Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5[ImagesOnly]

Style6

DUA KEHARUSAN ORANG TAQWA


DUA KEHARUSAN ORANG TAQWA
Oleh: Drs. H. Ahmad Yani
Ketua Departemen Dakwah PP DMI, Ketua LPPD Khairu Ummah, Trainer Dai & Manajemen Masjid, Penulis 48 Judul Buku. HP/WA 0812-9021-953 & 0812-9930-6180

MESKIPUN TIDAK ADA IBADAH JUMAT KARENA WABAH VIRUS CORONA, JAMAAH HARUS TETAP DAPAT MATERI KHUTBAH. BAGIKAN TEKS KHUTBAH INI KEPADA KAUM MUSLIMIN. 
اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Saudaraku Kaum Muslimin Yang Berbahagia.

Setiap kita harus terus meningkatkan taqwa kepada Allah swt. Meskipun seseorang sudah termasuk orang taqwa, tetap saja ada yang harus ditekankan dan diperhatikan agar taqwa dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Karena itu, ada keharusan yang harus dilakukan oleh orang bertaqwa, Allah swt berfirman:

.يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ. وَلا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ أُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS Al Hasyr [59]:18-19)

            Dari ayat di atas, setidaknya ada dua keharusan yang harus dilakukan, karenanya menjadi penting bagi kita untuk membahas dan memahaminya. Pertama, introspeksi diri. Salah satu sifat yang harus kita miliki atau aktivitas yang harus kita lakukan sebagai seorang muslim yang berkepribadian terpuji adalah melakukan apa yang disebut dengan Muhasabah atau evaluasi dan introspeksi diri. Perjalanan hidup yang mengikuti perputaran waktu secara rutin seringkali membuat manusia menjalani kehidupan ini secara rutinitas sehingga kehilangan makna hidup yang sesungguhnya, bahkan bisa jadi kesalahan yang dilakukanpun tidak disadarinya, apalagi bila kesalahan itu sudah biasa dilakukan. Sahabat Nabi yang bernama Umar bin Khattab berpesan kepada kita semua tentang keharusan bermuhasabah ini, beliau menyatakan:
حَاسِبُوْا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوْا
Hitung-hitunglah dirimu sebelum kamu dihitung (oleh Allah).

Muhasabah bisa kita lakukan dengan tiga bentuk. Pertama, muhasabah sebelum berbuat, yakni memikirkan terlebih dahulu; apakah yang hendak dilaksanakan itu sesuai dengan ketentuan Allah dan Rasul-Nya atau tidak. Dalam kaitan ini, seorang muslim yang sejati harus melakukan sesuatu sebagaimana ketentuan Allah dan Rasul-Nya sehingga sesuatu itu tidak langsung dilaksanakan tetapi dipikirkannya terlebih dahulu matang-matang. Kalau yang hendak dilaksanakan itu sesuatu yang sesuai dengan ketentuan Islam, maka dia akan terus melaksanakan meskipun hambatan dan tantangannya besar, sedang bila tidak sesuai dengan ketentuan, maka dia akan meninggalkannya meskipun menguntungkan secara duniawi, inilah yang seringkali disebut dengan “berpikir sebelum berbuat”. Bagi orang yang beriman, dia akan menyesuaikan diri saja dengan apa yang Allah kehendaki sebagaimana firman Allah:
وَمَاتَشَآءُوْنَ إِلاَّ أَنْ يَّشَآءَ اللهُ رَبُّ الْعَالَمِيْنَ
Dan kamu tidak dapat mengfhendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam (QS At Takwir [81]:29).

            Kedua, muhasabah juga bisa dilakukan pada saat melaksanakan sesuatu dengan selalu mengontrol diri agar tidak menyimpang dari apa yang semestinya dikerjakan dan bagaimana melaksanakannya, hal ini karena tidak sedikit orang yang sedang melakukan sesuatu menyimpang dari ketentuan yang semestinya. Dalam kaitan ini, muhasabah dapat mencegah kemungkinan terjadinya penyimpangan pada saat melaksanakan sesuatu atau menghentikannya sama sekali. Dalam soal motivasi, muhasabah sangat penting untuk dilakukan agar niat yang sejak awal sudah betul-betul ikhlas menjadi kotor karena ada pujian dari orang lain sehingga seseorang menjadi tambah semangat dalam melakukan sesuatu karena mendapat pujian itu, begitulah seterusnya dalam persoalan pelaksanaan atas sesuatu. Meskipun seseorang telah beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt, mungkin saja mereka digoda oleh syaitan sehingga ia segera menghentikan penyimpangan yang dilakukan dan bertaubat, Allah swt  berfirman:
إِنَّ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَآئِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوْا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُوْنَ   
Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa, bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya (QS Al A’raf [7]:201).

            Ketiga, muhasabah setelah melakukan sesuatu dengan maksud agar kita dapat menemukan kesalahan yang kita lakukan, lalu menyesali dengan taubat dan tidak melakukannya lagi pada masa-masa mendatang. Muhasabah setelah melakukan sesuatu merupakan sesuatu yang amat penting, karena begitu banyak orang yang melakukan kesalahan tapi tidak memahami dan tidak menyadarinya lalu mengulangi kesalahan itu lagi, apalagi kalau sesuatu yang dilakukan itu telah menyampaikan kesuksesan, padahal bisa jadi meskipun telah mencapai keberhasilan, terdapat kekeliruan dalam mencapainya. Manakala seseorang sudah menemukan kesalahan dirinya lalu bertaubat dengan sesungguh hati, maka Allah swt amat senang kepadanya, melebihi kesenangan seseorang yang menemukan kembali kendaraannya yang hilang di tengah hutan, Rasulullah saw bersabda:
إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْعَبْدَ الْمُؤْمِنَ الْمُفْتَتَنَ التَّوَّابَ
Sesungguhnya Allah mencintai seorang hamba mukmin yang terjerumus dosa tetapi bertaubat (HR. Ahmad).
اَللهُ أَفْرَحُ بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ مِنْ أَحَدِكُمْ سَقَطَ عَلَى بَعِيْرِهِ وَقَدْ أَضَلَّهُ فِى أَرْضٍ فَلاَةٍ
Sesungguhnya Allah lebih suka menerima taubat seorang hamba-Nya, melebihi dari kesenangan seseorang yang menemukan kembali dengan tiba-tiba untanya yang hilang daripadanya di tengah hutan (HR. Bukhari dan Muslim).

Sidang Jumat Yang Dimuliakan Allah swt

Keharusan kedua bagi orang taqwa adalah tidak lupa kepada Allah. Salah satu ungkapan yang sering kita dengar atau bisa jadi sering kita ucapkan adalah bahwa manusia tidak luput dari salah dan lupa. Namun ungkapan semacam itu tidak boleh membuat manusia merasa wajar-wajar saja bila melakukan kesalahan dan menjadikan lupa sebagai alasan yang wajar bila tidak melakukan sesuatu yang semestinya dilakukan atau tidak meninggalkan sesuatu yang semestinya ditinggalkan.

Dalam kehidupan sehari-hari, kenyataan menunjukkan bahwa begitu banyak manusia yang menjadikan kata lupa sebagai alasan bila ia tidak melakukan apa yang semestinya dilakukan dan orang lain yang dirugikanpun tidak bisa mempersoalkannya bahkan terpaksa memakluminya. Dalam konteks inilah seharusnya seseorang berlaku jujur sehingga bila ia memang sebenarnya lalai seharusnya mengakui saja kelalaiannya itu.

Orang yang bertaqwa tentu tidak lupa kepada Allah swt. Yang dimaksud lupa kepada Allah adalah lupa kepada ketentuan Allah swt dalam kehidupan ini sehingga manusia meninggalkan atau mengabaikan ketentuan-ketentuan-Nya dalam kehidupan ini.

Hal yang lebih membahayakan lagi dari keberadaan orang yang lupa kepada Allah swt tidak hanya mengabaikan ketentuan-Nya, tapi mereka juga memerintahkan yang buruk dan mencegah yang baik sehingga ia melakukan keburukan tidak hanya untuk dirinya sendiri tapi juga melibatkan orang lain dalam keburukan itu, Allah swt berfirman:

الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang mungkar dan melarang berbuat yang makruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik. (QS At Taubah [9]:67).

Orang-orang munafik dinyatakan memerintahkan yang buruk dan mencegah yang baik karena mereka lupa kepada Allah swt, mereka beranggapan bahwa keburukan yang mereka lakukan itu akan luput dari pengawasan dan perhitungan Allah swt, Sayyid Qutb dalam tafsirnya menyatakan bahwa orang-orang munafik tidak memperhitungkan kecuali perhitungan manusia dan perhitungan untung rugi di dunia. Ini semua membuat Allah swt akan melupakan mereka dalam arti tidak akan memberikan perlindungan dan pertolongan kepada siapa saja yang telah lupa kepada Allah swt dalam kehidupan di dunia ini.

            Dengan demikian, lupa kepada Allah swt amat berbahaya bagi kehidupan manusia karena manusia terus dipengaruhi oleh orang yang demikian untuk melakukan kemaksiatan dan kemunkaran. Karena itu, sifat ini tidak mungkin dimiliki oleh oreang yang bertaqwa, maka menjadi orang taqwa jangan sampai malah lupa kepada Alolah swt.

            Demikian khutbah Jumat kita yang singkat hari ini, semoga bermanfaat bagi kita bersama, amin

TIGA BENTUK PERBAIKAN

TIGA BENTUK PERBAIKAN
Oleh: Drs. H. Ahmad Yani
Ketua Dept. Dakwah PP DMI, Ketua LPPD Khairu Ummah, Pegurus KODI (Koordinasi Dakwah Islam) DKI Jakarta
اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Kaum Muslimin Yang Berbahagia.

Akhir tahun lalu kita lakukan muhasabah atau introspeksi diri, kita temukan begitu banyak dosa yang kita lakukan dan kekurangan diri yang kita rasakan. Karena itu, memasuki tahun baru, kita bertekad untuk melakukan sejumlah perbaikan agar kualitas hidup kita di tahun ini dan tahun-tahun mendatang menjadi jauh lebih baik dibanding tahun-tahun yang lalu.

Pada kesempatan khutbah yang singkat ini, akan kita bahas paling tidak tiga bentuk perbaikan yang harus kita lakukan pada tahun ini dan seterusnya. Pertama perbaikan diri dari hal-hal yang tidak baik dan tidak benar. Sikap dan sifat buruk yang ada pada kita seharusnya dapat kita perbaiki dan kita ubah menjadi sikap dan sifat yang baik. Diantara hal buruk yang harus kita perbaiki adalah sifat sombong yang membuat kita merasa sudah baik, sudah benar bahkan merasa benar sendiri dan tidak mau menerima saran serta pendapat orang lain yang benar, ini merupakan sifat iblis dan para pengikutnya yang harus kita waspadai. Sifat ini menghambat kita untuk bersatu dan menguatkan persaudaraan, karena kesombongan membuat orang merasa harus diterima orang lain tapi tidak mau menerima orang lain. Efek selanjutnya adalah tidak mau mentaati perintah, jangankan perintah dari sesama manusia, perintah dari Allah swt pun tidak mau ditaatinya, Allah swt berfirman:
وَلَقَدْ خَلَقْنَاكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنَاكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلائِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلا إِبْلِيسَ لَمْ يَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ. قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ. قَالَ فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَنْ تَتَكَبَّرَ فِيهَا فَاخْرُجْ إِنَّكَ مِنَ الصَّاغِرِينَ 
Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: "Bersujudlah kamu kepada Adam"; maka mereka pun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud. Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis: "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah". Allah berfirman: "Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka ke luarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina". (QS Al A’raf [7]:11-13).

Sifat dan sikap buruk lain yang harus kita perbaiki adalah suka berdusta atau tidak jujur, hal ini karena manusia cenderung tidak mau dianggap salah, ketika ia bersalah tapi tidak jujur mengakui kesalahan, maka ia[un akan berdusta yang menyebabkan muncul dosa-dosa baru hingga berusaha mencari pembenaran atas kesalahan yang dilakukannya, karena itu Rasulullah saw amat menekankan kita berlaku jujur dan menjauhi segala bentuk dusta, beliau bersabda:
 عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَاِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى اِلَى الْبِرِّ وَاِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى اِلىَ الْجَنَّةِ اِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَاِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِى اِلَى الْفُجُوْرِ وَاِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِى اِلَى النَّارِ
Hendaklah kamu semua bersikap jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan dan kebaikan membawa ke surga. Jauhilah dusta, karena sesungguhnya dusta itu membawa pada kedurhakaan dan sesungguhnya kedurhakaan itu akan menunjuki manusia ke neraka (HR. Bukhari)

Kaum Muslimin Rahimakumullah.

Kedua perbaikan yang harus kita lakukan adalah hubungan kita kepada Allah swt sehingga kita selalu merasa dekat dan diawasi oleh Allah swt. Merasa dekat dan diawasi oleh Allah swt membuat kita tidak akan melakukan penyimpangan meskipun peluang untuk melakukannya sangat besar dan bisa jadi kita akan mendapatkan kepuasan atau kenikmatan duniawi.

Kita tentu masih ingat bagaimana Nabi Yusuf as mendapat kesempatan dan ajakan untuk bermaksiat dengan melakukan perzinahan kepada wanita cantik yang merayunya. Secara pribadi, Yusuf tertarik pada wanita itu, sementara ia jauh dari keluarga karena ia bukan orang Mesir. Tapi, merasa dekat kepada Allah swt membuatnya tidak mau memenuhi ajakan wanita itu, karena itu menjadi sangat penting bagi kita semua memperbaiki perasaan dekat dan selalu merasa diawasi Allah swt, apalagi apapun yang kita lakukan terdata disisi Allah swt yang kelak akan ditunjukkan kepada kita dan harus bisa kita pertanggungjawabkan, Allah swt berfirman:

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ مَا يَكُونُ مِنْ نَجْوَى ثَلاثَةٍ إِلا هُوَ رَابِعُهُمْ وَلا خَمْسَةٍ إِلا هُوَ سَادِسُهُمْ وَلا أَدْنَى مِنْ ذَلِكَ وَلا أَكْثَرَ إِلا هُوَ مَعَهُمْ أَيْنَ مَا كَانُوا ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah yang keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dia-lah yang keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara (jumlah) yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia ada bersama mereka di mana pun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitakan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.(QS Al Mujadilah [58]:7).

Maasyiral Muslimin Rahimakumullah.

Ketiga adalah perbaikan keluarga dan masyarakat agar menjadi keluarga dan masyarakat Islami. Keluarga yang Islami adalah keluarga yang dapat menunjukkan profil keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Dari sinilah masing-masing anggota keluarga mampu memperlakukan dan menjalin hubungan sesama anggota keluarganya dengan sebaik-baiknya. Sebab bagaimana mungkin seseorang bisa berlaku baik kepada orang lain bila ia tidak bisa berlaku baik kepada keluarganya sendiri. Dalam Islam, kehidupan keluarga yang baik merupakan basis penting bagi terwujudnya kehidupan masyarakat yang baik, bahkan dapat berlaku baik kepada keluarga menjadi salah satu dari ukuran kebaikan seseorang dalam kehidupan ini, karena itu Rasulullah saw sangat berlaku baik kepada keluarganya, baik kepada isteri-isterinya maupun anak dan cucu, beliau  bersabda:

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِى
Sebaik-baik kamu adalah yang yang paling baik kepada keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik kepada keluargaku (HR. Ibnu Asakir).

Perbaikan masyarakat menjadi bagian tidak terpisah dari perbaikan keluarga. Masyarakat yang baik selalu mengedepankan nilai-nilai moral dan hukum sehingga bukan hanya saling hormat-menghormati, bantu-membantu dan ikut memecahkan persoalan serta memenuhi hak-hak dan kewajiban, tapi juga menegakkan hukum secara adil bahkan siap menerima peraturan dan sanksi bila melakukan kesalahan. Begitulah masyarakat Islami yang dibangun oleh Nabi Muhammad saw di Madinah, masyarakat yang berbasis masjid dengan nilai-nilai Islam yang kokoh sehingga menjadi masyarakat terbaik dengan menunjukkan nilai-nilai kebajikan dimanapun mereka berada, Allah swt berfirman:

لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَالْمَلائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ أُولَئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke timur dan ke barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir dan orang yang meminta-minta; dan memerdekakan hamba sahaya; mendirikan shalat dan menunaikan zakat dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji; dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya) dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa (QS Al Baqarah [2]:177).
    
        Manakala tiga perbaikan ini dapat kita lakukan, maka kemajuan demi kemajuan akan kita raih. Masyarakat yang beradab dan berakhlak mulia akan dapat kita wujudkan secara bersama-sama.

            Demikian khutbah Jumat kita yang singkat hari ini, semoga bermanfaat bagi kita bersama.
بَارَكَ اللهُ لِى وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ وَنَفَعَنِى وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنِّى وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Pesan inspiratif untuk Pengurus DKM Masjid

Bismillah. 
Ada sahabat kami yang menyarankan seandainya kami mampu membangun masjid. Maka kami berpesan *‘bukalah pintu masjidmu 24 jam,* agar Engkau tidak malu di hadapan Allah yang telah membukakan pintu ampunan-Nya untuk kita semua disetiap waktu.’

Barangkali ada saudara kita yang ingin beri’tikaf malam atau bertahajjud dan pintu masjid yang dijaga oleh ta’mir tetap terbuka.

*Pesan kedua, Jangan pernah Engkau tulis ‘Dilarang Tidur di Masjid‘* karena kamu tidak tahu ada beberapa musafir yang sama sekali tidak punya uang untuk menginap di Hotel/penginapan dan perkarangan lantai depan masjid lah mereka bisa untuk mengistirahatkan kepenatannya.

*Pesan yang ketiga, Jangan pernah kamu tulis ‘Selain jamaah masjid dilarang menggunakan toilet atau Toilet Bukan Untuk Mandi‘.*

Mengapa begitu perhitungannya kita dengan musafir, hanya menumpang buang air kecil pun atau untuk membersihkan diri harus dicegah? Padahal ceramah Khotib mengatakan “kebersihan sebagian dari iman”.

*Pesan Keempat, Jangan pernah kamu tulis ‘Jangan membawa anak kecil, atau berkata “Hus jangan brisik!”* Ketahuilah anak anak kecil itulah yang akan menjadi penerus kita nanti, baik selagi hidup atau sudah wafat. Biasakanlah anak-anak kita dengan masjid.

*Pesan Kelima, ‘Bangunlah masjidmu senyaman mungkin,* karena masjid bukan hanya sekedar tempat bersujud‘ tetapi bisa digunakan untuk bermusyawarah, mengurusi masalah ummat, menimba ilmu serta menenangkan hati dan mengistirahatkan dzahir dan batin kita.

*Pesan Keenam, Sebelum kuakhiri, Bila kamu jadi pengurus masjid, 'Jangan bangga jumlah infak yang ratusan juta, tapi tidak digunakan untuk kemakmuran masjid’.*

Ingatlah! 
Orang berinfak ke masjid itu berharap pahala jariyah. Bagaimana mereka akan mendapatkan pahala amal jariyah dan kamu mendapatkan pahala menjaga amanah nya, sedangkan uang infak mereka tidak kamu gunakan, karena kamu hanya bangga dengan ‘total saldo‘ nya saja!

Apakah kamu tahu, di sekitar mesjid ada yang terjerat rentenir demi memulai usaha mikro atau usaha kecil? Dana yang kamu kumpulkan bisa dikelola oleh BMT.

Kajian Plus Panahan Bersama B3e Production

Assalamu'alaikum B3efams...

H-1 menuju *KABBIN* _(Kajian Islami bersama B3e Production)_ nih...

*Fyi* :
Bagi yang besok akan hadir dimohon untuk membawa *mushaf Al-Qur'an* atau aplikasi Al-Qur'an di hp masing-masing.

🎯 : "Masjid Jami' Baiturrahmah"
Jl. Agraria No. 1 Komplek DDN 1, Pondok Labu,  Cilandak Barat, Jak-Sel.

https://goo.gl/maps/bcEpKmGyeRT2

Info rute angkutan umum sebagai berikut⤵️

KRL dari Depok atau Bogor
- Turun di St Lenteng Agung
- Naik angkot 02 warna merah jurusan Pondok Labu
- Dari Pondok Labu naik S01 turun di dagri di depan Masjidnya langsung
*pesan ojek online hanya 15 menit jaraknya, tujuan TK pertiwi IV samping masjidnya

KRL dari Bekasi
- Turun di St Lenteng Agung
- Naik angkot 02 warna merah jurusan Pondok Labu
- Dari Pondok Labu naik S01 turun di dagri di depan Masjidnya langsung
*pesan ojek online hanya 15 menit jaraknya, tujuan TK pertiwi IV samping masjidnya

Angkot dari Depok atau Bogor
Dari St Depok Baru
- Naik angkot 03 warna biru turun di perempatan parung bingung
- Naik angkot 102 turun Pondok Labu
- Naik angkot S01 turun di dagri depan masjidnya
Dari Bogor
- Naik angkot jurusan Pasar Parung Panjang naik angkot 03 warna biru turun di perempatan parung bingung
- Naik angkot 102 turun Pondok Labu
- Naik angkot S01 turun di dagri depan masjidnya
*Naik ojek online dari Pasar Pondok Labu hanya 5 menit ke masjidnya

Dari Jakarta
- Dari terminal Blok M naik metro mini 610 turun di Pondok Labu
- Naik angkot S01 turun di dagri depan masjidnya
*Naik ojek online dari Pasar Pondok Labu hanya 5 menit ke masjidnya

Besok kita ngaji bareng yaa InsyaAllah
See you there 😊

-----------------------

Untuk info lebih lanjut :
☎ (WA) Ikhwan : 0813 8098 1863 ~ Galang
☎ (WA) Akhwat : 0838-7359-6538 ~ Nuha

Organized by :
*@b3e.production*
*@mbrmasjid*

Supported by:
*@rumahati11*
*@terangjakarta*

Kajian Pengaturan Keuangan untuk Keluarga Muda Di Masjid UI

Assalaamu'alaykum Wr Wb

Bidang Kajian Islam dan Ilmu Pengetahuan Masjid Ukhuwah Islamiyah Kampus UI Depok kembali mengundang segenap sivitas akademika UI dan masyarakat umum untuk hadir pada Kajian Ahad Pagi dengan tema :

✨ *Pengaturan Keuangan untuk Keluarga Muda* ✨

Bersama
👳🏻 *Ustadz Banu Muhammad, SE., MSE.*
(Ketua Pusat Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah (PEBS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia)

📅 Ahad, 25 Maret 2018
⏰ 07.00-09.00 WIB
🏡 Aula Utama Masjid UI Depok

Gratis dan Terbuka untuk Umum

Tersedia Sarapan 🍲☕ untuk 200 jemaah pertama

CP : Aji (0856 2419 1667)

✨ Semoga Allah ta'ala memudahkan langkah kita, aamiin yaa Rabb ✨

👪 Ajak keluarga, saudara dan teman-temannya juga ya 👪

Nb: Dimohon hadir tepat waktu ya 😊

Wassalaamu'alaykum Wr Wb

🌏 : fb.me/masjidui
📹 : bit.ly/mesjidui
🐤 : twitter.com/masjidui
📷 : instagram.com/masjidui.id

Join di channel telegram Masjid UI untuk update info, notulensi dan rekaman kajian, klik bit.ly/masjidui atau @masjidui

-mari sebarkan-

Waktu Spesial di Jum'at Sore

Dari Jabir bin ‘Abdullah Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يَوْمُ الْجُمُعَةِ اثْنَتَا عَشْرَةَ سَاعَةً لاَ يُوجَدُ فِيهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللهَ شَيْئًا إِلاَّ آتَاهُ إِيَّاهُ فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ.

🌴 ‘Pada hari Jum’at terdapat dua belas jam (pada siang hari), di antara waktu itu ada waktu yang tidak ada seorang hamba muslim pun memohon sesuatu kepada Allah melainkan Dia akan mengabulkan permintaannya. Oleh karena itu, carilah ia di akhir waktu setelah ‘Ashar.’ [1]

_Hadits ini secara jelas menyebutkan bahwa waktu itu adalah saat terakhir setelah Ashar dan sebelum Maghrib._

Oleh karena itu, hendaklah seorang muslim bersegera sesaat sebelum Maghrib berwudhu’ dan pergi ke masjid lalu mengerjakan _shalat Tahiyyatul Masjid [2]_, lalu duduk di masjid sambil memohon kepada Rabb-nya seraya menundukkan diri kepada-Nya sambil menunggu shalat Maghrib, karena barangsiapa duduk di masjid untuk me-nunggu shalat, maka dia berada dalam shalat dan berdo’a kepada Rabb-nya sesuai dengan keinginannya berupa kebaikan dunia dan akhirat, yang ia berada pada waktu yang sangat agung lagi berharga, saat di mana Allah akan mengabulkan do’a. Yaitu saat di mana Allah melimpahkan karunia kepada hamba-hamba-Nya. Orang yang diharamkan adalah yang diharamkan dari kebaikannya dan yang berbahagia adalah yang memanfaatkannya dan menyibukkan diri di dalamnya serta menyiapkan diri menyambutnya. Sehingga Allah tidak melihat Anda pada waktu itu dalam keadaan lengah dan lalai.

_Catatan :_
[1] Shahih: Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 1048), an-Nasa-i di dalam kitab al-Jumu’ah (no. 1389). Dinilai shahih oleh al-Hakim, adz-Dzahabi, an-Nawawi, dan al-Albani rahimahumullah

[2]. Diperbolehkan mengerjakan shalat Tahiyyatul Masjid meski pada waktu yang dimakruhkan mengerjakan shalat, karena ia termasuk shalat yang memiliki sebab. Dan inilah yang menjadi madzhab asy-Syafi’i rahimahullah.

Inilah 10 Karakteristik Politik Firaunisme

Oleh *Ahmad Sastra

1. KUFUR DAN MENDUSTAKAN AGAMA.
Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar. Tetapi Fir´aun mendustakan dan mendurhakai. Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa). Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya. (Seraya) berkata: "Akulah tuhanmu yang paling tinggi". Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Tuhannya) *[QS An Nazi’at : 20-26].*

2. SOMBONG, SOK KUASA DAN MERASA PEMILIK NEGARA

. Dan Fir´aun berseru kepada kaumnya (seraya) berkata: "Hai kaumku, bukankah kerajaan Mesir ini kepunyaanku dan (bukankah) sungai-sungai ini mengalir di bawahku; maka apakah kamu tidak melihat(nya). Bukankah aku lebih baik dari orang yang hina ini dan yang hampir tidak dapat menjelaskan (perkataannya). Mengapa tidak dipakaikan kepadanya gelang dari emas atau malaikat datang bersama-sama dia untuk mengiringkannya?. Maka Fir´aun mempengaruhi kaumnya (dengan perkataan itu) lalu mereka patuh kepadanya. Karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik. *[QS Az Zukhruf : 51-54]
#

3. DIKELILINGI PENASEHAT DAN PEMBISIK JAHAT  
Berkatalah pembesar-pembesar dari kaum Fir´aun (kepada Fir´aun): "Apakah kamu membiarkan Musa dan kaumnya untuk membuat kerusakan di negeri ini (Mesir) dan meninggalkan kamu serta tuhan-tuhanmu?". Fir´aun menjawab: "Akan kita bunuh anak-anak lelaki mereka dan kita biarkan hidup perempuan-perempuan mereka; dan sesungguhnya kita berkuasa penuh di atas mereka" *[QS Al A’raf : 127].*

4. HOBBI MENGANCAM DAN MENFITNAH
Fir´aun berkata: "Sungguh jika kamu menyembah Tuhan selain aku, benar-benar aku akan menjadikan kamu salah seorang yang dipenjarakan". *[QS Asy Syu’araa : 29]*. Fir´aun berkata kepada pembesar-pembesar yang berada sekelilingnya: Sesungguhnya Musa ini benar-benar seorang ahli sihir yang pandai *[QS Asy Syu’araa : 34].* Fir´aun berkata: "Apakah kamu sekalian beriman kepada Musa sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia benar-benar pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu maka kamu nanti pasti benar-benar akan mengetahui (akibat perbuatanmu); sesungguhnya aku akan memotong tanganmu dan kakimu dengan bersilangan dan aku akan menyalibmu semuanya" *[QS Asy Syu’araa : 49]*

5. PRAGMATISME TRANSAKSIONAL DAN BAGI-BAGI KURSI KEKUASAAN
Maka tatkala ahli-ahli sihir datang, merekapun bertanya kepada Fir´aun: "Apakah kami sungguh-sungguh mendapat upah yang besar jika kami adalah orang-orang yang menang?. Fir´aun menjawab: "Ya, kalau demikian, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan menjadi orang yang didekatkan (kepadaku)" *[QS Asy Syu’araa : 41-42]*
#

6. ANTI KRITIK DAN MENOLAK DAKWAH ISLAM.
Kemudian sesudah Rasul-rasul itu, Kami utus Musa dan Harun kepada Fir´aun dan pemuka-pemuka kaumnya, dengan (membawa) tanda-tanda (mukjizat-mukjizat) Kami, maka mereka menyombongkan diri dan mereka adalah orang-orang yang berdosa. Dan tatkala telah datang kepada mereka kebenaran dari sisi Kami, mereka berkata: "Sesungguhnya ini adalah sihir yang nyata". Musa berkata: "Apakah kamu mengatakan terhadap kebenaran waktu ia datang kepadamu, sihirkah ini?" padahal ahli-ahli sihir itu tidaklah mendapat kemenangan". Mereka berkata: "Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya, dan supaya kamu berdua mempunyai kekuasaan di muka bumi? Kami tidak akan mempercayai kamu berdua" *[QS Yunus : 75-78]*
#

7. PERSEKUSI, KRIMINALISASI, ISLAMOPHOBIA DAN KAPITALISTIK

Dan berkata Fir´aun (kepada pembesar-pembesarnya): "Biarkanlah aku membunuh Musa dan hendaklah ia memohon kepada Tuhannya, karena sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar agamamu atau menimbulkan kerusakan di muka bumi" *[QS Al Mukmin : 26]*. Dan sesungguhnya telah Kami utus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami dan keterangan yang nyata kepada Fir´aun, Haman dan Qarun; maka mereka berkata: "(Ia) adalah seorang ahli sihir yang pendusta" [QS Al Mukmin : 23-24]

#
8. MENZOLIMI RAKYAT DAN SEKULERISTIK
Kaum Musa berkata: "Kami telah ditindas (oleh Fir´aun) sebelum kamu datang kepada kami dan sesudah kamu datang. Musa menjawab: "Mudah-mudahan Allah membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi(Nya), maka Allah akan melihat bagaimana perbuatanmu *[QS Al A’raf : 129].*
Mereka berkata: "Kami sekali-kali tidak akan mengutamakan kamu daripada bukti-bukti yang nyata (mukjizat), yang telah datang kepada kami dan daripada Tuhan yang telah menciptakan kami; maka putuskanlah apa yang hendak kamu putuskan. Sesungguhnya kamu hanya akan dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini saja  [QS Thahaa : 72]

9.MEMBANGGAKAN INFRASTRUKTUR DAN BERJIWA MUNAFIK. Dan berkata Fir´aun: "Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah hai Haman untukku tanah liat kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta" *[QS Al Qashash : 38].* Maka tatkala mukjizat-mukjizat Kami yang jelas itu sampai kepada mereka, berkatalah mereka: "Ini adalah sihir yang nyata" Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan [QS An Naml : 13-14]

10. BERMULUT KASAR DENGAN TUDUHAN KEJI.
Fir´aun bertanya: "Siapa Tuhan semesta alam itu?. Musa menjawab: "Tuhan Pencipta langit dan bumi dan apa-apa yang di antara keduanya (Itulah Tuhanmu), jika kamu sekalian (orang-orang) mempercayai-Nya". Berkata Fir´aun kepada orang-orang sekelilingnya: "Apakah kamu tidak mendengarkan?. Musa berkata (pula): "Tuhan kamu dan Tuhan nenek-nenek moyang kamu yang dahulu". Fir´aun berkata: "Sesungguhnya Rasulmu yang diutus kepada kamu sekalian benar-benar orang gila". Musa berkata: "Tuhan yang menguasai timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya: (Itulah Tuhanmu) jika kamu mempergunakan akal" QS Asy Syua’raa : 23-28].

*[AhmadSastra,KotaHujan,22/03/18 : 17.50 WIB]*

Potensi Kita Untuk Islam

Oleh : Farid Ahmad Okbah حفظه الله

Saat ini tidak ada satupun Negara muslim yang masuk Negara maju. Hampir semua Negara muslim itu terbelakang.
Mengapa ini bisa terjadi?

Memahami situasi itu penting, supaya kita bisa menentukan langkah-langkah membangun umat.

Kita punya rujukan, namun sayanng rujukan ini belum dijadikan panduan untuk melakukan perubahan. Ini lah yang perlu kita perbaiki dari diri kita.

Jangan sampai menjelaskan Islam hingga berbusa-busa, tapi jika sudah berkaitan dengan pengorbanan ia lemah. Jika berkaitan dengan harta ia pelit, jika berkaitan dengan nyawa ia takut, jika berkaitan dengan waktu ia banyak beralasan, dan rata-rata tenggelam dalam rutinitasnya.
Banyak di antara mereka; yang dipikirkan hanya diri, keluarga, perusahaan, atau kelompoknya sendiri, sedangkan Islam tidak menjadi focus utamanya. Ini adalah suatu kelemahan.

Andaikan tiap-tiap orang memprioritaskan Islam, supaya Islam tegak dan tinggi, yaitu seluruh potensi kita baik ilmu, pikiran, tenaga, harta, relasi, dan seluruh potensi kita berdayakan untuk Islam, saya yakin saat itulah kita akan menemukan jati diri kita dan saat itulah kita akan melihat tanda-tanda kejayaan Islam.

Dakwah di Fakfak Papau Barat

Oleh : Ust Buchori Muslim

Fakfak, adalah nama sebuah Kabupaten di Papua Barat.  Dari Wilayah ini diperkirakan menjadi wilayah pertama masuknya Islam di Bumi Cendrawasih. 

Hal ini bisa terlihat di antaranya dari peninggalan masa lampau yang tersisa,  berupa Al Qur'an raksasa asli tulisan tangan buah karya Fenomenal yang saat ini tersimpan rapih di Salahsatu Rumah Raja.  Belum lagi situs lainnya yang bertebaran di Seantero Tanah berbatu penghasil buah Pala ini.

Tradisi keislaman yang unik dan khas juga postur dan face "wajah" bernuansa Arab bahkan dari keluarga kalangan Habaib sudah sangat menyatu dan lekat dengan Ummat dan Rakyat di Negri satu tungku tiga Batu ini. 

Berderet nama atau marga Habaib begitu menyatu dan tak bisa dipisahkan dari Tanah Nuu Waar ini.  Misalnya Attamimi,  Al Hamid,  Al Idrus dan masih banyak lainnya,  bahkan Bupati Fakfak yang Muslim,  juga Wakil Gubernur adalah turunan Keluarga besar At Tamimi. 

Masjid,  sebagai simbol utama Kaum Muslimin berjejer bagai cendawan yang tumbuh di musim hujan,  bahkan itu terlihat sejak transit di Spring. 

Masjid Agung Baitul Ma'mur Fakfak adalah icon istimewa kota Pala ini.  Masjid Agung yang dibangun di masa Bupati Dr H Wahidin Puarada,  punya bentuk Istimewa dan artistic menawan yang terletak di bukit dengan pemandangan indah berlatar lautan nan teduh.

Tanah berbukit lagi berbatu ini,  masih tersisa ada bangunan Indah menawan di tepi Pantai Kampung Merapi,  Distrik (kecamatan)  Fakfak Tengah ini ada Masjid An Nuur yang berdiri sejak tahun 1883 dan telah beberapa kali renovasi. Terakhir direnovasi tahun 2012 dengan bentuk yang asri man mempesona.  MaasyaAllah Tabaarakallah.

Masjid indah dan megah ini menampung sekitar 600an jamaah Shalat,  dan Masjid Agung Baitul Ma'mur menampung 1500an jama'ah.

Kerukunan hidup antar ummat beragama sangat harmonis, dengan icon satu tungku tiga batu yang juga tergambar dari bangunan kantor Bupati melambangkan harmoni antara Islam, Katolik dan Protestant,  tiga Agama yang dianut masyarakat. 

Ketika Al faqir didaulat menjadi penasihat pernikahan dari Keluarga Wakil Gubernur, Muhammad Lakatoni, SH, M.Si dan Bupati Drs Muhammad Uswanas, M.Si saya merasakan dan menyaksikan nuansa dan aroma khas yang sangat mental warna Islamnya seperti di Kampung halaman Al Faqir di Lohayong Solor,  Lewo Kota - Lewo Si'a no Apu ( Kampung Garam dan Kapur).

Di saat Resepsipun sangat Islami,  di mana sang pengantin putri yang terbalut busana muslimah juga yang amat penting dan istimewa adalah,  pesta yang dihadiri ribuan orang di Gedung Tenis ini,  semua makan dengan minimal duduknya  di kursi,  sesuatu yang jarang kita jumpai pada pesta di Kota-Kota besar.

Intinya,  Papua itu Indah dan menawan.  Sang Bupati dengan suara khas "Brury Pesolima" yang telah menjabat untuk periode kedua ini,  sempat berbisik pada Al Faqir,  Pa Ustadz,  tolong do'akan dan bantu kita akan adakan seminar Nasional tentang Masuknya Islam di Papua dan akan segera membangun Universitas Islam bertaraf International di atas lahan waqaf seluas 100 hektar. 

Selamat berkarya buat Pa Mocha Bupati Fakfak,  Pak Mola Wakil Gubernur Papua Barat,  Juga saudara dan Sahabatku Ustadz Ahmad Nausrau Ketua MUI Provinsi termuda se Indonesia,  semoga Allah عزوجل selalu membimbing dengan hidayah-Nya menuju Papua yang berdaulat dan bermartabat.