit Usaha agar tak menyakiti jama’ah yang memiliki bisnis serupa. Ini harus dijaga.

40. Misalnya; tiap pekan Masjid #Jogokariyan terima ratusan tamu. Konsumsi tuk mereka diorderkan gilir pada jama’ah yang punya rumah makan.

41. Data jama’ah digunakan tuk Gerakan Shubuh Berjama’ah. Pada 2004 dibuat Undangan Cetak layaknya pernikahan tuk itu; by name. #Jogokariyan

42. UNDANGAN: “Mengharap kehadiran Bapak/Ibu/Saudara …. dalam acara Shalat Shubuh Berjama’ah, besok pk 04.15 WIB di Masjid #Jogokariyan..”

43. Undangan itu dilengkapi hadits-hadits keutamaan Shalat Shubuh. Hasilnya? Silakan mampir #Jogokariyan merasakan Shubuh sepertiga Jumatan.

44. Sistem keuangan Masjid #Jogokariyan juga berbeda dari yang lain. Jika ada Masjid mengumumkan dengan bangga bahwa saldo infaknya jutaan..

45. ..#Jogokariyan selalu berupaya keras agar di tiap pengumuman, saldo infak harus sama dengan NOL! Infak itu ditunggu pahalanya tuk jadi..

46. ..’amal shalih; bukan tuk disimpan di rekening Bank. Pengumuman infak jutaan akan sangat menyakitkan jika tetangga Masjid.. #Jogokariyan

47. ..ada yang tak bisa ke RS sebab tak punya biaya, atau tak bisa sekolah. Masjid yang menyakiti jama’ah ialah tragedi da’wah. #Jogokariyan

48. Dengan pengumuman saldo infak sama dengan NOL; jama’ah lebih semangat mengamanahkan hartanya. Kalau saldo jutaan, ya maaf. #Jogokariyan

49. Masjid #Jogokariyan pada 2005 juga menginisiasi Gerakan Jama’ah Mandiri. Jumlah biaya setahun dihitung, dibagi 52; ketemu biaya pekanan.

50. Dibagi lagi dengan kapasitas Masjid; ketemu biaya per-tempat shalat. Lalu disosialisasikan. Jama’ah diberitahu bahwa jika.. #Jogokariyan

51. ..dalam sepekan mereka berinfak segitu, maka dia Jama’ah Mandiri. Jika lebih, maka dia Jama’ah Pensubsidi. Jika kurang.. #Jogokariyan

52. ..maka dia Jama’ah Disubsidi. Sosialisasi ditutup kalimat: “Doakan kami tetap mampu melayani ibadah Anda sebaik-baiknya.” #Jogokariyan

53. Gerakan Jama’ah Mandiri sukses menaikkan infak pekanan Masjid #Jogokariyan hingga 400%; ternyata orang malu jika ‘ibadah saja disubsidi.

54. Demikianlah jika peta, data, & pertanggungjawaban keuangannya transparan (Infak Rp. 1000 pun kita tahu ke mana alirannya).. #Jogokariyan

55. ..tanpa dimintapun Jama’ah kan berpartisipasi. Tiap kali renovasi, Masjid #Jogokariyan berupaya tak membebani jama’ah dengan proposal..

56. Takmir hanya pasang spanduk, “Mohon Maaf Ibadah Anda Terganggu, Masjid #Jogokariyan sedang Kami Renovasi.” No rekening tertera di bawah.


57. Satu kisah lagi tuk menunjukkan pentingnya data & dokumentasi. Masjid #Jogokariyan punya foto pembangunannya di th 1967.


58. ..seorang bapak sepuh berpeci hitam, berbaju batik, & bersarung sedang mengawasi para tukang mengaduk semen tuk Masjid #Jogokariyan..

59. Di th 2002/2003 Masjid #Jogokariyan direnovasi besar-besaran; foto itu dibawa kepada putra si kakek dalam gambar, seorang Juragan Kayu.

60. Dikatakan padanya, “Ini gambar Ayahanda Bapak ketika membangun Masjid #Jogokariyan, kini Masjid sudah tak mampu lagi menampung jama’ah..

61. ..kami bermaksud merenovasi Masjid; jika berkenan tuk melanjutkan ‘amal jariyah beliau, kami tunggu partisipasinya di #Jogokariyan ^_^”

Sumber : Suara Merdeka & rindumasjidku.blogspot.com